Khofifah Serahkan 65,7 Ton Bantuan Gempa NTT, Beras Ditambah 5 Ton

Senin, 24 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

MANGGARAI, RadarBangsa.co.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa turun langsung ke wilayah terdampak gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), untuk menyerahkan bantuan kemanusiaan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama dukungan corporate social responsibility (CSR), Minggu (23/8).

Bantuan yang dibawa mencapai 65,7 ton dengan nilai Rp3.006.652.875. Logistik tersebut disalurkan melalui dua titik, yakni SD Inpres Robo, Desa Ranaka, Kecamatan Wae Ri’i, Kabupaten Manggarai, dan Posko Rumah Jabatan Sekretaris Daerah di Manggarai Timur.

Bantuan terdiri atas makanan dan beras, obat-obatan, perlengkapan mandi dan higiene, perlengkapan bayi dan anak, kebutuhan perempuan, tenda, terpal, hingga kompor. Dari total tersebut, sebanyak 12,8 ton senilai Rp720.965.175 disalurkan untuk masyarakat di sekitar SD Inpres Robo.

Sementara itu, bantuan yang disiapkan untuk posko di Manggarai Timur mencapai 52,9 ton dengan nilai Rp2.285.687.700. Penyaluran tersebut menjadi bagian dari dukungan Jawa Timur bagi masyarakat yang masih menghadapi dampak bencana.

Khofifah mengatakan, jenis bantuan yang dibawa disusun berdasarkan kebutuhan masyarakat di lokasi terdampak serta masukan dari tenaga kesehatan yang lebih dahulu memberikan pelayanan kepada korban gempa.

“Para dokter menulis kebutuhan obat-obatan di sini. Kalau tidak salah ada 14 jenis dan kami juga membawa hari ini,” ujarnya.

Saat berada di Desa Ranaka, Khofifah juga menerima informasi dari kepala desa mengenai kebutuhan tambahan beras bagi masyarakat. Menindaklanjuti kebutuhan tersebut, ia meminta tambahan 5 ton beras segera dikirimkan ke Desa Ranaka agar distribusinya lebih merata.

“Kita membawa 65,7 ton beragam logistik, termasuk kebutuhan bayi dan balita. Di dalamnya ada sekitar 12 ton beras. Tadi Pak Kades menyampaikan untuk ditambah 5 ton. Saya rasa beras bisa digeser ke sini 5 ton, sehingga bisa lebih merata,” ungkapnya.

Menurut Khofifah, bantuan logistik tersebut merupakan bagian dari ikhtiar Jawa Timur untuk membantu masyarakat melewati masa tanggap darurat hingga memasuki tahap awal pemulihan. Bantuan yang diberikan diharapkan dapat meringankan kebutuhan warga di tengah kondisi pascabencana.

“Ini hanya untuk memenuhi kebutuhan beberapa saat. Tetapi yang kita harapkan, ini bisa membantu memenuhi kebutuhan mereka,” katanya.

Dukungan Pemprov Jatim tidak hanya diberikan dalam bentuk logistik. Pelayanan kesehatan juga diperkuat dengan keterlibatan tenaga medis dari Jawa Timur.

Sejak 17 Agustus 2026, sebanyak tujuh dokter telah bergabung memberikan pelayanan kesehatan di RSUD Ruteng. Kemudian pada 22 Agustus, sebanyak 10 orang dokter dan perawat dari RSUD Dr. Soetomo Jawa Timur turut memberikan pelayanan di rumah sakit tersebut.

Selain dukungan medis, Pemprov Jatim menyiapkan empat orang untuk membantu penanganan trauma pada anak melalui layanan dukungan psikososial (LDP). Dukungan itu menjadi bagian dari upaya pemulihan yang mencakup kebutuhan fisik dan kondisi psikologis anak-anak setelah mengalami bencana.

Dalam kunjungannya di SD Inpres Robo, Khofifah juga menyempatkan diri menyapa para siswa dan memberikan semangat. Ia mengajak anak-anak tetap memiliki harapan serta kembali bersemangat belajar ketika kondisi memungkinkan.

“Kita semua bersaudara. Kita hadir bersama-sama untuk membantu saudara-saudara kita di sini. Mudah-mudahan seluruh proses pemulihan berjalan baik dan anak-anak bisa segera kembali bersekolah,” katanya.

Khofifah menegaskan, solidaritas antardaerah menjadi kekuatan penting dalam menghadapi bencana. Menurutnya, musibah yang terjadi di satu daerah merupakan kepedulian bersama sebagai bagian dari satu bangsa.

“Masing-masing daerah saling bersapa, saling bergotong royong, saling meringankan beban, merasa bahwa kita ini bersaudara. Itu menjadi bagian yang harus terus kita lakukan sebagai sebuah bangsa,” katanya.

Wakil Bupati Manggarai Fabianus Abu menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Khofifah atas bantuan yang diberikan kepada masyarakat terdampak gempa di Desa Ranaka. Ia menilai bantuan tersebut sangat membantu pemenuhan kebutuhan warga di tengah situasi bencana.

“Kami atas nama masyarakat yang ada di Desa Ranaka dan Kabupaten Manggarai umumnya mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan. Ini sangat membantu masyarakat kami di Desa Ranaka,” kata Fabianus.

Fabianus juga mengapresiasi dukungan Pemprov Jatim di bidang kesehatan. Ia menyebut tim dokter dan paramedis dari Surabaya telah diterjunkan ke RSUD Ruteng, termasuk dokter untuk membantu operasi tulang.

“Beberapa hari yang lalu para dokter dan paramedis dari Surabaya sudah masuk di RSUD Ruteng. Ada dokter untuk operasi tulang. Karena itu, kami juga menyampaikan terima kasih kepada Ibu Gubernur dan seluruh rombongan,” ujarnya.

Terkait pembagian bantuan, Fabianus mengatakan pemerintah desa dan kecamatan akan mengatur penyalurannya secara adil agar masyarakat menerima bantuan sesuai kebutuhan.

“Kami percayakan kepada kepala desa dan bapak camat untuk mengatur seadil-adilnya. Jangan sampai menimbulkan gejolak dan jangan berebutan. Saya mengharapkan kita semua menerima dengan ikhlas. Sedikit pun kita harus bersyukur, apalagi kalau mendapat lebih banyak,” katanya.

Sementara itu, Bupati Manggarai Timur Agas Andreas menyampaikan apresiasi kepada Pemprov Jatim dan masyarakat Jawa Timur atas dukungan bagi warga terdampak gempa. Menurutnya, bantuan tersebut berarti karena kebutuhan masyarakat masih tinggi akibat dampak bencana.

“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Ibu Gubernur Jawa Timur dan seluruh masyarakat Jawa Timur yang sudah datang dan memberikan bantuan kepada masyarakat Manggarai Timur. Bantuan ini sangat berarti bagi kami, terutama dalam memenuhi kebutuhan masyarakat yang terdampak bencana,” kata Agas.

Berdasarkan data hingga pukul 21.17 WITA, Agas menyebut gempa bumi di Kabupaten Manggarai Timur berdampak terhadap 19.515 infrastruktur. Bencana tersebut juga berdampak terhadap 20.673 kepala keluarga atau 85.461 jiwa. Tercatat 34 orang meninggal dunia dan 239 orang mengalami luka berat.

“Terimakasih sekali lagi, semoga bantuan ini dapat meringankan beban warga kami,” pungkasnya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

PSC 119 RSUD HMR Raih Gold Status, Respons Kurang dari 10 Menit Jadi Kunci Penanganan Stroke
2.432 Kader TP PKK Dilibatkan, Kota Mataram Perkuat Jejaring Siaga Stroke
Sidoarjo Jadi Daerah Percontohan InCircular, Subandi Dorong Pengelolaan Sampah dari Hulu
Di Hadapan 109 Mahasiswa Unhan, Khofifah Paparkan Potensi Pangan Jatim Menuju Kedaulatan Nasional
Kemnaker Seleksi Peserta MagangHub Batch 2 Angkatan II, Mulai Magang 21 September
Kemnaker-Baznas Perluas Akses Kerja Inklusif, Disabilitas hingga Magang ke Jepang
Pemerintah Tetapkan 26 Hari Libur 2027, Ini Aturan Kerja dan Cuti Bersamanya
Menaker Ungkap Cara Adopsi AI Bisa Dongkrak Produktivitas hingga 40 Persen

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 13:58

PSC 119 RSUD HMR Raih Gold Status, Respons Kurang dari 10 Menit Jadi Kunci Penanganan Stroke

Rabu, 16 September 2026 - 13:52

2.432 Kader TP PKK Dilibatkan, Kota Mataram Perkuat Jejaring Siaga Stroke

Rabu, 16 September 2026 - 13:08

Sidoarjo Jadi Daerah Percontohan InCircular, Subandi Dorong Pengelolaan Sampah dari Hulu

Rabu, 16 September 2026 - 13:00

Di Hadapan 109 Mahasiswa Unhan, Khofifah Paparkan Potensi Pangan Jatim Menuju Kedaulatan Nasional

Rabu, 16 September 2026 - 09:43

Kemnaker Seleksi Peserta MagangHub Batch 2 Angkatan II, Mulai Magang 21 September

Berita Terbaru