Jerry Massie: Tak Perlu Protes, Kebijakan Ini Selamatkan Hotel dan Umkm

Jumat, 13 Juni 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Eksekutif Political and Public Policy Studies (P3S) Jerry Massie | Dok Foto Pribadi/Ho RadarBangsa

Direktur Eksekutif Political and Public Policy Studies (P3S) Jerry Massie | Dok Foto Pribadi/Ho RadarBangsa

JAKARTA, RadarBangsa.co.id – Pengamat kebijakan publik Jerry Massie menilai kebijakan pemerintah yang kembali mengizinkan pemerintah daerah (pemda) menggelar rapat di hotel merupakan langkah yang tepat dan tidak perlu diperdebatkan.

Menurut Direktur Eksekutif Political and Public Policy Studies (P3S) itu, kebijakan ini justru memberikan angin segar bagi pelaku usaha perhotelan yang sempat terpuruk akibat pembatasan anggaran pemerintah.

“Banyak hotel yang nyaris gulung tikar, terutama di Jawa Barat. Sejak adanya efisiensi anggaran, banyak alokasi dari APBN yang dipangkas, termasuk untuk kegiatan rapat di hotel dan fasilitas menginap bagi pejabat negara,” ujar Jerry melalui pesan singkat yang diterima redaksi, Kamis (12/6/2025).

Ia mengungkapkan, berdasarkan informasi yang diterimanya, terdapat penurunan aktivitas perhotelan hingga 60 persen sejak kebijakan larangan rapat di hotel diberlakukan. Namun kini, para pengusaha hotel mulai bernapas lega seiring pelonggaran tersebut.

“Dengan kebijakan baru ini, pemerintah mengalokasikan anggaran kembali. Misalnya, Rp9,3 juta untuk akomodasi menteri di hotel,” ungkapnya.

Jerry menambahkan, pelonggaran ini juga berdampak positif terhadap nasib para pekerja di sektor perhotelan, katering, hingga restoran yang sebelumnya terancam pemutusan hubungan kerja (PHK).

“Saya menilai langkah ini sudah tepat dan tidak perlu menuai protes. Apa yang dilakukan oleh pemerintah, khususnya Presiden dan Wakil Presiden terpilih, berpihak pada rakyat, bukan membebani,” tegasnya.

Sebelumnya, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) resmi memberikan relaksasi kebijakan dengan kembali mengizinkan pemda menyelenggarakan kegiatan seperti rapat dan pertemuan di hotel.

Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya menyebut, keputusan ini didasari dua pertimbangan utama. Pertama, realisasi belanja pemda yang masih rendah berdasarkan data Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD).

“Angka belanja belum sesuai target,” kata Bima Arya, Senin (9/6/2025).

Kedua, lanjutnya, data dari Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) menunjukkan terjadi penurunan signifikan pada kinerja sektor perhotelan. Larangan kegiatan pemda di hotel membuat tingkat hunian serta frekuensi kegiatan menurun drastis, berdampak pada meningkatnya risiko PHK dan merosotnya ekosistem pendukung seperti jasa katering dan transportasi.

“Hal ini turut memukul ekosistem pendukung yang berkontribusi pada ekonomi daerah,” ujarnya.

Atas dasar itu, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian memutuskan untuk memberikan kelonggaran, agar pemda kembali bisa menggelar kegiatan di hotel. Tujuannya, mendorong roda perekonomian lokal dan meningkatkan serapan anggaran.

“Pak Mendagri ingin belanja pemerintah daerah lebih optimal dan pertumbuhan ekonomi di daerah bisa ditingkatkan,” jelas Bima.

Meski demikian, Kemendagri menegaskan bahwa kegiatan di hotel harus dilaksanakan secara selektif, dengan mempertimbangkan substansi dan urgensi.

“Kepala daerah tentu memiliki pertimbangan dalam menyusun prioritas. Namun prinsip kehati-hatian dan efektivitas anggaran tetap harus dikedepankan,” pungkasnya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan
Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak
PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan
PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani
DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi
Gus Iqdam di Pasuruan: Serukan Ilmu, Akhlak, dan Sedekah
Paripurna, Fraksi Golkar DPRD Ngawi Soroti Defisit RAPBD 2027, Usulkan Stadion Baru Berkapasitas 40.000 Penonton
HKG PKK ke-54, Luthfiana Lukman Hakim Perkuat Peran Keluarga di Bangkalan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 23:43

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:38

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:36

PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:47

PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:31

DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi

Berita Terbaru