Hindari Tarif Tidak Wajar dan Beri Kemudahan, Pemkot Yogyakarta Luncurkan QRIS Parkir

Kamis, 26 Juni 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo saat meluncurkan sistem QRIS Parkir Tepi Jalan dalam High Level Meeting TP2DD di Balai Kota Yogyakarta, Kamis (26/6/2025). |Dok Foto Ho/RadarBangsa

Wakil Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo saat meluncurkan sistem QRIS Parkir Tepi Jalan dalam High Level Meeting TP2DD di Balai Kota Yogyakarta, Kamis (26/6/2025). |Dok Foto Ho/RadarBangsa

YOGYAKARTA, RadarBangsa.co.id – Pemerintah Kota Yogyakarta resmi meluncurkan sistem pembayaran parkir tepi jalan menggunakan QRIS. Langkah ini bertujuan untuk memberikan kemudahan kepada masyarakat sekaligus menghindari praktik tarif parkir yang tidak wajar.

Peluncuran sistem QRIS parkir dilakukan dalam acara High Level Meeting (HLM) Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Kota Yogyakarta di Ruang Bima, Balai Kota, Kamis (26/6/2025). Acara tersebut dihadiri oleh Wakil Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo.

Menurut Hasto, penerapan QRIS dalam layanan parkir merupakan bagian dari upaya pengembangan layanan publik berbasis digital yang lebih cepat dan efisien. Inovasi ini tidak hanya meningkatkan kenyamanan bagi masyarakat, tetapi juga mendukung transparansi pengelolaan retribusi daerah serta mengurangi potensi kebocoran penerimaan.

“Praktik digitalisasi ini kita terapkan pada semua aspek kehidupan. Salah satu yang kita dorong adalah penggunaan QRIS untuk parkir tepi jalan umum. Ini juga menjawab masalah yang selama ini jadi keluhan warga, karena kadang masih ada parkir yang tarifnya nuthuk atau tidak wajar,” jelasnya.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta, Agus Arif Nugroho, menambahkan bahwa sistem QRIS parkir tepi jalan ini merupakan bentuk adaptasi pembayaran yang lebih pasti dan minim potensi pelanggaran tarif. Ia menjelaskan bahwa QRIS statis yang dikembangkan bersama TP2DD memungkinkan pengguna cukup memindai kode QR dan secara otomatis akan muncul tarif parkir sesuai ketentuan.

Dengan adanya sistem ini, menurut Agus, masyarakat tidak perlu lagi mempertanyakan tarif parkir karena besaran tarif sudah ditetapkan berdasarkan zona dan jenis kendaraan.

Pemberlakuan awal QRIS parkir dilakukan di sejumlah ruas jalan di Kota Yogyakarta, antara lain Jalan Prof. Yohanes, Jalan Urip Sumoharjo, Jalan Diponegoro, Jalan Brigjen Katamso, Jalan Mataram, Jalan Laksda Adisucipto, Jalan KH Ahmad Dahlan, Jalan Limaran, serta di kawasan Terminal Ngabean dan TKP Ngabean.

Penerapan sistem ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kota Yogyakarta dalam mempercepat transformasi digital dan mendukung program smart city berbasis pelayanan publik yang transparan dan akuntabel.

Penulis : Paiman

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan
Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak
PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan
PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani
DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi
Gus Iqdam di Pasuruan: Serukan Ilmu, Akhlak, dan Sedekah
Paripurna, Fraksi Golkar DPRD Ngawi Soroti Defisit RAPBD 2027, Usulkan Stadion Baru Berkapasitas 40.000 Penonton
HKG PKK ke-54, Luthfiana Lukman Hakim Perkuat Peran Keluarga di Bangkalan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 23:43

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:38

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:36

PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:47

PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:31

DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi

Berita Terbaru