BANGKALAN, RadarBangsa.co.id – Upaya digitalisasi layanan publik Pemerintah Kabupaten Bangkalan kembali mendapat perhatian nasional. Jumat (21/11/2025), Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Bangkalan menerima kedatangan Tim Penilai Innovative Government Award (IGA) 2025 untuk melakukan Verifikasi Lapangan terhadap inovasi Bangga Command Center. Proses verifikasi digelar di kantor Diskominfo Bangkalan di Jalan Soekarno-Hatta No. 35 sejak pukul 09.00 WIB.
Agenda dimulai dengan penyambutan Tim Verifikasi, dilanjutkan pemutaran video pemaparan inovasi, pengecekan sistem, simulasi operasional, serta persiapan menuju Rapat Dengar Uji (RDU). Seluruh rangkaian dilakukan untuk memastikan inovasi ini berjalan efektif, berkelanjutan, dan memiliki dampak nyata bagi masyarakat.
Kepala Diskominfo Bangkalan, Zainal Alim, menjelaskan bahwa Bangga Command Center dirancang untuk memperkuat tata kelola pemerintahan berbasis data. “Inovasi ini memungkinkan Bapak Bupati memonitor kinerja OPD secara langsung. Data yang ditampilkan menggambarkan performa pelayanan maupun sektor nonpelayanan,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa inovasi tersebut membuat pola kerja lebih terukur. “Kami ingin memastikan setiap keputusan berbasis data, bukan asumsi. Karena itu integrasi sistem menjadi krusial,” tuturnya.
Bangga Command Center menampilkan sejumlah data strategis, seperti E-Walidata Kemendagri, data SDGs, Standar Pelayanan Minimal (SPM), dan Indikator Kinerja Daerah. Selain itu, sejumlah dashboard terhubung secara real time, termasuk SIM-RS RSUD Syamrabu, dashboard Dukcapil, dashboard Pendapatan Asli Daerah (PAD), serta laporan kesehatan seluruh Puskesmas.
CCTV dari Diskominfo dan Dishub juga masuk dalam sistem, memberi akses pemantauan wilayah secara langsung. Menurut Zainal, pemantauan ini sangat membantu respons cepat terhadap dinamika lapangan. “Ketika ada lonjakan kepadatan atau situasi darurat, visual ini menjadi dasar intervensi cepat,” katanya.
Bangga Command Center juga melibatkan masyarakat melalui aplikasi ABETUL. Melalui aplikasi ini, warga dapat mengirim laporan, keluhan, hingga foto pendukung. “Laporan masuk langsung ke sistem dan diteruskan ke OPD sesuai tugasnya. Masyarakat bisa memantau proses penyelesaiannya,” jelasnya. Ia menyebut sistem dua arah ini sebagai bentuk keterbukaan informasi publik.
Zainal menegaskan Bangga Command Center bukan sekadar platform digital. “Ini strategi besar untuk memastikan pelayanan publik lebih cepat, akuntabel, dan dapat dipantau. Pemerintah harus bisa diukur, dan data adalah alat ukurnya,” katanya.
Lainnya:
- Pelayanan Publik Dipertaruhkan, Personel Polsek Tikung Jalani Tes Kesehatan
- UMKM Banyuwangi Dapat HKI Murah, Produk Makin Aman
- Sumur Bor Kementan Bikin Panen Banyuwangi Meledak
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin








