Khofifah Bicara Blak-blakan Soal KUR, Stunting dan BUMD di DPRD Jatim

Kamis, 14 Mei 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Timur Khofifah menghadiri rapat paripurna LKPJ 2025 di DPRD Jawa Timur, Surabaya. Rabu, 13 Mei 2026  (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Gubernur Jawa Timur Khofifah menghadiri rapat paripurna LKPJ 2025 di DPRD Jawa Timur, Surabaya. Rabu, 13 Mei 2026 (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

SURABAYA, RadarBangsa.co.id — Seluruh fraksi di DPRD Jawa Timur resmi menerima Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Jawa Timur Tahun Anggaran 2025 dalam rapat paripurna yang digelar di Surabaya, Rabu (13/5/2026). Namun di balik penerimaan tersebut, sejumlah isu strategis mulai dari ketahanan pangan, stunting, pendidikan hingga kinerja BUMD menjadi sorotan tajam legislatif.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan kritik dan rekomendasi DPRD akan menjadi bahan evaluasi penting bagi pemerintah provinsi. Ia menyebut sinergi antara eksekutif, legislatif, pemerintah daerah, dan elemen strategis menjadi kunci menjaga stabilitas pembangunan Jawa Timur.

Dalam sidang paripurna tersebut, Khofifah menyampaikan apresiasi kepada seluruh fraksi DPRD yang menerima LKPJ 2025 dengan sejumlah catatan strategis. Menurutnya, berbagai masukan dari legislatif diperlukan agar kebijakan pemerintah daerah lebih tepat sasaran dan berdampak langsung bagi masyarakat.

“Semua masukan dan catatan kepada Pemprov Jawa Timur tentu akan menjadi perhatian bagi eksekutif untuk berbenah, melakukan koreksi, evaluasi dan perbaikan berbagai program pembangunan yang akan datang,” ujar Khofifah.

Isu ketahanan pangan menjadi salah satu pembahasan yang paling mendapat perhatian. Khofifah menyoroti persoalan alih fungsi lahan pertanian yang dinilai berpotensi mengancam posisi Jawa Timur sebagai lumbung pangan nasional.

Ia mengungkapkan pemerintah provinsi telah berkoordinasi dengan pemerintah pusat terkait pengendalian konversi lahan pertanian berstatus LP2B dan LSD agar tidak mengganggu produksi pangan nasional.

“Kita sudah komunikasikan dengan Menteri ATR/BPN serta Menko Pangan. Kalau lahan dikonversi dari LP2B atau LSD, harus dilihat dampaknya pada ketahanan pangan nasional,” tegasnya.

Selain pangan, sektor pendidikan juga menjadi perhatian. Khofifah menilai masih banyak indikator pendidikan dasar yang perlu diperkuat bersama pemerintah kabupaten dan kota.

Menurutnya, kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Timur berada di tingkat SMA, SMK, dan SLB, sedangkan pendidikan dasar menjadi kewenangan pemerintah daerah tingkat kabupaten/kota.

“Kalau rata-rata lama sekolah masih setara kelas 3 SMP, kewenangannya ada di kabupaten/kota. Jadi harus ditempatkan sesuai makomnya,” katanya.

Di sektor kesehatan, Khofifah juga meluruskan kritik terkait angka stunting dan Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG). Ia menegaskan capaian Jawa Timur saat ini justru berada di posisi terbaik nasional.

“Stunting Jawa Timur terendah kedua secara nasional setelah Bali. Jadi jangan kemudian problem di kabupaten tertentu langsung menjadi potret provinsi,” ujarnya.

Khofifah juga mengklaim program PKG Jawa Timur menempati posisi kedua nasional setelah Jawa Tengah dan jauh melampaui rata-rata nasional.

Sorotan lain muncul pada sektor BUMD. Khofifah meminta penilaian terhadap perusahaan daerah dilakukan secara proporsional sesuai karakter usaha masing-masing.

“BUMD kita yang namanya Bank Jatim laba bersihnya tertinggi di antara seluruh Bank Pembangunan Daerah di Indonesia,” ucapnya.

Ia juga membantah anggapan pemerintah daerah bekerja demi mengejar penghargaan. Menurutnya, penghargaan yang diterima Jawa Timur merupakan dampak dari kerja kolaboratif seluruh elemen masyarakat.

“Sesungguhnya penghargaan itu untuk petani-petani kita yang luar biasa sebagai pahlawan pangan di Jawa Timur,” katanya.

Sementara itu, Ketua DPRD Jawa Timur M. Musyafak memastikan seluruh fraksi menerima LKPJ Gubernur Jawa Timur Tahun Anggaran 2025 dengan sejumlah rekomendasi perbaikan.

“Catatan dan rekomendasi yang kami berikan merupakan wujud dukungan penuh DPRD agar langkah strategis pemerintah ke depan semakin sempurna dan membawa berkah bagi masyarakat Jawa Timur,” pungkasnya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

2.432 Kader TP PKK Dilibatkan, Kota Mataram Perkuat Jejaring Siaga Stroke
Sidoarjo Jadi Daerah Percontohan InCircular, Subandi Dorong Pengelolaan Sampah dari Hulu
Di Hadapan 109 Mahasiswa Unhan, Khofifah Paparkan Potensi Pangan Jatim Menuju Kedaulatan Nasional
Kemnaker Seleksi Peserta MagangHub Batch 2 Angkatan II, Mulai Magang 21 September
Kemnaker-Baznas Perluas Akses Kerja Inklusif, Disabilitas hingga Magang ke Jepang
Pemerintah Tetapkan 26 Hari Libur 2027, Ini Aturan Kerja dan Cuti Bersamanya
Menaker Ungkap Cara Adopsi AI Bisa Dongkrak Produktivitas hingga 40 Persen
Khofifah Percepat BSPS di Jatim, 12.371 Rumah Sudah Masuk Tahap Konstruksi

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 13:52

2.432 Kader TP PKK Dilibatkan, Kota Mataram Perkuat Jejaring Siaga Stroke

Rabu, 16 September 2026 - 13:08

Sidoarjo Jadi Daerah Percontohan InCircular, Subandi Dorong Pengelolaan Sampah dari Hulu

Rabu, 16 September 2026 - 13:00

Di Hadapan 109 Mahasiswa Unhan, Khofifah Paparkan Potensi Pangan Jatim Menuju Kedaulatan Nasional

Rabu, 16 September 2026 - 09:43

Kemnaker Seleksi Peserta MagangHub Batch 2 Angkatan II, Mulai Magang 21 September

Rabu, 16 September 2026 - 09:38

Kemnaker-Baznas Perluas Akses Kerja Inklusif, Disabilitas hingga Magang ke Jepang

Berita Terbaru