Jembatan Godog Lamongan Ambles, Akses Vital Warga Terputus Total

Jumat, 21 November 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kondisi jembatan Godog di Talunrejo yang ambles pada Rabu (19/11/2025), menutup akses utama warga menuju Kedungadem, Bojonegoro. Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id

Kondisi jembatan Godog di Talunrejo yang ambles pada Rabu (19/11/2025), menutup akses utama warga menuju Kedungadem, Bojonegoro. Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id

LAMONGAN, RadarBangsa.co.id – Akses vital bagi warga Lamongan dan Bojonegoro terganggu setelah Jembatan Godog di Dusun Godog, Desa Talunrejo, Kecamatan Bluluk, Kabupaten Lamongan, ambles pada Rabu (19/11/2025). Peristiwa ini memutus jalur utama menuju Desa Kedung, Kecamatan Kedungadem, sehingga aktivitas harian masyarakat, termasuk sekolah dan perdagangan, terdampak signifikan.

Kepala Desa Talunrejo, Sutikno, menyatakan kerusakan terjadi sekitar pukul 11.45 WIB. Ia menjelaskan fondasi jembatan tidak mampu menahan derasnya aliran sungai akibat hujan intensitas tinggi sejak siang hari.

“Curah hujan sangat deras. Akhirnya jembatan Godog di Talunrejo roboh terseret derasnya air,” kata Sutikno, Kamis (20/11/2025).

Jembatan sepanjang 30 meter itu selama ini menjadi penghubung utama antara warga Talunrejo dan Kedung. Setiap hari, jalur tersebut dilalui warga untuk bekerja, berdagang, dan pelajar yang pergi ke sekolah.

Akibat amblesnya jembatan, seluruh kendaraan, baik roda dua maupun roda empat, tidak dapat melintas. Warga kini terpaksa menempuh jalur alternatif dengan jarak tambahan sekitar lima kilometer, yang menimbulkan waktu tempuh lebih lama dan biaya transportasi meningkat.

“Saat ini masyarakat harus memutar melalui akses lain yang jaraknya cukup jauh, sekitar lima kilometer. Hal ini tentu menyulitkan aktivitas sehari-hari,” ujar Sutikno.

Warga berharap Pemerintah Kabupaten Lamongan segera melakukan penanganan darurat, termasuk pembangunan jembatan baru, agar mobilitas masyarakat kembali normal dan dampak sosial-ekonomi dapat diminimalkan.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi
Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter
Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit
Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan
Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember
Hari Jadi Pasuruan ke-1097, RSUD Bangil Gelar Baksos Medis Gratis untuk Puluhan Warga
Tiga Kali Raih Diamond Status, RSUD HMR Mataram Selamatkan 234 Pasien Stroke
95 Lukisan SBY Dipamerkan di Surabaya, Khofifah Soroti Karya tentang Tsunami Aceh

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 20:40

Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi

Rabu, 16 September 2026 - 20:16

Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter

Rabu, 16 September 2026 - 20:05

Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit

Rabu, 16 September 2026 - 19:58

Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan

Rabu, 16 September 2026 - 18:45

Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember

Berita Terbaru