PAMEKASAN, RadarBangsa.co.id – Lapas Narkotika Kelas IIA Pamekasan menggelar pekan olahraga dalam rangka Hari Bakti Pemasyarakatan (HBP) ke-62, Senin (20/04/2026). Kegiatan ini bukan sekadar seremoni, tetapi diarahkan sebagai bagian dari pembinaan warga binaan agar lebih sehat, disiplin, dan siap kembali ke masyarakat.
Pembukaan berlangsung di lapangan lapas dengan melibatkan pegawai dan warga binaan. Agenda ini dinilai penting karena pendekatan pembinaan yang humanis dinilai mampu menekan potensi konflik sekaligus memperbaiki perilaku warga binaan.
Berbagai lomba digelar untuk membangun interaksi positif. Warga binaan mengikuti pertandingan bola voli, tenis meja, hingga lomba kebersihan blok hunian. Sementara pegawai berpartisipasi dalam lomba domino, karaoke, dan E-sport.
Pada hari pertama, pertandingan tenis meja menjadi pembuka kegiatan warga binaan. Di sisi lain, lomba domino antarpegawai berlangsung bersamaan dan mendapat antusiasme tinggi.
Kepala Lapas Narkotika Pamekasan, Kusnan, menegaskan bahwa kegiatan ini memiliki tujuan pembinaan yang jelas. Selain menjaga kesehatan fisik, kegiatan ini juga menjadi sarana membangun komunikasi yang lebih baik antara petugas dan warga binaan.
“Melalui kegiatan pekan olahraga ini, kami berharap dapat menumbuhkan rasa kebersamaan, sportivitas, serta menjadi wadah pembinaan yang positif bagi warga binaan,” ujar Kusnan.
Menurutnya, pendekatan seperti ini penting untuk menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang kondusif dan minim gesekan. Warga binaan yang aktif dalam kegiatan positif cenderung lebih stabil secara emosional dan kooperatif selama menjalani masa pidana.
Selain itu, kegiatan ini juga memberi manfaat langsung bagi warga binaan dalam membangun kepercayaan diri dan kebiasaan hidup sehat. Hal ini menjadi bekal penting saat mereka kembali ke tengah masyarakat.
“Ini juga menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara pegawai dan warga binaan dalam suasana yang lebih humanis,” tambahnya.
Pekan olahraga ini diharapkan mampu memperkuat fungsi pemasyarakatan sebagai tempat pembinaan, bukan sekadar penahanan. Dengan pendekatan yang lebih inklusif, proses reintegrasi sosial warga binaan diharapkan berjalan lebih optimal.
Lainnya:
- Judi Online dan Konten Vulgar Kian Masif, DPD RI Lia Istifhama Desak RUU Penyiaran Segera Disahkan
- Polemik Guru Dipecat Makin Panas, Senator Anggota DPD RI Lia Istifhama Warning Marwah Guru Jangan Dihancurkan Birokrasi
- Ekonomi Jatim Tumbuh 5,96 Persen Tertinggi Se-Jawa, Khofifah Ungkap Mesin Penggerak di Tengah Krisis Global
Penulis : Debora
Editor : Zainul Arifin








