Kekeringan Blitar Meluas, Gubernur Khofifah Salurkan 120 Rit Air Bersih

Minggu, 6 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat menyalurkan bantuan air bersih bagi warga terdampak kekeringan di Desa Margomulyo, Kabupaten Blitar, Sabtu (5/9). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat menyalurkan bantuan air bersih bagi warga terdampak kekeringan di Desa Margomulyo, Kabupaten Blitar, Sabtu (5/9). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

BLITAR, RadarBangsa.co.id – Kekeringan yang berlangsung selama berbulan-bulan membuat puluhan ribu keluarga di Kabupaten Blitar kesulitan mendapatkan air bersih. Pemerintah Provinsi Jawa Timur merespons kondisi tersebut dengan menyalurkan bantuan 120 rit air bersih untuk masyarakat terdampak.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa turun langsung menyalurkan bantuan tersebut di Desa Margomulyo, Dusun Rampalombo, Kecamatan Panggungrejo, Kabupaten Blitar, Sabtu (5/9). Dalam kegiatan itu, Khofifah didampingi Bupati Blitar Rijanto dan Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto.

Bantuan air bersih tersebut disiapkan untuk membantu 38.270 kepala keluarga atau 98.946 jiwa yang terdampak kekeringan di tujuh kecamatan. Wilayah itu meliputi Kecamatan Bakung, Binangun, Kademangan, Panggungrejo, Sutojayan, Wates, dan Wonotirto.

Selain air bersih, Pemprov Jatim turut menyalurkan 90 unit tandon berkapasitas 1.200 liter dan 250 unit jerigen dengan kapasitas masing-masing 15 liter.

Khofifah mengatakan penyaluran bantuan merupakan bagian dari upaya Pemprov Jatim melalui BPBD untuk memastikan masyarakat tetap memperoleh akses terhadap air bersih sebagai kebutuhan dasar selama musim kemarau.

“Sebetulnya sudah ada 24 Kab/Kota di Jatim yang sudah menerbitkan surat keputusan kedaruratan pada musim kemarau ini, hari ini yang kita lakukan adalah bagian dari upaya yang dilakukan Bupati Blitar dan Kabupaten lainnya,” kata Khofifah.

Khusus di Desa Margomulyo, sebanyak 40 KK atau 162 jiwa warga terdampak menerima dropping air bersih sebanyak 17.000 liter. Di lokasi tersebut juga diserahkan tiga unit tandon berkapasitas 1.200 liter serta 40 unit jerigen berkapasitas 15 liter.

Menurut Khofifah, kondisi kekeringan pada musim kemarau yang cukup ekstrem dan panjang telah berdampak langsung terhadap pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat.

“Kita memberikan substitusi support supply air karena memang kekeringan yang terjadi pada musim kemarau yang cukup ekstrim dan panjang berdampak pada pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat,” terangnya.

Karena itu, BPBD Provinsi Jatim telah menyiapkan sejumlah pola penjangkauan untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga terdampak.

“Oleh karena itu, BPBD Provinsi Jatim sudah menyiapkan berbagai format penjangkauan untuk bisa memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat,” lanjutnya.

Di tengah kondisi tersebut, Khofifah juga mengajak masyarakat memperbanyak ikhtiar, termasuk melalui pelaksanaan Salat Istisqa untuk memohon turunnya hujan.

“Oleh karenanya, kalau komunitas yang memungkinkan untuk bisa menyegerakan sholat istisqa’ akan menjadi sangat baik, karena sholat istisqa’ adalah ibadah untuk memohon pada Allah agar segera menurunkan hujan,” bebernya.

Selain itu, Pemprov Jatim telah melakukan koordinasi mengenai kemungkinan pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sebagai salah satu upaya menghadapi kondisi kekeringan.

Khofifah menjelaskan OMC dapat dilakukan dengan menyesuaikan kondisi pergerakan awan. Saat musim hujan, operasi tersebut dapat diarahkan agar hujan turun di wilayah yang diharapkan. Sebaliknya, ketika awan bergerak ke daratan, OMC dapat dilakukan untuk membantu memicu turunnya hujan.

“Hari ini sebaliknya, beberapa hari lalu, kita mendapatkan informasi kemungkinan sudah ada yang bergerak, jadi bisa lakukan OMC, maka awan yang masuk ke daratan itu bisa turun menjadi hujan,” jelasnya.

Bagi warga yang terdampak, bantuan air bersih menjadi kebutuhan yang sangat berarti. Katinem, lansia warga Dusun Rampalombo, Desa Margomulyo, mengatakan kekeringan membuat sumur warga surut sehingga sebagian masyarakat harus membeli air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Tiap tahun kalau setiap kemarau itu pasti kekeringan, sumurnya surut jadi saya beli air, pokoknya 1 tandon itu harganya 80-100 ribu itu bisa dipakai beberapa hari,” kata Katinem.

Ia mengaku bersyukur mendapat bantuan air bersih dari Pemprov Jatim. Air tersebut digunakan untuk berbagai kebutuhan rumah tangga, mulai dari memasak hingga mandi.

“Alhamdulillah disambangi dikasih bantuan Ibu Khofifah senang sekali, bantuan air bersihnya untuk masak, mandi dan keperluan lainnya,” pungkasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Khofifah juga memberikan bantuan sembako bagi masyarakat dan anak-anak di Desa Margomulyo, Dusun Rampalombo, Kecamatan Panggungrejo, Kabupaten Blitar.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit
Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan
Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember
Hari Jadi Pasuruan ke-1097, RSUD Bangil Gelar Baksos Medis Gratis untuk Puluhan Warga
Tiga Kali Raih Diamond Status, RSUD HMR Mataram Selamatkan 234 Pasien Stroke
95 Lukisan SBY Dipamerkan di Surabaya, Khofifah Soroti Karya tentang Tsunami Aceh
PERWOSI Lamongan Periode 2025–2029 Dilantik, Bidik Atlet Perempuan hingga Pelosok Desa
Produksi Garam Lamongan Baru 1.317 Ton, Pemkab Optimistis Kejar Target 20.000 Ton

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 20:05

Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit

Rabu, 16 September 2026 - 19:58

Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan

Rabu, 16 September 2026 - 18:45

Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember

Rabu, 16 September 2026 - 18:13

Hari Jadi Pasuruan ke-1097, RSUD Bangil Gelar Baksos Medis Gratis untuk Puluhan Warga

Rabu, 16 September 2026 - 18:03

Tiga Kali Raih Diamond Status, RSUD HMR Mataram Selamatkan 234 Pasien Stroke

Berita Terbaru