SURABAYA, RadarBangsa.co.id – Antusiasme ratusan mahasiswa memenuhi Hall A Lantai 5 Gedung FISIP Kampus B Universitas Airlangga Surabaya saat JNE menggelar Creative Workshop “Think Creative: Dari Ide Jadi Karya Penuh Cerita”, Selasa (19/5/2026).
Surabaya menjadi kota terakhir dalam rangkaian roadshow nasional yang sebelumnya digelar di sejumlah kota besar di Indonesia. Penutupan di Kota Pahlawan ini sekaligus menegaskan besarnya perhatian terhadap perkembangan industri kreatif di kalangan generasi muda.
Di tengah derasnya arus digital dan persaingan konten di media sosial, workshop ini hadir menjawab kebutuhan mahasiswa untuk memiliki kemampuan storytelling, fotografi, dan penulisan kreatif yang lebih kuat.
Kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah praktisi sekaligus juri JNE Content Competition 2026. Mereka antara lain Martha Suherman, Kang Maman, Suryanto, dan Imron Mawardi. Diskusi dipandu dosen Ilmu Komunikasi UNAIR, Angga Prawadika Aji S.I.P., M.A.
Branch Manager JNE Surabaya, Adhitya Rizkiwahana, mengatakan workshop ini menjadi bentuk nyata dukungan JNE terhadap lahirnya generasi kreatif yang mampu bersaing di era digital.
“Melalui Creative Workshop ini, kami ingin membuka ruang belajar sekaligus inspirasi bagi mahasiswa agar mampu mengembangkan ide menjadi karya yang memiliki cerita dan nilai,” ujarnya.
Ia menilai kreativitas anak muda memiliki kekuatan besar untuk menentukan masa depan industri kreatif Indonesia. Karena itu, ruang kolaborasi antara dunia usaha dan kampus dinilai semakin penting.
Tak hanya berbagi materi, kegiatan ini juga menghadirkan suasana diskusi yang lebih dekat dengan realitas industri kreatif. Para peserta diajak memahami bagaimana sebuah karya bisa memiliki dampak luas jika dikemas dengan narasi yang kuat dan relevan.
Dekan FISIP UNAIR, M. Muttaqien, S.IP., MA., Ph.D., menyebut kolaborasi antara kampus dan industri seperti ini menjadi kebutuhan mendesak di tengah perubahan dunia kerja yang semakin cepat.
“Kami menyambut baik kolaborasi ini sebagai bagian dari upaya kampus dalam mendorong mahasiswa untuk tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kreatif dan adaptif terhadap perkembangan industri kreatif,” katanya.
Menurutnya, mahasiswa saat ini tidak cukup hanya memiliki kemampuan teori. Dunia industri membutuhkan talenta yang mampu berpikir kreatif, komunikatif, dan cepat beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital.
Dalam kesempatan tersebut, JNE dan UNAIR juga menandatangani Memorandum of Agreement (MoA) sebagai langkah memperkuat kerja sama antara dunia pendidikan dan dunia usaha.
Selain mendapatkan materi praktis seputar fotografi dan penulisan kreatif, peserta juga memperoleh e-certificate, goodie bag, hingga snack selama kegiatan berlangsung.
SVP Marketing Group Head JNE, Eri Palgunadi, yang turut hadir dalam agenda media gathering bersama jurnalis Surabaya, menegaskan pentingnya ruang kreatif bagi anak muda untuk berkembang.
“JNE percaya kreativitas anak muda dapat menjadi kekuatan besar yang memberikan dampak positif bagi masyarakat,” pungkasnya.
Editor : Zainul Arifin


















Komentar