Khofifah Pelajari Rahasia Smart City Singapura

Jumat, 14 November 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat meninjau URA Singapore City Gallery dalam rangkaian RISING Fellowship. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat meninjau URA Singapore City Gallery dalam rangkaian RISING Fellowship. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

SINGAPURA, RadarBangsa.co.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melakukan kunjungan langsung ke URA Singapore City Gallery sebagai bagian dari agenda RISING Fellowship. Dalam peninjauan tersebut, ia menilai pendekatan perencanaan tata ruang dan pembangunan yang diterapkan Singapura dapat menjadi rujukan strategis bagi kota-kota di Jawa Timur yang tengah bergerak menuju pengembangan kawasan cerdas dan berkelanjutan.

Khofifah menuturkan bahwa galeri milik Urban Redevelopment Authority (URA) itu memberikan pengalaman komprehensif tentang bagaimana Singapura merancang wilayahnya sejak beberapa dekade lalu. Informasi yang tersaji tidak hanya berupa data historis, tetapi juga peta interaktif, simulasi visual, serta model tata ruang yang memperlihatkan integrasi antarsektor. “Semua disajikan dengan detail, dari sejarah hingga proyeksi urban planning. Ini referensi penting bagi Pemprov Jatim untuk merancang smart city yang inklusif dan berkelanjutan,” ujarnya, Jumat (14/11/2025).

Di dalam galeri tersebut, pengunjung dapat melihat bagaimana Singapura membangun struktur kota dengan paduan teknologi, penataan ruang publik, dan konsistensi kebijakan. URA menampilkan proses transformasi kota, mulai dari penataan permukiman, kawasan industri, sistem aliran air, manajemen sampah, hingga upaya menjaga keseimbangan antara ruang hijau dan ruang terbangun. Penjelasan mengenai bagaimana setiap sektor terhubung satu sama lain menjadi bagian yang paling menarik perhatian rombongan Khofifah.

Ia mencatat bahwa setiap zona di Singapura telah ditetapkan peruntukannya secara tegas sehingga investor memiliki kepastian lokasi dan arah pengembangan. “Kepastian ruang menjadi daya tarik investasi. Singapura sudah memetakan setiap kawasan dengan jelas sehingga arus investasi lebih mudah diarahkan,” terangnya. Menurutnya, keberhasilan perencanaan itu juga didukung oleh integrasi transportasi massal, perumahan publik yang merata, serta ruang hijau yang tetap dipertahankan meski tekanan urbanisasi tinggi.

Khofifah mengatakan bahwa keberhasilan Singapura tidak lahir dalam waktu singkat. Kota tersebut bertumpu pada tata kelola institusi yang kuat, visi pembangunan jangka panjang, serta pemanfaatan teknologi untuk mengantisipasi berbagai persoalan masa depan. “Mereka konsisten menjaga ruang kota agar tetap humanis tanpa mengabaikan heritage building. Ini bukti bahwa modernitas dan pelestarian budaya bisa berjalan berdampingan,” ujarnya.

Di sisi lain, Jawa Timur menghadapi tantangan yang tidak kecil. Pertumbuhan penduduk, kebutuhan konektivitas antardaerah, serta ekspansi kawasan industri membutuhkan pendekatan terencana. Pemprov Jatim saat ini tengah memperkuat pengembangan wilayah metropolitan, termasuk Gerbangkertasusila, Malang Raya, dan pusat industri baru di sejumlah daerah. Khofifah menilai pengalaman Singapura dapat menjadi referensi penting dalam menyusun desain kota yang responsif terhadap perubahan iklim, efisiensi mobilitas, serta peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Ia berharap rangkaian kegiatan RISING Fellowship mampu membuka peluang kerja sama teknis antara Jawa Timur dan Singapura, baik dalam hal pertukaran ahli, pelatihan tenaga perencana, maupun penyusunan peta jalan smart city yang lebih terukur. “Kami ingin menjajaki kolaborasi konkret untuk memperkuat kapasitas perencanaan hingga implementasinya di daerah,” pungkasnya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember
95 Lukisan SBY Dipamerkan di Surabaya, Khofifah Soroti Karya tentang Tsunami Aceh
Sidoarjo Jadi Daerah Percontohan InCircular, Subandi Dorong Pengelolaan Sampah dari Hulu
Kemnaker Seleksi Peserta MagangHub Batch 2 Angkatan II, Mulai Magang 21 September
Kemnaker-Baznas Perluas Akses Kerja Inklusif, Disabilitas hingga Magang ke Jepang
Pemerintah Tetapkan 26 Hari Libur 2027, Ini Aturan Kerja dan Cuti Bersamanya
Khofifah Percepat BSPS di Jatim, 12.371 Rumah Sudah Masuk Tahap Konstruksi
RSUD H. Moh. Ruslan Mataram Siapkan One Stop Service Pemeriksaan Calon Jemaah Haji 2027

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 18:45

Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember

Rabu, 16 September 2026 - 17:58

95 Lukisan SBY Dipamerkan di Surabaya, Khofifah Soroti Karya tentang Tsunami Aceh

Rabu, 16 September 2026 - 13:08

Sidoarjo Jadi Daerah Percontohan InCircular, Subandi Dorong Pengelolaan Sampah dari Hulu

Rabu, 16 September 2026 - 09:43

Kemnaker Seleksi Peserta MagangHub Batch 2 Angkatan II, Mulai Magang 21 September

Rabu, 16 September 2026 - 09:38

Kemnaker-Baznas Perluas Akses Kerja Inklusif, Disabilitas hingga Magang ke Jepang

Berita Terbaru