BANYUWANGI, RadarBangsa.co.id – Bupati Ipuk Fiestiandani mendorong penguatan layanan kesehatan jemput bola saat menghadiri pelantikan pengurus Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Banyuwangi periode 2025–2028, Minggu (15/2/2026). Kolaborasi dan sinkronisasi data menjadi fokus untuk memastikan warga miskin dan lansia sebatang kara tidak terlewat dari layanan medis.
Dalam sambutannya, Ipuk menegaskan pentingnya integrasi data antara IDI dan Pemkab Banyuwangi. Menurutnya, IDI telah memiliki basis data warga yang rutin diperiksa. Ke depan, data tersebut perlu disinkronkan dengan data pemerintah daerah agar sasaran layanan semakin luas dan tidak tumpang tindih.
“Kalau selama ini IDI sudah memiliki data warga yang biasa diperiksa, ke depan bisa disinkronkan dengan data Pemkab sehingga layanan ini semakin meluas,” ujar Ipuk.
Program jemput bola rawat warga sendiri telah dijalankan Pemkab sejak 2018. Skema ini menyasar warga miskin, lansia terlantar, dan mereka dengan keterbatasan mobilitas melalui kunjungan rumah oleh dokter dan tenaga kesehatan. Pemeriksaan, pengobatan, pemantauan penyakit kronis, edukasi keluarga, hingga rujukan terintegrasi dilakukan langsung di kediaman pasien.
Ipuk menekankan agar tidak ada hambatan layanan, termasuk bagi warga dengan kepesertaan BPJS nonaktif. Ia meminta tenaga medis tetap mengedepankan pendekatan humanis.
“Layani semuanya dengan baik, tidak boleh menolak pasien,” tegasnya.
Pemkab juga mengapresiasi peran IDI dalam mendukung agenda strategis daerah, termasuk program penanggulangan kemiskinan melalui Banyuwangi Berbagi. Sinergi pemerintah dan organisasi profesi dinilai krusial untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat secara merata.
Ketua IDI Cabang Banyuwangi 2025–2028, dr Widji Lestariono, menyatakan komitmen organisasinya untuk memperkuat kolaborasi. “Kami siap berkolaborasi dengan Pemkab mewujudkan pelayanan yang bermutu dan adil bagi masyarakat,” ujarnya.
Dengan kepengurusan baru, Pemkab berharap IDI semakin solid dan adaptif dalam menjawab tantangan layanan kesehatan, terutama bagi kelompok rentan yang membutuhkan perhatian berkelanjutan.
Lainnya:
- Bupati Lamongan Tancap Gas Reformasi Birokrasi, 34 Pejabat Resmi Dilantik
- Bupati Lamongan Lantik 34 Pejabat, Dorong Percepatan Layanan Publik dan Birokrasi Efektif
- 1.239 Jemaah Haji Sidoarjo Berangkat, Wabup Tekankan Kesehatan
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin








