Khofifah Apresiasi Atlet Jatim, Maulana Rifky Pecahkan Rekor Asia di Asian Para Games 2026

Minggu, 25 Oktober 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SURABAYA, RadarBangsa.co.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengapresiasi prestasi atlet asal Jawa Timur yang memperkuat Kontingen Indonesia pada Asian Para Games 2026 di Aichi–Nagoya, Jepang. Sejumlah atlet Jatim menorehkan pencapaian membanggakan, termasuk Maulana Rifky Yavianda yang meraih dua medali emas dan mencatatkan rekor Asia di cabang para renang.

Berdasarkan rekapitulasi Komite Paralimpiade Indonesia (NPCI) Provinsi Jawa Timur per Sabtu (24/10/2026) pukul 08.00 WIB, atlet asal Jatim mengumpulkan 13 medali, terdiri atas dua emas, lima perak, dan enam perunggu dari empat cabang olahraga.

Khofifah menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas perjuangan para atlet yang membawa nama Jawa Timur sekaligus Indonesia dalam kompetisi olahraga multicabang tingkat Asia tersebut.

Salah satu pencapaian penting datang dari Maulana Rifky Yavianda. Perenang asal Magetan itu mempersembahkan emas pertama bagi Indonesia melalui nomor 100 meter gaya bebas putra klasifikasi S12 pada Senin (19/10/2026).

Maulana mencatatkan waktu 55,34 detik, mengungguli perenang Uzbekistan Dmitriy Khorlin yang finis dengan waktu 55,44 detik. Perenang Jepang Genki Saito menempati posisi ketiga dengan catatan 57,54 detik.

Sehari kemudian, Maulana kembali naik podium tertinggi setelah memenangi nomor 100 meter gaya punggung putra S12 dengan waktu 1 menit 3,07 detik. Catatan tersebut dilaporkan sebagai rekor Asia.

Ia juga menyumbangkan dua medali perak dari nomor 50 meter gaya bebas putra dan nomor 100 meter gaya kupu-kupu putra. Dengan hasil tersebut, Maulana menutup kiprahnya dengan koleksi dua emas dan dua perak.

Khofifah sebelumnya telah menyampaikan apresiasi khusus kepada Maulana pada Selasa (20/10/2026), setelah keberhasilannya mempersembahkan emas pertama bagi Indonesia.

“Alhamdulillah, selamat dan terima kasih kepada Maulana Rifky Yavianda yang telah mempersembahkan medali emas pertama untuk Indonesia di Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026. Ini adalah kebanggaan Jawa Timur untuk Merah Putih. Terima kasih telah mengharumkan nama Jawa Timur dan Indonesia,” ujar Khofifah.

Menurut Khofifah, prestasi tersebut merupakan hasil dari latihan konsisten, kedisiplinan, kesiapan teknik, dan kemampuan menjaga konsentrasi dalam persaingan yang ketat.

“Di balik medali emas ini ada latihan yang konsisten, kerja keras, dan ketangguhan menjaga fokus dalam pertandingan. Rifky telah menunjukkan kualitasnya untuk bersaing dengan atlet-atlet terbaik Asia. Semangat dan kesungguhan seperti inilah yang patut menjadi inspirasi bagi generasi muda,” katanya.

Khofifah juga mengajak masyarakat untuk terus memberikan doa dan dukungan kepada atlet Indonesia yang berlaga. Ia berharap keberhasilan Maulana menjadi motivasi bagi atlet lainnya untuk memberikan penampilan terbaik.

Prestasi atlet Jawa Timur juga datang dari cabang para panahan melalui Ken Swagumilang. Bersama Arif Firmansyah, Ken meraih medali perak nomor ganda putra compound pada Rabu (21/10/2026). Pasangan Indonesia tersebut menghadapi wakil Thailand pada partai final dan kalah dengan skor 147–150.

Berdasarkan bahan yang disampaikan, hasil itu menjadi medali perak pertama Indonesia dari cabang para panahan sepanjang keikutsertaan di Asian Para Games.

Ken kembali meraih perak pada Kamis (22/10/2026), kali ini bersama Teodora Audi Ayudia Ferelly di nomor beregu campuran compound. Mereka menghadapi wakil India pada final yang berakhir dengan skor 148–151.

Khofifah menilai keberhasilan Maulana dan Ken memperlihatkan potensi atlet Jawa Timur dalam persaingan internasional. Menurutnya, prestasi tersebut perlu diikuti dengan pembinaan yang konsisten agar kemampuan atlet terus berkembang.

“Maulana dan Ken telah mempersembahkan pencapaian yang sangat membanggakan. Ada kerja keras dan proses panjang di balik setiap penampilan mereka. Semoga keberhasilan ini semakin menguatkan semangat para atlet untuk terus meningkatkan kemampuan dan mempersembahkan prestasi terbaik bagi Merah Putih,” tuturnya.

Selain Maulana dan Ken, atlet Jawa Timur lainnya turut menyumbangkan medali melalui cabang para renang, para atletik, dan para bulu tangkis.

Dari cabang para renang, Mutiara Cantik Harsanto meraih perak nomor 100 meter gaya dada putri SB9. Mutiara juga bersama Zahra Nur Azizah menyumbangkan perunggu pada nomor estafet campuran 4 × 100 meter gaya ganti 34 poin.

Sementara itu, Nanda Mei Sholihah meraih dua perunggu di cabang para atletik melalui nomor 200 meter putri T47 dan 100 meter putri T47.

Dari cabang para bulu tangkis, Khalimatus Sa’diyah menyumbangkan dua perunggu, masing-masing dari nomor ganda putri SL3–SU5 dan tunggal putri SL4.

Dalam rekapitulasi yang tercantum pada bahan berita, cabang para renang menghasilkan dua emas, tiga perak, dan dua perunggu. Para panahan menyumbangkan dua perak, sedangkan para atletik dan para bulu tangkis masing-masing menyumbangkan dua perunggu.

Pada klasemen akhir yang dirujuk dalam bahan tersebut, Indonesia menempati peringkat kedelapan Asian Para Games 2026 dengan total 73 medali, terdiri atas 15 emas, 21 perak, dan 37 perunggu.

Khofifah turut memberikan apresiasi kepada atlet Jawa Timur lainnya yang memperkuat Indonesia, yakni Firza Faturrahman Listianto dari para atletik, Ubaidillah Amsyar Juba dari para renang, serta Ria Yuliati dari para taekwondo.

Ia menegaskan bahwa kesempatan mewakili Indonesia di tingkat Asia merupakan bagian penting dari perjalanan seorang atlet. Mereka yang belum memperoleh medali pun tetap layak mendapatkan penghargaan atas perjuangan dan persiapan yang telah dijalani.

“Kepada para atlet yang belum berhasil meraih medali, terima kasih telah berjuang membawa nama Indonesia. Tetaplah bersemangat dan jadikan pengalaman ini sebagai bekal untuk memperbaiki serta meningkatkan kemampuan. Perjuangan panjenengan semua tetap menjadi bagian dari kebanggaan Jawa Timur,” pesannya.
Khofifah menegaskan, capaian di Asian Para Games perlu menjadi pijakan untuk memperkuat pembinaan olahraga yang inklusif dan berkelanjutan. Menurutnya, atlet penyandang disabilitas perlu memperoleh akses terhadap fasilitas latihan yang sesuai kebutuhan, pendampingan berkualitas, serta kesempatan mengikuti kompetisi.

“Kita ingin semakin banyak talenta olahraga Jawa Timur mendapatkan kesempatan untuk tumbuh dan berprestasi. Karena itu, akses pembinaan dan dukungan bagi atlet penyandang disabilitas harus terus diperkuat agar mereka dapat mengembangkan kemampuan secara optimal,” tegasnya.

Ia berharap pemerintah, NPCI, pelatih, keluarga, dan berbagai pihak dapat terus bekerja sama untuk menjaga kesinambungan prestasi sekaligus menyiapkan generasi atlet berikutnya.

Khofifah juga mengapresiasi peran pelatih dan keluarga yang mendampingi atlet sejak masa latihan hingga pertandingan. Dukungan tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam menjaga kesiapan fisik, kepercayaan diri, dan konsistensi penampilan atlet.

“Prestasi para atlet harus dihargai secara adil dan menjadi penguat komitmen kita dalam pembinaan. Mari terus memperkuat kolaborasi, kualitas latihan, dan regenerasi agar semakin banyak talenta Jawa Timur dapat berkembang serta berprestasi untuk Indonesia,” pungkasnya.

Ketua NPCI Provinsi Jawa Timur Imam Kuncoro menyampaikan bahwa capaian para atlet merupakan hasil kerja bersama dan pembinaan jangka panjang.

“Prestasi ini merupakan hasil kerja panjang para atlet, pelatih, dan seluruh pihak yang terlibat dalam pembinaan. Kami bersyukur atlet-atlet asal Jawa Timur dapat memberikan kontribusi bagi Indonesia. Namun, yang lebih penting adalah bagaimana hasil ini menjadi pijakan untuk mempertahankan dan meningkatkan prestasi pada ajang internasional berikutnya,” ujar Imam dari Jepang.

Senada dengan itu, Wakil Sekretaris NPCI Provinsi Jawa Timur Roy Agustinus Soselisa menekankan pentingnya penerapan ilmu keolahragaan secara konsisten. Penguatan pembinaan, menurutnya, perlu didukung pencarian bakat yang sistematis, peningkatan kualitas pelatih, kompetisi berkesinambungan, serta sarana latihan yang aksesibel.

Melalui kolaborasi tersebut, pembinaan atlet diharapkan tidak berhenti pada pencapaian medali, tetapi juga membuka kesempatan yang lebih luas bagi atlet penyandang disabilitas untuk berkembang dan berprestasi di tingkat nasional maupun internasional.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Tim Dayung GP Indonesia Unjuk Gigi di Regata Internasional Sarawak
Wabup Cup 2026 Banyuwangi Diikuti 2.160 Peserta, Hadiah Rp50 Juta
Persekabpas Pasuruan Buka Peluang Sponsor Baru Jelang Liga Nusantara 2026/2027

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 17:11

Khofifah Apresiasi Atlet Jatim, Maulana Rifky Pecahkan Rekor Asia di Asian Para Games 2026

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 09:12

Tim Dayung GP Indonesia Unjuk Gigi di Regata Internasional Sarawak

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 06:45

Wabup Cup 2026 Banyuwangi Diikuti 2.160 Peserta, Hadiah Rp50 Juta

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:49

Persekabpas Pasuruan Buka Peluang Sponsor Baru Jelang Liga Nusantara 2026/2027

Berita Terbaru