Menteri PPPA Apresiasi Inisiatif Progresif Gubernur Khofifah

Rabu, 30 Juli 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat menyampaikan komitmen memperkuat perlindungan perempuan dan anak melalui kerja sama multisektor di Taman Candra Wilwatikta, Pasuruan, Selasa (29/7). Foto Dok Ho/RadarBangsa

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat menyampaikan komitmen memperkuat perlindungan perempuan dan anak melalui kerja sama multisektor di Taman Candra Wilwatikta, Pasuruan, Selasa (29/7). Foto Dok Ho/RadarBangsa

SURABAYA, RadarBangsa.co.id – Langkah progresif Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam membangun ekosistem perlindungan perempuan dan anak mendapatkan pujian dari Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Republik Indonesia, Arifah Fauzi. Ia menyebut inisiatif yang digagas Gubernur Khofifah Indar Parawansa ini sebagai terobosan pertama di Indonesia yang melibatkan kerja sama lintas sektor secara menyeluruh.

Terobosan tersebut dikukuhkan melalui penandatanganan Kesepakatan Bersama tentang Pemenuhan Perlindungan Hak Perempuan dan Anak di Jawa Timur Tahun 2025, yang digelar di Taman Candra Wilwatikta, Pandaan, Kabupaten Pasuruan, Selasa (29/7). Kesepakatan itu turut disaksikan langsung oleh Menteri PPPA Arifah Fauzi dan Ketua Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Surabaya, Zulkarnain.

Inisiatif kolaboratif ini melibatkan berbagai elemen, mulai dari Kepala Dinas P3AK Provinsi Jatim, Panitera PTA Surabaya, organisasi perempuan seperti PW Muslimat NU, Fatayat NU, Aisyiyah, hingga Nasyiatul Aisyiyah Jatim.

Secara serentak, penandatanganan serupa juga dilakukan oleh Kepala Dinas P3AK dari seluruh kabupaten/kota di Jatim bersama Ketua Pengadilan Agama masing-masing daerah.

Gubernur Khofifah menegaskan bahwa kerja sama ini bukan sekadar simbolis, tetapi merupakan langkah nyata untuk memperkuat sinergi lintas sektor dalam menciptakan sistem perlindungan yang inklusif dan berkeadilan.

“Kolaborasi adalah kunci. Kita ingin membangun sistem perlindungan perempuan dan anak yang tidak fragmentatif, tetapi terintegrasi dan partisipatif,” ujar Khofifah.

Ia juga menekankan pendekatan pentahelix sebagai fondasi kebijakan ini — melibatkan unsur pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, media, serta masyarakat sipil.

“Isu kekerasan terhadap perempuan dan anak bukan hanya masalah moral atau sosial, tetapi juga menuntut respons hukum, psikologis, dan budaya secara simultan,” tambahnya.

Khofifah juga menyoroti pentingnya keberpihakan pada korban melalui pendekatan proaktif: pencegahan, edukasi, dan pelayanan yang mudah diakses publik.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Khofifah mengutip data Pengadilan Tinggi Agama Surabaya yang menunjukkan tingginya angka perceraian di Jatim. Mayoritas gugatan perceraian berasal dari pihak istri, mencerminkan kerentanan perempuan dalam perkawinan, baik secara ekonomi, psikologis, maupun sosial.

Data menunjukkan, jumlah perkara perceraian di Jatim mencapai 79.270 kasus pada 2023, 79.309 kasus pada 2024, dan 38.087 kasus sepanjang Januari hingga Juni 2025.

Sementara itu, angka permohonan dispensasi kawin juga tergolong tinggi meski cenderung menurun: 15.095 kasus pada 2022, 12.334 pada 2023, dan 8.753 sepanjang 2024. Mayoritas kasus melibatkan anak perempuan, dan sebagian besar berkaitan dengan kehamilan remaja serta tekanan norma budaya.

“Kami mengapresiasi keterbukaan data dari Pengadilan Tinggi Agama serta inovasi pengadilan agama di daerah yang terus berbenah menyediakan layanan pasca-perceraian,” ujar Khofifah.

Ia mengajak seluruh pihak menjadikan kesepakatan ini sebagai tanggung jawab bersama untuk menjadikan Jawa Timur sebagai rumah aman bagi perempuan dan anak.

> “Masa depan Jawa Timur tak hanya bergantung pada pertumbuhan ekonomi atau infrastruktur, tapi juga pada bagaimana kita memperlakukan perempuan dan anak hari ini,” tandasnya.

“Terima kasih untuk semua pihak. Mari kita bangun Jatim sebagai tempat yang adil bagi semua. Di mana hukum melindungi yang lemah dan kebijakan berpihak pada yang tak bersuara,” tutup Khofifah.

Menteri PPPA RI Arifah Fauzi menyebut model kerja sama yang dilakukan Pemprov Jatim ini sebagai pionir di tingkat nasional.

“Inisiatif semacam ini patut menjadi role model nasional untuk perlindungan perempuan dan anak yang berkelanjutan,” kata Arifah.

Ia juga menyampaikan terima kasih atas kolaborasi berbagai pihak, dari pemerintah daerah hingga lembaga peradilan agama.

“Terima kasih Gubernur Khofifah, Pengadilan Tinggi Agama, dan semua pihak yang ikut berkontribusi dalam mewujudkan generasi hebat dan berkualitas menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya.

Senada, Ketua PTA Surabaya, Zulkarnain, turut mengapresiasi kecepatan respon Gubernur Khofifah dalam menindaklanjuti hasil audiensi mereka.

“Hari Jumat lalu kami audiensi, hari Selasa ini sudah direalisasikan. Kami sampaikan terima kasih setinggi-tingginya atas dukungan penuh dari Gubernur,” ucap Zulkarnain.

Ia berharap, kerja sama ini dapat terus diperluas dan diperkuat di masa mendatang demi perlindungan yang lebih komprehensif.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember
95 Lukisan SBY Dipamerkan di Surabaya, Khofifah Soroti Karya tentang Tsunami Aceh
Sidoarjo Jadi Daerah Percontohan InCircular, Subandi Dorong Pengelolaan Sampah dari Hulu
Kemnaker Seleksi Peserta MagangHub Batch 2 Angkatan II, Mulai Magang 21 September
Kemnaker-Baznas Perluas Akses Kerja Inklusif, Disabilitas hingga Magang ke Jepang
Pemerintah Tetapkan 26 Hari Libur 2027, Ini Aturan Kerja dan Cuti Bersamanya
Khofifah Percepat BSPS di Jatim, 12.371 Rumah Sudah Masuk Tahap Konstruksi
RSUD H. Moh. Ruslan Mataram Siapkan One Stop Service Pemeriksaan Calon Jemaah Haji 2027

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 18:45

Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember

Rabu, 16 September 2026 - 17:58

95 Lukisan SBY Dipamerkan di Surabaya, Khofifah Soroti Karya tentang Tsunami Aceh

Rabu, 16 September 2026 - 13:08

Sidoarjo Jadi Daerah Percontohan InCircular, Subandi Dorong Pengelolaan Sampah dari Hulu

Rabu, 16 September 2026 - 09:43

Kemnaker Seleksi Peserta MagangHub Batch 2 Angkatan II, Mulai Magang 21 September

Rabu, 16 September 2026 - 09:38

Kemnaker-Baznas Perluas Akses Kerja Inklusif, Disabilitas hingga Magang ke Jepang

Berita Terbaru