Kepala Sekolah Kisaran Asahan Bongkar Alasan Pelatihan Deep Learning Kurang Efektif

- Redaksi

Jumat, 2 Mei 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala SMP Negeri 5 Kisaran Sabam Nainggolan saat memberikan pernyataan mengenai pelatihan Deep Learning untuk guru. (ist)

Kepala SMP Negeri 5 Kisaran Sabam Nainggolan saat memberikan pernyataan mengenai pelatihan Deep Learning untuk guru. (ist)

ASAHAN, RadarBangsa.co.id — Kepala UPTD Sekolah Menengah Pertama Negeri 5 Kisaran, Sabam Nainggolan, S.Pd., mengungkapkan harapannya agar Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) segera melakukan pembinaan dan pelatihan Deep Learning dengan metode tatap muka (luring) kepada para guru, bukan secara daring. Hal ini disampaikannya di sela-sela acara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2025 di halaman SMP Negeri 2 Kisaran, Jumat (1/5/2025).

Sabam Nainggolan menyampaikan hal tersebut kepada wartawan di tengah acara yang turut dihadiri oleh Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin Siregar, Wakil Bupati Asahan Rianto, Plt Kepala Dinas Pendidikan Musa Al Bakri, serta seluruh kepala sekolah SMP dan SD se-Kabupaten Asahan. Menurut Sabam, meskipun pada tahun 2025 Dinas Pendidikan masih menggunakan Kurikulum Merdeka, penerapan Deep Learning sebagai penyempurnaan dari kurikulum tersebut menjadi kendala apabila pelatihan hanya dilaksanakan secara daring.

“Kurikulum Merdeka dan Deep Learning adalah langkah besar dalam dunia pendidikan kita, tetapi pelatihan yang dilakukan secara daring tidak efektif. Guru-guru di Kabupaten Asahan membutuhkan pemahaman langsung, tatap muka, yang dapat memperjelas materi dan aplikasi pembelajaran Deep Learning,” ujar Sabam.

Dalam kesempatan ini, Sabam juga memberikan apresiasi terhadap program kurikulum Merdeka yang disempurnakan dengan pendekatan Deep Learning yang dianggapnya sangat relevan dengan kebutuhan pendidikan masa kini. Menurutnya, Deep Learning dapat memberikan cara yang lebih efektif dalam memahami dan mengaplikasikan konsep-konsep pelajaran, sehingga siswa tidak hanya sekadar mengerjakan soal ujian, tetapi juga memahami materi secara mendalam.

“Namun, pelatihan yang dilakukan secara daring kurang menyentuh dan tidak bisa memberikan pemahaman yang mendalam kepada guru. Pembinaan lebih efektif jika dilakukan secara luring atau tatap muka langsung. Dengan cara ini, para guru bisa langsung berdiskusi dan menggali lebih dalam mengenai implementasi Deep Learning di kelas,” jelasnya.

Sabam juga menyoroti masalah anggaran dan pengadaan buku yang berkaitan dengan penerapan Deep Learning. Menurutnya, untuk menyukseskan implementasi kurikulum ini, buku pelajaran harus disesuaikan dan disempurnakan lagi, yang tentunya memerlukan anggaran yang tidak sedikit.

“Sekarang sudah memasuki pertengahan tahun ajaran 2025, dan banyak hal yang harus disiapkan, termasuk buku pelajaran dan anggarannya. Agar para guru tidak ragu dalam mengimplementasikannya, mereka memerlukan pelatihan yang lebih menyeluruh dan berbasis tatap muka,” ungkap Sabam.

Ia berharap agar Kemendikdasmen segera mengambil langkah untuk melaksanakan pelatihan Deep Learning secara langsung. Hal ini, menurutnya, akan memudahkan guru dalam memahami dan mengaplikasikan pendekatan tersebut di sekolah-sekolah, khususnya di Kabupaten Asahan.

Sementara itu, Kemendikdasmen melalui Abdul Mu’ti berencana memberlakukan Deep Learning di sekolah-sekolah mulai tahun 2025 hingga 2026. Deep Learning bukanlah sebuah kurikulum baru, melainkan pendekatan pembelajaran yang menekankan pemahaman konsep secara mendalam dan aplikatif, bukan sekadar mengejar angka di ujian.

“Dengan Deep Learning, kami ingin siswa lebih memahami inti dari sebuah disiplin ilmu. Mereka tidak hanya menghafal untuk ujian, tetapi memahami penerapan konsep tersebut dalam kehidupan sehari-hari,” tambah Abdul Mu’ti dalam kesempatan terpisah.

Lainnya:

Penulis : Joko

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Siswa SMP Al Muslim Waru Turun ke Desa, Gerakkan UMKM hingga Edukasi Kesehatan Warga
Anak TK Diajak Masuk Mapolresta Sidoarjo, Polisi Ubah Ketakutan Jadi Keceriaan dan Disiplin
Pemkab Jember Bongkar Praktik ‘Sekolah Favorit’, SPMB 2026 Dijaga Ketat Tanpa Titipan
Sekolah Rakyat di Bangkalan Diserbu 600 Pendaftar, Bupati Lukman Hakim Desak Pembangunan Dipercepat
Siswa SDN Sumberbendo Lamongan Juara Atletik Kids 2026, Mantup Siap Kirim Talenta ke Provinsi
Buket Mawar dari Mahasiswa Polteksi untuk Ning Lia, Kisah Haru di Balik Perjuangan KIP Kuliah
Lia Istifhama Soroti Peran Strategis Polteksi, Lulusan Tembus Jepang-Korea dan Siap Hadapi Industri 5.0
DPD RI Lia Istifhama Puji Polteksi Gresik, Lulusan Tembus Jepang-Korea hingga Lahirkan Inovasi untuk Pedagang Kecil

Berita Terkait

Kamis, 7 Mei 2026 - 21:54 WIB

Siswa SMP Al Muslim Waru Turun ke Desa, Gerakkan UMKM hingga Edukasi Kesehatan Warga

Kamis, 7 Mei 2026 - 16:22 WIB

Pemkab Jember Bongkar Praktik ‘Sekolah Favorit’, SPMB 2026 Dijaga Ketat Tanpa Titipan

Kamis, 7 Mei 2026 - 08:02 WIB

Sekolah Rakyat di Bangkalan Diserbu 600 Pendaftar, Bupati Lukman Hakim Desak Pembangunan Dipercepat

Kamis, 7 Mei 2026 - 06:33 WIB

Siswa SDN Sumberbendo Lamongan Juara Atletik Kids 2026, Mantup Siap Kirim Talenta ke Provinsi

Kamis, 7 Mei 2026 - 05:50 WIB

Buket Mawar dari Mahasiswa Polteksi untuk Ning Lia, Kisah Haru di Balik Perjuangan KIP Kuliah

Berita Terbaru