SURABAYA, RadarBangsa.co.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menggelar dialog terbuka bersama para pengemudi ojek online (ojol), khususnya pengemudi perempuan, di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Rabu (31/12/2025). Pertemuan ini menjadi ruang mendengar langsung aspirasi perempuan pekerja sektor informal yang selama ini menjadi penopang ekonomi keluarga di tengah dinamika ekonomi perkotaan.
Dialog tersebut digelar menjelang penutupan tahun sekaligus bertepatan dengan peringatan Hari Ibu. Pemerintah Provinsi Jawa Timur menegaskan komitmennya untuk memberi perhatian lebih pada kelompok pekerja informal perempuan yang kerap menghadapi tantangan berlapis, baik dari sisi ekonomi, sosial, maupun keselamatan kerja.
Khofifah menegaskan, kehadiran pengemudi ojol perempuan bukan sekadar bagian dari ekosistem transportasi daring, melainkan aktor penting dalam menjaga keberlangsungan ekonomi rumah tangga. Menurutnya, peran ganda sebagai pencari nafkah sekaligus pengelola keluarga menuntut ketangguhan luar biasa.
“Ibu-ibu pengemudi ojol ini adalah perempuan tangguh. Mereka bekerja keras di ruang publik, namun tetap memikul tanggung jawab besar di dalam keluarga,” ujar Khofifah.
Ia menyoroti beban yang dihadapi pengemudi ojol perempuan, mulai dari jam kerja panjang, tekanan pendapatan harian, hingga risiko keselamatan di jalan. Kondisi tersebut, kata Khofifah, memerlukan dukungan kebijakan yang berkelanjutan agar ketahanan ekonomi dan sosial mereka semakin kuat.
Pemprov Jatim, lanjut Khofifah, terus mendorong berbagai program penguatan ekonomi kerakyatan, pelatihan keterampilan, serta perlindungan sosial agar pekerja sektor informal memiliki peluang hidup yang lebih stabil dan berkelanjutan.
Dalam kesempatan itu, Khofifah juga menyampaikan apresiasi dan ucapan Selamat Hari Ibu kepada para pengemudi ojol perempuan yang hadir. Ia menyebut mereka sebagai pahlawan keluarga yang bekerja dalam senyap namun berdampak nyata.
“Selamat Hari Ibu untuk bunda-bunda ojol. Terima kasih atas dedikasi, kerja keras, dan pengorbanan yang luar biasa,” katanya.
Perwakilan pengemudi ojol perempuan, Nur Hayati, menyampaikan bahwa dialog langsung bersama Gubernur Jawa Timur memberi suntikan semangat di tengah situasi ekonomi yang masih menantang.
“Kami terus berjuang untuk keluarga. Perhatian seperti ini membuat kami merasa dihargai dan didengar,” ujar Nur Hayati.
Ia berharap pemerintah terus menghadirkan kebijakan yang berpihak pada pengemudi ojol perempuan, terutama terkait perlindungan kerja, keselamatan, dan jaminan kesejahteraan sosial.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin








