Homecare Jember Diperkuat, Gus Fawait Dorong Pengentasan Kemiskinan

Jumat, 31 Juli 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Jember Gus Fawait memantau layanan Homecare saat agenda Bunga Desaku di Desa Rowotamtu, Kecamatan Rambipuji, Rabu (29/7/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Bupati Jember Gus Fawait memantau layanan Homecare saat agenda Bunga Desaku di Desa Rowotamtu, Kecamatan Rambipuji, Rabu (29/7/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

JEMBER, RadarBangsa.co.id – Pemerintah Kabupaten Jember terus memperkuat layanan Homecare sebagai upaya meningkatkan pelayanan kesehatan sekaligus menekan angka kemiskinan. Program tersebut dipimpin langsung Bupati Jember, Gus Fawait, saat agenda Bunga Desaku di Desa Rowotamtu, Kecamatan Rambipuji, Rabu (29/7/2026).

Program Homecare menjadi salah satu bentuk dukungan Pemkab Jember terhadap Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Pelaksanaannya diarahkan pada penguatan pembangunan sumber daya manusia melalui pelayanan kesehatan serta pembangunan dari desa untuk mendorong pemerataan ekonomi dan pengentasan kemiskinan.

Dalam kegiatan itu, Gus Fawait menyampaikan apresiasi kepada tenaga kesehatan, Dinas Sosial, puskesmas, pemerintah kecamatan, hingga pemerintah desa yang terlibat memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat miskin dan kelompok berisiko tinggi.

“Program ini baru berjalan beberapa hari, namun semangat kawan-kawan nakes, Dinsos, hingga Puskesmas sangat luar biasa. Tentu sebuah kebijakan besar memerlukan proses penyempurnaan secara bertahap, namun dampaknya sudah langsung dirasakan oleh warga,” ujarnya.

Pelayanan Homecare dilakukan secara menyeluruh dengan mendatangi warga yang membutuhkan. Tim kesehatan turut menghadirkan dokter spesialis kandungan untuk memeriksa ibu hamil berisiko tinggi, sekaligus melakukan penimbangan dan evaluasi tumbuh kembang anak yang terindikasi stunting.

Gus Fawait meminta seluruh tenaga medis mengedepankan pendekatan yang humanis dalam memberikan pelayanan. Menurutnya, masyarakat perlu memperoleh penjelasan yang mudah dipahami tanpa dibebani istilah medis yang rumit.

“Kepada keluarga anak stunting, kita berikan dorongan dan pemahaman bahwa anak mereka baik-baik saja, namun memerlukan dukungan gizi dan nutrisi lebih agar tumbuh kembangnya dapat optimal,” jelasnya.

Pemkab Jember juga memperluas cakupan layanan dengan menyentuh persoalan sosial yang berkaitan dengan kesehatan masyarakat. Saat meninjau rumah warga kurang mampu di Desa Rowotamtu yang berdiri di atas tanah kas desa sehingga tidak memenuhi syarat menerima Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), pemerintah daerah menyiapkan alternatif bantuan berupa material bangunan melalui Cipta Karya bersama pemerintah kecamatan.

“Ini selaras dengan cita-cita Bapak Presiden Prabowo untuk mengentaskan kemiskinan di Indonesia, di mana langkah ini kita mulai secara bertahap dari Kabupaten Jember. Sakit kerap menjadi pemicu utama kemiskinan, sehingga pencegahan dan penanganan dari desa adalah kunci,” tegasnya.

Untuk memastikan layanan menjangkau seluruh wilayah, tenaga kesehatan juga diterjunkan ke kawasan terpencil seperti Sumberbaru dan Panti menggunakan kendaraan roda dua agar tetap dapat melayani masyarakat yang sulit dijangkau kendaraan roda empat.

Sebagai penguatan perlindungan sosial, Pemkab Jember turut menyalurkan bantuan sembako di luar program reguler pemerintah pusat, seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Bantuan tersebut diharapkan mampu memperkuat perlindungan bagi warga kurang mampu.

“Tekad kami di Kabupaten Jember sangat jelas. Warga yang tidak mampu harus merasakan bahwa mereka memiliki dokter keluarga atau dokter pribadi yang siap hadir untuk mereka,” pungkas Gus Fawait.

Melalui integrasi layanan kesehatan, penanganan stunting, dukungan perbaikan hunian, dan bantuan pangan, Pemkab Jember menargetkan percepatan pemerataan kesejahteraan sekaligus memperkuat upaya pengentasan kemiskinan yang dimulai dari tingkat desa.

Penulis : Herry

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak
PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan
PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani
DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi
Gus Iqdam di Pasuruan: Serukan Ilmu, Akhlak, dan Sedekah
Paripurna, Fraksi Golkar DPRD Ngawi Soroti Defisit RAPBD 2027, Usulkan Stadion Baru Berkapasitas 40.000 Penonton
HKG PKK ke-54, Luthfiana Lukman Hakim Perkuat Peran Keluarga di Bangkalan
Pelatihan Pelinting Rokok di Bangkalan, 30 Warga Burneh Ikuti Pembekalan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:38

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:36

PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:47

PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:31

DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi

Rabu, 28 Oktober 2026 - 16:22

Gus Iqdam di Pasuruan: Serukan Ilmu, Akhlak, dan Sedekah

Berita Terbaru