JAKARTA, RadarBangsa.co.id – Ketua Umum Dewan Pembina PP Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa, meresmikan 2.943 Paralegal Muslimat NU yang tersebar di 20 provinsi dalam prosesi inaugurasi di Auditorium KH M Rasjidi, Kementerian Agama RI, Minggu (28/12). Pengukuhan ini menandai penguatan peran Muslimat NU dalam memperluas akses keadilan dan perlindungan hukum hingga lapisan masyarakat paling bawah.
Dalam seremoni tersebut, sebanyak 50 paralegal menerima selempang dan sertifikat secara simbolis dari Khofifah. Ia menegaskan, penguatan paralegal bukan sekadar program kelembagaan, melainkan strategi jangka panjang untuk memastikan keadilan benar-benar hadir di tingkat desa dan kelurahan.
“Ini komitmen Muslimat NU bahwa penguatan akses keadilan di tingkat akar rumput bukan sekadar program sektoral, melainkan fondasi penting bagi stabilitas nasional,” ujar Khofifah.
Menurut Khofifah, keberadaan paralegal sangat krusial di lini administrasi pemerintahan paling bawah, tempat interaksi sosial berlangsung setiap hari. Di titik ini, potensi persoalan hukum kerap muncul, mulai dari sengketa keluarga hingga konflik sosial yang membutuhkan pendampingan awal.
“Di sinilah harmoni masyarakat dibangun. Maka akses keadilan harus diperkuat di level paling dasar agar menjadi fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara,” katanya.
Khofifah juga menyebut langkah ini sejalan dengan Asta Cita ke-7 Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam penguatan penegakan hukum dan keadilan sosial. Paralegal Muslimat NU diposisikan sebagai ujung tombak advokasi, bukan pengganti advokat, dengan tugas melakukan pendampingan awal, mediasi kekeluargaan, serta mengarahkan masyarakat ke mekanisme hukum yang tepat.
“Kita berharap 2.943 paralegal ini memberi dampak nyata bagi penguatan umat dan bangsa Indonesia secara luas,” tegasnya.
Pada kesempatan itu, Khofifah menyampaikan apresiasi kepada Menteri Hukum dan HAM serta Badan Pembinaan Hukum Nasional (BPHN) atas dukungan pelatihan dan pendampingan paralegal. Ia optimistis, kolaborasi ini akan memperkuat keadilan dan perlindungan hukum di wilayah perdesaan sebagai bagian dari jihad sosial Muslimat NU.
Lainnya:
- Kapolres Lamongan Ganjar Anggota Berprestasi, Pesan Keras: Kerja Bukan Cari Pujian
- May Day 2026: Saat Buruh Masih Rentan, BPJS Ketenagakerjaan Cairkan Santunan Rp744 Juta di Lamongan
- May Day 2026 di Lamongan: BPJS Ketenagakerjaan Fokus pada Perlindungan Pekerja
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin








