SDOARJO, RadarBangsa.co.id – Komitmen PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE) dalam mendukung kebutuhan logistik nasional terus diperluas, termasuk di sektor layanan kesehatan. Melalui unit layanan ROKET Indonesia, JNE kini menghadirkan layanan pengantaran obat di Rumah Sakit Umum (RSU) Aisyiyah Siti Fatimah, Tulangan, Sidoarjo.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya mempercepat distribusi obat bagi pasien rawat jalan maupun keluarga pasien yang tidak memiliki waktu untuk mengantre langsung di apotek rumah sakit.
“Layanan ini sudah kami jalankan sejak 25 Maret 2025. Tujuannya agar pasien bisa menerima obat di hari yang sama tanpa harus menunggu lama atau kembali ke rumah sakit,” ungkap Kepala Cabang Utama JNE Sidoarjo, Ninil Indrasari, dalam keterangannya, Selasa (15/7/2025).
Menurut Ninil, kerja sama antara JNE dan pihak rumah sakit mengandalkan layanan ROKET Indonesia, yakni sistem pengiriman instan dalam kota dengan cakupan maksimal 10 kilometer dan bobot hingga 7 kilogram. Layanan yang diluncurkan pada 2022 ini kini sudah tersedia di lebih dari 54 kota besar di Indonesia, dan dapat diakses melalui aplikasi di Play Store.
Dengan biaya pengiriman Rp12.000, pasien cukup memesan melalui sistem layanan RSU dan aplikasi ROKET untuk kemudian mendapatkan obat langsung ke rumah. “Ini sangat membantu, terutama sejak pandemi Covid-19, saat kebutuhan akan layanan non-tatap muka meningkat tajam,” jelas Ninil.
Adapun cakupan wilayah pengiriman mencakup Kecamatan Tulangan, Krembung, Tanggulangin, Wonoayu, Candi, Prambon, Sukodono, hingga Porong. Selain RSU Aisyiyah Siti Fatimah, layanan serupa juga diterapkan di RS Bhayangkara Pusdik Sabhara Porong.
Direktur RSU Aisyiyah Siti Fatimah, dr. Tjatur Prijambodo, M.Kes., menyambut baik inovasi ini. Ia menyebut layanan antar obat sebagai bagian dari transformasi pelayanan yang lebih ramah pasien dan berbasis teknologi.
“Sejak kerja sama dimulai, permintaan terhadap layanan antar obat terus meningkat. Ini menunjukkan antusiasme masyarakat terhadap sistem layanan yang efisien dan nyaman,” ujar dr. Tjatur.
Menurutnya, dalam beberapa hari sejak diluncurkan, jumlah pengiriman obat bisa mencapai puluhan paket per hari. Ia berharap layanan ini tidak hanya mempercepat proses distribusi, tetapi juga menjadi bagian dari peningkatan mutu pelayanan kesehatan di Kabupaten Sidoarjo.
Lainnya:
- Bupati Lamongan Tancap Gas Reformasi Birokrasi, 34 Pejabat Resmi Dilantik
- Bupati Lamongan Lantik 34 Pejabat, Dorong Percepatan Layanan Publik dan Birokrasi Efektif
- 1.239 Jemaah Haji Sidoarjo Berangkat, Wabup Tekankan Kesehatan
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin








