Kemnaker Dorong Hubungan Industrial Harmonis, PKB XI Telkom Jadi Model Kesejahteraan Pekerja dan Kinerja Perusahaan

Kamis, 21 Mei 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menghadiri penandatanganan PKB XI PT Telkom Indonesia di Jakarta, Senin (18/5/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menghadiri penandatanganan PKB XI PT Telkom Indonesia di Jakarta, Senin (18/5/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

JAKARTA, RadarBangsa.co.id – Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan menegaskan komitmennya menjaga keseimbangan antara pertumbuhan industri dan kesejahteraan pekerja di tengah tantangan dunia kerja yang semakin kompetitif.

Komitmen tersebut disampaikan Menteri Ketenagakerjaan Yassierli usai menyaksikan penandatanganan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) XI antara manajemen PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk dan Serikat Karyawan Telkom di Jakarta, Senin (18/5/2026).

Dalam kesempatan itu, Yassierli menekankan bahwa keberhasilan perusahaan tidak boleh dipisahkan dari perlindungan hak dan kesejahteraan pekerja. Menurutnya, hubungan industrial modern harus dibangun melalui kolaborasi, bukan konfrontasi.

“Kami pemerintah selalu punya prinsip bahwa industrinya harus maju dan pekerjanya sehati dengan industri. Industri harus maju dan pekerjanya harus sejahtera. Menemukan rumusan itu tentu tidak mudah, tetapi itu yang terus kami upayakan,” ujar Yassierli.

Ia mengakui tantangan dunia kerja saat ini semakin kompleks seiring perkembangan teknologi, transformasi digital, dan perubahan pola industri. Karena itu, pemerintah terus menyempurnakan regulasi ketenagakerjaan agar mampu menyesuaikan dinamika ekonomi sekaligus memberi perlindungan maksimal kepada pekerja.

“Pemerintah memiliki tanggung jawab konstitusional memastikan seluruh pekerja Indonesia memperoleh hak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak. Itu sebabnya regulasi ketenagakerjaan terus kami perkuat agar adaptif terhadap perubahan zaman,” katanya.

Menurut Yassierli, keberadaan Perjanjian Kerja Bersama bukan sekadar dokumen administratif, tetapi instrumen penting membangun hubungan industrial yang sehat dan berkelanjutan.

Menaker juga mendorong transformasi peran serikat pekerja agar lebih strategis dalam membangun inovasi perusahaan. Ia berharap pola hubungan antara manajemen dan pekerja berubah menjadi lebih kolaboratif demi meningkatkan daya saing industri nasional.

“PKB bukan tujuan akhir, tetapi awal perjalanan untuk membangun hubungan industrial yang lebih transformatif. Serikat pekerja dan manajemen harus mampu menjadi mitra strategis yang bersama-sama mendorong produktivitas perusahaan,” tegasnya.

Ia berharap semangat gotong royong, kekeluargaan, dan musyawarah tetap menjadi fondasi hubungan industrial Indonesia di tengah perubahan dunia kerja yang cepat.

“Kolaborasi solid seperti di Telkom ini kami harapkan bisa menjadi benchmark bagi perusahaan lain dalam menghadapi tantangan dunia kerja yang semakin kompetitif,” imbuhnya.

Sementara itu, Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini, mengatakan PKB XI menjadi momentum memperkuat tata kelola perusahaan dan kepatuhan terhadap regulasi ketenagakerjaan.

“PKB XI ini menjadi proses untuk memastikan keselarasan dengan regulasi, memperjelas batas kewenangan masing-masing pihak, baik manajemen, serikat karyawan maupun pekerja, sekaligus memperkuat penerapan merit system,” ujar Dian.

Ia optimistis kesepakatan baru tersebut mampu memperkuat hubungan industrial yang harmonis, adaptif, dan berkelanjutan.

“Semoga PKB Telkom XI semakin memperkuat fondasi hubungan industrial yang harmonis, adaptif, dan berkelanjutan serta tetap sejalan dengan perlindungan hak-hak karyawan sesuai regulasi yang berlaku,” pungkasnya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak
PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan
PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani
DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi
Gus Iqdam di Pasuruan: Serukan Ilmu, Akhlak, dan Sedekah
Paripurna, Fraksi Golkar DPRD Ngawi Soroti Defisit RAPBD 2027, Usulkan Stadion Baru Berkapasitas 40.000 Penonton
HKG PKK ke-54, Luthfiana Lukman Hakim Perkuat Peran Keluarga di Bangkalan
Pelatihan Pelinting Rokok di Bangkalan, 30 Warga Burneh Ikuti Pembekalan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:38

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:36

PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:47

PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:31

DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi

Rabu, 28 Oktober 2026 - 16:22

Gus Iqdam di Pasuruan: Serukan Ilmu, Akhlak, dan Sedekah

Berita Terbaru