SIDOARJO, RadarBangsa.co.id – Bupati Sidoarjo Subandi menjadikan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-48 Perumda Delta Tirta sebagai momentum evaluasi terhadap kinerja perusahaan daerah penyedia air minum tersebut. Ia menyoroti masih rendahnya cakupan layanan air bersih serta tingginya tingkat kebocoran jaringan yang dinilai harus segera dibenahi.
Evaluasi itu disampaikan saat memimpin Apel Akbar HUT ke-48 Perumda Delta Tirta di halaman kantor perusahaan, Senin (6/7/2026). Menurut Subandi, usia hampir lima dekade semestinya menjadi titik penguatan pelayanan publik yang lebih profesional dan berkualitas.
“Di usia ke-48 ini, Perumda Delta Tirta harus terus berbenah dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Sidoarjo,” kata Subandi.
Ia mengungkapkan, cakupan pelayanan Perumda Delta Tirta hingga kini masih berada di kisaran 35 persen. Pada saat yang sama, tingkat kehilangan atau kebocoran air masih mencapai sekitar 38 persen sehingga menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan.
“Selain cakupan layanan yang masih sekitar 35 persen, tingkat kebocoran air juga masih cukup tinggi, yakni sekitar 38 persen. Ini menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan,” tegasnya.
Subandi menilai peringatan hari jadi tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial. Momentum tersebut harus dimanfaatkan untuk mengevaluasi tata kelola perusahaan sekaligus mempercepat peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Menurutnya, Perumda Delta Tirta memiliki tanggung jawab yang lebih besar daripada sekadar mengejar target bisnis. Sebagai badan usaha milik daerah, perusahaan dituntut mampu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terhadap layanan air bersih yang andal.
“Layanan yang saudara berikan bukan sekadar urusan bisnis perusahaan daerah, tetapi merupakan bentuk pelayanan kepada masyarakat yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab,” ujarnya.
Dalam arahannya, Subandi meminta seluruh jajaran memperkuat disiplin kerja di setiap lini organisasi. Ia juga menekankan pentingnya kepatuhan terhadap prosedur dan tanggung jawab dalam menjalankan tugas.
Selain itu, koordinasi antardivisi diminta terus diperkuat agar setiap persoalan teknis di lapangan dapat diselesaikan lebih cepat. Menurutnya, komunikasi yang baik akan mempercepat penanganan gangguan pelayanan kepada pelanggan.
Subandi juga menegaskan perlunya membangun budaya pelayanan yang responsif dan berorientasi pada kepuasan masyarakat. Seluruh pegawai, mulai direksi hingga petugas lapangan, diminta memiliki komitmen yang sama dalam memberikan pelayanan terbaik.
“Setiap pegawai, mulai dari direksi hingga petugas lapangan, harus memiliki komitmen yang sama untuk memberikan pelayanan terbaik, cepat, dan peka terhadap kebutuhan pelanggan. Jangan biarkan aduan masyarakat menggantung tanpa kejelasan solusi,” pungkasnya.
Penulis : Tom
Editor : Zainul Arifin


















Komentar