Jumat Curhat Satreskrim Polres Lamongan : Tak Ada Orang Kaya karena Judi

Jumat, 4 Juli 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana kegiatan Jumat Curhat Satreskrim Polres Lamongan di Café Hutan Kota, Jumat (4/7/2025).  | Dok Foto Ho/RadarBangsa

Suasana kegiatan Jumat Curhat Satreskrim Polres Lamongan di Café Hutan Kota, Jumat (4/7/2025). | Dok Foto Ho/RadarBangsa

LAMONGAN, RadarBangsa.co.id – Dalam upaya memberantas praktik judi online yang kian meresahkan masyarakat, Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lamongan menggelar kegiatan Jumat Curhat pada Jumat (4/7/2025) di Café Hutan Kota, Jalan KH. Ahmad Dahlan, Kelurahan Jetis, Kecamatan/Kabupaten Lamongan.

Kegiatan ini menjadi sarana komunikasi terbuka antara aparat kepolisian dan masyarakat, khususnya dalam membahas persoalan hukum dan kriminalitas yang berkembang di tengah warga. Fokus utama Jumat Curhat kali ini adalah penyuluhan dan diskusi seputar bahaya serta penindakan terhadap praktik judi online yang semakin marak terjadi.

Hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah perwira Satreskrim Polres Lamongan, di antaranya IPTU M. Yusuf Efendi, S.T., M.M. selaku KBO Satreskrim, IPTU Sunandar, S.H., M.H. selaku Kanit 1 Pidum, serta IPDA Wahyudi Eko Afandi, S.H., M.H. dari Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA).

Dalam sambutannya, IPTU M. Yusuf Efendi menyampaikan bahwa kegiatan Jumat Curhat rutin digelar setiap minggu sebagai wadah untuk menampung aspirasi, keluhan, serta masukan dari masyarakat secara langsung. Ia juga menjelaskan bahwa Satreskrim terdiri dari enam unit yang masing-masing menangani jenis tindak pidana berbeda, termasuk unit cyber crime yang menangani kasus judi online.

Sementara itu, IPTU Sunandar memberikan edukasi mengenai berbagai bentuk perjudian, baik konvensional seperti judi remi, dadu, dan sabung ayam, maupun bentuk digital yang kini menjamur melalui aplikasi dan situs daring.

“Judi online adalah kegiatan untung-untungan yang sangat merugikan. Tidak ada orang kaya karena berjudi—yang ada justru hidupnya hancur,” tegasnya.

Dalam sesi tanya jawab, Arif dari Simbatan bertanya apakah seseorang yang telah berhenti berjudi online tetap bisa dikenai sanksi hukum. Menanggapi pertanyaan tersebut, IPTU Sunandar menjelaskan bahwa riwayat digital tetap menjadi dasar pertimbangan hukum.

“Jika dari riwayat digital terbukti masih ada aktivitas perjudian, meski sudah berhenti, tetap dapat diproses hukum sesuai ketentuan yang berlaku,” ujarnya.

Setyawan dari Jetis turut menanyakan mekanisme penangkapan terhadap pelaku judi online. IPTU Sunandar menjelaskan bahwa tindakan penegakan hukum diawali dari pengumpulan informasi dan pengecekan lokasi hingga pelaksanaan penangkapan dengan surat perintah resmi.

“Penindakan kami lakukan berdasarkan data dan laporan masyarakat. Setelah lokasi dan pelaku teridentifikasi, kami tindak lanjuti dengan langkah hukum sesuai prosedur,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa dampak judi online tidak hanya menyangkut aspek ekonomi dan psikologis, tetapi juga bisa mendorong seseorang melakukan tindak kriminal lanjutan, seperti pencurian atau penggelapan.

“Banyak pelaku yang akhirnya nekat mencuri atau melakukan tindak kriminal lain demi membayar kekalahan judi. Ini jelas sangat merusak,” tambahnya.

Sementara itu, Jaya Satya Pambudi, mahasiswa Universitas Islam Darul ’Ulum (Unisda), menanyakan ancaman pidana yang dapat dikenakan terhadap pelaku judi online. IPTU Sunandar menerangkan bahwa sanksi hukum terhadap pelaku cukup berat, meskipun vonis yang dijatuhkan bergantung pada proses peradilan.

“Ancaman hukuman maksimalnya bisa mencapai 10 tahun penjara. Namun, berdasarkan data terakhir, rata-rata tuntutan yang diajukan Kejaksaan Agung untuk kasus judi online saat ini berkisar 1 tahun 4 bulan,” ungkapnya.

Kegiatan ditutup dengan penegasan bahwa judi online tidak membawa manfaat apa pun, justru menimbulkan kerugian besar baik secara lahiriah maupun batiniah. Masyarakat diimbau untuk tidak ragu melapor apabila mengetahui praktik judi online di lingkungan sekitar.

“Kami siap menerima laporan. Mencegah lebih baik daripada menyesal,” tegas IPTU Sunandar.

Ia juga menitipkan pesan kepada generasi muda agar menjauhi praktik perjudian dan fokus menjadi pribadi yang taat hukum, rajin beribadah, serta turut menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Beras SPHP Dibeli Rp1.750, Dijual Rp12.200 per Kg, 4 Tersangka Ditangkap
Polisi Ungkap Pencurian Dana BNI Rp42,05 Juta di Ukui
Truk Hilang di Paciran, Terduga Pelaku Diamankan Polisi di Blora
Cekcok Soal Cincin Tunangan Berujung Penusukan di Lamongan
Polres Lamongan Ungkap Peredaran Sabu di Tikung, Dua Tersangka Diamankan
Pengoplosan LPG Subsidi di Pasuruan Terbongkar, 8 Orang Jadi Tersangka
Pengeroyokan Remaja di Lamongan, 5 Terduga Pelaku Diamankan
Berawal dari Masalah Kaos Kaki Siswa, Kepala MI di Lamongan Diduga Dipukul

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:03

Beras SPHP Dibeli Rp1.750, Dijual Rp12.200 per Kg, 4 Tersangka Ditangkap

Kamis, 29 Oktober 2026 - 11:44

Polisi Ungkap Pencurian Dana BNI Rp42,05 Juta di Ukui

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:27

Truk Hilang di Paciran, Terduga Pelaku Diamankan Polisi di Blora

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:28

Cekcok Soal Cincin Tunangan Berujung Penusukan di Lamongan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 22:39

Polres Lamongan Ungkap Peredaran Sabu di Tikung, Dua Tersangka Diamankan

Berita Terbaru