Investasi Hijau Kian Mendesak, Komite III DPD RI asal Jawa Timur Lia Istifhama Ingatkan Penguatan SDM

Rabu, 3 Desember 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPD RI Lia Istifhama memaparkan pandangan soal investasi hijau dan SDM. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Anggota DPD RI Lia Istifhama memaparkan pandangan soal investasi hijau dan SDM. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

JAKARTA, RadarBangsa.co.id – Komite III DPD RI menegaskan bahwa percepatan investasi hijau hanya dapat tercapai apabila Indonesia mampu memperkuat kapasitas sumber daya manusianya. Hal ini disampaikan anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, saat membahas tantangan adaptasi sosial ekonomi dan kesiapan institusi dalam menghadapi agenda transisi energi global.

Ning Lia menyebut kondisi pemanasan global yang telah meningkatkan suhu rata-rata bumi sebesar 0,76 derajat Celsius dalam 150 tahun terakhir menjadi alarm serius bagi semua negara, termasuk Indonesia. Menurutnya, momentum ini membuka peluang besar bagi masuknya investasi hijau, namun peluang itu membutuhkan kesiapan manusia, regulasi, hingga budaya kerja yang adaptif.

“Teknologi bisa dibeli, regulasi bisa disusun, tapi tanpa kualitas manusia yang kuat, peluang investasi hijau hanya akan lewat di depan mata,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa generasi muda tidak boleh puas menjadi pengguna teknologi, melainkan harus menjadi pelaku ekonomi hijau yang inovatif dan mampu menciptakan nilai tambah.

Dalam pertemuan yang sama, perwakilan yang disebut sebagai ibu Gracia menyoroti rendahnya kualitas literasi kognitif berdasarkan hasil PISA 2022. Meskipun peringkat Indonesia naik, rata-rata skor masih berada di bawah standar global. “Numerasi bukan hanya soal akademik, tetapi kemampuan dasar untuk memahami risiko dan membuat keputusan ekonomi,” katanya. Ia menilai kemampuan numerasi akan menentukan kesiapan generasi muda mengelola industri hijau dan menghadapi perubahan struktural ekonomi.

Gracia juga mempertanyakan efektivitas penerapan perangkat manajemen risiko di BUMN. Ia menyinggung regulasi seperti Permen BUMN No. Per-5/MBU/09/2022 dan SK-6 Teknis Manajemen Risiko yang harusnya mampu meminimalkan risiko fiskal. “Kalau risk tools tidak dipatuhi, investasi apa pun akan rentan menimbulkan kerugian negara,” ujarnya.

Sementara itu, pembicara lain, Yuli, menekankan bahwa sektor komersial, termasuk BUMN pariwisata, tidak boleh hanya mengejar keuntungan. Ia mencontohkan transit panjang di bandara-bandara Indonesia Timur yang seharusnya bisa menjadi penggerak ekonomi lokal bila diintegrasikan dengan konsep pariwisata hijau. “BUMN wajib hadir sebagai agen pembangunan. Investasi hijau harus selaras dengan pembangunan daerah,” tegasnya.

Hasil PISA 2022 yang menunjukkan kenaikan posisi Indonesia pada literasi membaca, matematika, dan sains tetap menjadi pengingat bahwa perbaikan struktural masih sangat diperlukan. Banyak siswa belum mencapai kompetensi dasar, sementara proporsi siswa berprestasi tinggi masih sangat kecil. Kondisi ini dipandang sebagai ancaman bagi kesiapan SDM menghadapi transisi ekonomi hijau yang membutuhkan tenaga kerja terampil.

Forum Komite III DPD RI tersebut memunculkan benang merah bahwa isu pemanasan global, investasi hijau, kualitas pendidikan, dan tata kelola BUMN tidak dapat dipisahkan. Tanpa SDM yang kuat, manajemen risiko yang disiplin, serta literasi kognitif yang memadai, peluang besar akan sulit diwujudkan secara adil dan berkelanjutan. Ning Lia menegaskan bahwa transformasi budaya belajar dan kesadaran kolektif adalah kunci agar Indonesia tidak tertinggal dalam peta ekonomi hijau dunia.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi
Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter
Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit
Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan
Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember
Hari Jadi Pasuruan ke-1097, RSUD Bangil Gelar Baksos Medis Gratis untuk Puluhan Warga
Tiga Kali Raih Diamond Status, RSUD HMR Mataram Selamatkan 234 Pasien Stroke
95 Lukisan SBY Dipamerkan di Surabaya, Khofifah Soroti Karya tentang Tsunami Aceh

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 20:40

Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi

Rabu, 16 September 2026 - 20:16

Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter

Rabu, 16 September 2026 - 20:05

Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit

Rabu, 16 September 2026 - 19:58

Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan

Rabu, 16 September 2026 - 18:45

Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember

Berita Terbaru