Hari Lingkungan Hidup Sedunia, DLHK DIY Ajak Masyarakat Hentikan Polusi Plastik

Rabu, 4 Juni 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala DLHK DIY Kusno Wibowo saat memberikan keterangan terkait peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2025 dan pentingnya aksi hentikan polusi plastik.Rabu (4/6) | Dok.Ho/Paiman RadarBangsa

Kepala DLHK DIY Kusno Wibowo saat memberikan keterangan terkait peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2025 dan pentingnya aksi hentikan polusi plastik.Rabu (4/6) | Dok.Ho/Paiman RadarBangsa

YOGYAKARTA, RadarBangsa.co.id — Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang jatuh pada 5 Juni 2025 menjadi momentum penting untuk membangun kesadaran kolektif dalam menjaga kelestarian lingkungan. Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Kusno Wibowo, menegaskan pentingnya aksi nyata dari seluruh elemen masyarakat dalam menghadapi tantangan lingkungan, terutama persoalan sampah plastik.

“Peringatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran serta mendorong tindakan individu, kelompok, dan masyarakat dalam menjaga serta melindungi lingkungan hidup,” ujar Kusno, Rabu (4/6/2025).

Menurut Kusno, Hari Lingkungan Hidup Sedunia juga menjadi sarana untuk menggaungkan pentingnya pelestarian alam secara berkelanjutan. “Kami ingin mempromosikan kesadaran akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan hidup dan mendorong aksi nyata dalam melestarikan alam,” jelasnya.

Kusno menyoroti tantangan besar yang saat ini dihadapi Indonesia, yakni tingginya konsumsi masyarakat yang menghasilkan sampah plastik dalam jumlah besar, namun belum sepenuhnya terkelola dengan baik.

“Masalah ini menyebabkan timbunan sampah plastik memenuhi tempat pembuangan akhir (TPA) di berbagai daerah. Karena itu, tema global Hari Lingkungan Hidup tahun ini adalah ‘Ending Plastic Pollution’ atau ‘Hentikan Polusi Plastik’,” lanjutnya.

Meski kebijakan pengelolaan sampah sudah banyak dikeluarkan oleh pemerintah, mulai dari tingkat pusat hingga daerah, Kusno menilai implementasinya masih menghadapi tantangan. “Mulai dari Undang-Undang, Perpres, Permen hingga turunannya di tingkat provinsi dan kabupaten/kota seperti Perda, Pergub, Instruksi, hingga Surat Edaran, semua itu menunjukkan keseriusan pemerintah. Namun pelaksanaannya perlu lebih diperkuat,” ujarnya.

Ia juga menyinggung kebijakan Gubernur DIY Nomor 758/110898 tanggal 19 Oktober 2023 tentang Desentralisasi Pengelolaan Sampah di kabupaten/kota se-DIY, yang dinilainya memberikan dampak besar. “Pemerintah kabupaten/kota saat ini telah menyiapkan fasilitas dan langkah-langkah strategis pengelolaan sampah masing-masing,” jelas Kusno.

Meski demikian, tren peningkatan timbunan sampah masih terus terjadi setiap tahun. Kusno menilai lemahnya komitmen dari sebagian pemerintah daerah, rendahnya peran serta masyarakat, dan keterlibatan industri menjadi faktor penghambat utama dalam mengatasi persoalan ini.

“Kita membutuhkan sinergi nyata antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha untuk keluar dari krisis sampah, khususnya plastik,” pungkasnya.

Penulis : Paiman

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember
Hari Jadi Pasuruan ke-1097, RSUD Bangil Gelar Baksos Medis Gratis untuk Puluhan Warga
Tiga Kali Raih Diamond Status, RSUD HMR Mataram Selamatkan 234 Pasien Stroke
95 Lukisan SBY Dipamerkan di Surabaya, Khofifah Soroti Karya tentang Tsunami Aceh
PERWOSI Lamongan Periode 2025–2029 Dilantik, Bidik Atlet Perempuan hingga Pelosok Desa
Produksi Garam Lamongan Baru 1.317 Ton, Pemkab Optimistis Kejar Target 20.000 Ton
PSC 119 RSUD HMR Raih Gold Status, Respons Kurang dari 10 Menit Jadi Kunci Penanganan Stroke
2.432 Kader TP PKK Dilibatkan, Kota Mataram Perkuat Jejaring Siaga Stroke

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 18:45

Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember

Rabu, 16 September 2026 - 18:13

Hari Jadi Pasuruan ke-1097, RSUD Bangil Gelar Baksos Medis Gratis untuk Puluhan Warga

Rabu, 16 September 2026 - 18:03

Tiga Kali Raih Diamond Status, RSUD HMR Mataram Selamatkan 234 Pasien Stroke

Rabu, 16 September 2026 - 17:58

95 Lukisan SBY Dipamerkan di Surabaya, Khofifah Soroti Karya tentang Tsunami Aceh

Rabu, 16 September 2026 - 14:43

PERWOSI Lamongan Periode 2025–2029 Dilantik, Bidik Atlet Perempuan hingga Pelosok Desa

Berita Terbaru