Khofifah Pastikan Stok Sapi Kurban Jatim Aman, Surplus Besar Jelang Idul Adha

- Redaksi

Sabtu, 2 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat meninjau peternakan sapi di Nganjuk, Sabtu (2/5/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat meninjau peternakan sapi di Nganjuk, Sabtu (2/5/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

NGANJUK, RadarBangsa.co.id – Pemerintah Provinsi Jawa Timur memastikan stok hewan kurban menjelang Idul Adha 1447 Hijriah dalam kondisi aman, sehat, dan bahkan surplus signifikan. Kepastian ini disampaikan langsung Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sentra peternakan di Kabupaten Nganjuk.

Sidak ini bukan sekadar kunjungan rutin. Pemerintah ingin memastikan langsung bahwa hewan kurban yang beredar di masyarakat benar-benar memenuhi syarat kesehatan, bebas dari Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) serta Lumpy Skin Disease (LSD), dan layak secara syariah.

“Kami ingin memastikan masyarakat mendapatkan hewan kurban yang sehat, aman, dan sesuai syariat. Ini penting karena menyangkut kesehatan publik dan kepercayaan masyarakat,” ujar Khofifah di lokasi, Sabtu (2/5).

Dalam peninjauan di peternakan UD Sapi Baru, Desa Sukorejo, Kecamatan Loceret, Khofifah melihat langsung ratusan sapi siap jual dengan kondisi fisik yang dinilai prima. Beberapa bahkan memiliki bobot lebih dari satu ton, menandakan kualitas peternakan yang terjaga.

Kondisi ini menjadi indikator kuat bahwa sektor peternakan Jawa Timur tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan lokal, tetapi juga menopang pasokan ke daerah lain. Peternakan tersebut diketahui rutin mengirim sapi ke luar provinsi seperti Kalimantan dan Jawa Tengah.

Dari sisi data, Pemprov Jatim mencatat proyeksi kebutuhan sapi kurban tahun ini mencapai 70.550 ekor. Namun ketersediaannya tembus 629.119 ekor. Artinya, terdapat surplus lebih dari 558 ribu ekor sapi.

Tidak hanya sapi, surplus juga terjadi pada jenis ternak lain. Kambing tersedia 940.693 ekor dari kebutuhan 297.900 ekor. Domba mencapai 484.468 ekor dari kebutuhan 58.600 ekor. Sementara kerbau juga surplus meski kebutuhannya relatif kecil.

“Ini menunjukkan Jawa Timur dalam posisi sangat kuat. Kita bukan hanya cukup, tapi juga siap menjadi penyangga kebutuhan hewan kurban nasional,” tegas Khofifah.

Surplus ini memiliki dampak langsung bagi masyarakat. Selain menjamin ketersediaan, kondisi ini berpotensi menekan lonjakan harga hewan kurban yang biasanya terjadi menjelang Idul Adha. Stabilitas harga menjadi krusial agar daya beli masyarakat tetap terjaga.

Namun pemerintah tidak hanya fokus pada kuantitas. Aspek kesehatan menjadi perhatian utama, terutama setelah pengalaman wabah PMK dalam beberapa tahun terakhir.

Pemprov Jatim mengerahkan ribuan petugas untuk melakukan pengawasan ketat. Terdiri dari 950 dokter hewan, 1.500 paramedik veteriner, serta hampir 2.000 juru sembelih halal bersertifikat yang disiagakan di berbagai daerah.

Pengawasan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pemeriksaan sebelum penyembelihan (ante mortem) hingga setelah penyembelihan (post mortem). Langkah ini bertujuan memastikan daging yang dikonsumsi masyarakat benar-benar aman.

“Kami tidak ingin kecolongan. Semua hewan kurban harus melalui pemeriksaan. Jika ada indikasi penyakit, langsung ditindak, bahkan pasar hewan bisa ditutup sementara,” jelasnya.

Kebijakan ini diambil sebagai langkah antisipatif agar wabah tidak kembali menyebar luas. Pengalaman sebelumnya menunjukkan bahwa mobilitas ternak tanpa pengawasan ketat dapat memicu lonjakan kasus penyakit.

Selain itu, penerapan biosecurity, vaksinasi, dan pengobatan rutin terus diperkuat di tingkat peternak. Pemerintah juga aktif memberikan edukasi agar peternak menjaga standar kebersihan dan kesehatan kandang.

Langkah-langkah ini memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Selain memastikan ibadah kurban berjalan lancar, warga juga terlindungi dari risiko konsumsi daging yang tidak layak.

Di sisi lain, peternak turut diuntungkan dengan meningkatnya kepercayaan pasar terhadap kualitas ternak dari Jawa Timur.

Khofifah menegaskan bahwa pengawasan akan terus dilakukan hingga hari pelaksanaan kurban. Ia memastikan seluruh jajaran dinas terkait tetap siaga di lapangan.

“Yang terpenting, masyarakat tidak perlu khawatir. Hewan kurban di Jawa Timur tersedia, sehat, dan aman dikonsumsi. Ini komitmen kami untuk melindungi masyarakat,” pungkasnya.

Lainnya:

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Judi Online dan Konten Vulgar Kian Masif, DPD RI Lia Istifhama Desak RUU Penyiaran Segera Disahkan
Polemik Guru Dipecat Makin Panas, Senator Anggota DPD RI Lia Istifhama Warning Marwah Guru Jangan Dihancurkan Birokrasi
Ekonomi Jatim Tumbuh 5,96 Persen Tertinggi Se-Jawa, Khofifah Ungkap Mesin Penggerak di Tengah Krisis Global
Sekolah Rakyat di Bangkalan Diserbu 600 Pendaftar, Bupati Lukman Hakim Desak Pembangunan Dipercepat
Lia Istifhama Soroti Peran Strategis Polteksi, Lulusan Tembus Jepang-Korea dan Siap Hadapi Industri 5.0
Pasar EV Melonjak Tajam, Kemnaker Siapkan SDM Green Jobs untuk Tangkap Peluang Kerja Baru
Kemnaker Gandeng Wadhwani dan Indosat, Percepat SDM Digital dan Buka Peluang Kerja Baru
Borong 3 Award Halal, Khofifah Pertegas Posisi di Tengah Dinamika Politik Nasional

Berita Terkait

Kamis, 7 Mei 2026 - 22:33 WIB

Judi Online dan Konten Vulgar Kian Masif, DPD RI Lia Istifhama Desak RUU Penyiaran Segera Disahkan

Kamis, 7 Mei 2026 - 14:33 WIB

Polemik Guru Dipecat Makin Panas, Senator Anggota DPD RI Lia Istifhama Warning Marwah Guru Jangan Dihancurkan Birokrasi

Kamis, 7 Mei 2026 - 08:26 WIB

Ekonomi Jatim Tumbuh 5,96 Persen Tertinggi Se-Jawa, Khofifah Ungkap Mesin Penggerak di Tengah Krisis Global

Kamis, 7 Mei 2026 - 08:02 WIB

Sekolah Rakyat di Bangkalan Diserbu 600 Pendaftar, Bupati Lukman Hakim Desak Pembangunan Dipercepat

Kamis, 7 Mei 2026 - 05:31 WIB

Lia Istifhama Soroti Peran Strategis Polteksi, Lulusan Tembus Jepang-Korea dan Siap Hadapi Industri 5.0

Berita Terbaru