Identitas Mayat Terikat di Lamongan Mulai Terungkap

Selasa, 21 Oktober 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Polres Lamongan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) penemuan mayat pria di parit utara Jalan Nasional Lamongan–Babat, Desa Surabayan, Kecamatan Sukodadi, Selasa (21/10/2025). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Anggota Polres Lamongan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) penemuan mayat pria di parit utara Jalan Nasional Lamongan–Babat, Desa Surabayan, Kecamatan Sukodadi, Selasa (21/10/2025). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

LAMONGAN, RadarBangsa.co.id — Warga Lamongan digemparkan oleh penemuan mayat pria dalam kondisi mengenaskan di parit utara Jalan Nasional Lamongan–Babat, tepatnya di Dusun Sumlawang, Desa Surabayan, Kecamatan Sukodadi, Selasa (21/10/2025) pagi. Tubuh korban ditemukan dengan tangan dan kaki terikat serta wajah tertutup kain berwarna kuning.

Penemuan jasad tersebut terjadi sekitar pukul 08.25 WIB. Seorang warga yang melintas pertama kali melihat tubuh pria itu tergeletak di dasar parit dalam posisi meringkuk ke kanan. Warga yang panik langsung melaporkan temuan tersebut ke aparat desa dan Polsek Sukodadi.

Kapolsek Sukodadi, Iptu Moch. Shokep, membenarkan adanya penemuan tersebut. “Benar, kami menerima laporan dari warga sekitar pukul 08.25 WIB. Saat kami tiba di lokasi, kondisi korban sudah tidak bernyawa, dengan tangan dan kaki terikat serta wajah tertutup kain kuning,” ujar Shokep di lokasi kejadian.

Ia menambahkan, pihaknya belum dapat memastikan penyebab kematian korban. “Untuk sementara kami belum tahu apakah korban meninggal karena dibunuh atau penyebab lain. Tapi jika melihat kondisi fisiknya, ada indikasi kekerasan. Kami masih menunggu hasil autopsi dari tim forensik,” kata Shokep.

Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), petugas menemukan sejumlah barang di sekitar lokasi. Di antaranya topi yang tergeletak di dekat kaki korban, jaket parasut, sepasang sandal, gelang, alat musik petik ukulele, serta sebatang kayu balok panjang. Selain itu, sebuah tas berwarna biru berisi makanan dan pakaian ditemukan tak jauh dari posisi korban, di sisi selatan jalan nasional.

Berdasarkan pemeriksaan awal, korban mengalami luka lebam pada mata kiri dan bibir bagian atas. Darah kering juga tampak di kedua lengannya. “Posisi korban meringkuk dengan kepala tertutup kain kuning. Dari kondisi tubuhnya, kemungkinan besar korban sudah meninggal beberapa jam sebelum ditemukan,” ungkap salah satu petugas di lapangan.

Polisi kemudian mengevakuasi jasad korban ke Instalasi Forensik RSUD dr. Soegiri Lamongan untuk dilakukan autopsi dan proses identifikasi lebih lanjut.

Sementara itu, di media sosial beredar informasi yang menyebut korban bernama Arif Rahman Hakim, warga Gembung Selatan, Keduwung Barat, Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah. Namun, kepolisian belum bisa memastikan hal tersebut.

Kasi Humas Polres Lamongan, Ipda M. Hamzaid, menegaskan bahwa identitas korban masih dalam tahap pemeriksaan. “Satreskrim Polres Lamongan bersama Polsek Sukodadi masih melakukan penyelidikan dan pengumpulan bukti di lokasi. Kami belum bisa menyampaikan identitas korban karena proses identifikasi masih berlangsung,” jelasnya.

Hamzaid meminta masyarakat untuk tidak berspekulasi terkait identitas maupun penyebab kematian korban. “Kami mengimbau warga agar menunggu hasil resmi dari tim forensik. Semua informasi akan disampaikan setelah hasil autopsi dan identifikasi keluar,” ujarnya.

Hingga sore hari, petugas masih melakukan olah TKP lanjutan dan menelusuri keterangan saksi di sekitar lokasi. Polisi juga tengah memeriksa rekaman CCTV di sepanjang Jalan Nasional Lamongan–Babat untuk membantu mengungkap peristiwa yang menewaskan korban.

“Kasus ini menjadi perhatian serius. Kami berkomitmen mengusut tuntas dan segera mengungkap siapa pelaku serta motif di balik kejadian ini,” tutup Ipda Hamzaid

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi
Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter
Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit
Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan
Sengketa Sawah 3.653 M² di Lamongan Memanas, Ahli Waris Persoalkan Surat Jual Beli 1984
Tak Temukan Titik Api, Polsek Laren dan Koramil Tetap Wanti-wanti Warga Soal Karhutla di Lamongan
Polsek Laren Wanti-wanti Curanmor, Perangkat Desa di Lamongan Diminta Perkuat Kewaspadaan Warga
Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 20:40

Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi

Rabu, 16 September 2026 - 20:16

Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter

Rabu, 16 September 2026 - 20:05

Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit

Rabu, 16 September 2026 - 19:58

Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan

Rabu, 16 September 2026 - 19:12

Tak Temukan Titik Api, Polsek Laren dan Koramil Tetap Wanti-wanti Warga Soal Karhutla di Lamongan

Berita Terbaru