Khofifah Serahkan Bantuan Kemanusiaan Jatim ke Posko Bencana Sumut

- Redaksi

Minggu, 30 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Timur Khofifah menyerahkan bantuan kemanusiaan bagi korban bencana Sumatera Utara. (Foto: Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Gubernur Jawa Timur Khofifah menyerahkan bantuan kemanusiaan bagi korban bencana Sumatera Utara. (Foto: Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

MEDAN, RadarBangsa.co.id – Ketika sejumlah wilayah di Sumatera diterjang bencana alam, gelombang dukungan dari berbagai penjuru Indonesia mulai mengalir. Dari Jawa Timur, respons masyarakat dan pemerintah daerah muncul sebagai salah satu yang paling cepat dan terkoordinasi, memperlihatkan bagaimana solidaritas nasional bekerja di saat krisis. Pemerintah Provinsi Jawa Timur memastikan bantuan tidak hanya diberangkatkan, tetapi juga diatur agar tiba tepat waktu dan sesuai kebutuhan mendesak warga terdampak.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa secara langsung memimpin penyerahan bantuan kemanusiaan tahap pertama senilai Rp5 miliar kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Utara di Posko Bencana Gedung Kwarda Sumut, Medan, Minggu (30/11). Bantuan itu diterima Wakil Gubernur Sumut, sementara paket untuk Aceh dan Sumatera Barat dijadwalkan dikirim menyusul setelah mekanisme distribusi tersusun rapi.

Khofifah mengatakan bahwa bantuan ini merupakan bentuk kepedulian lintas daerah yang telah menjadi budaya warga Jawa Timur. “Kami membawa amanah dari masyarakat Jawa Timur. Mereka ingin hadir, ingin membantu, dan ingin memastikan saudara-saudaranya di Sumatera tidak menjalani masa sulit ini sendirian,” ujarnya.

Ia menyampaikan duka mendalam atas bencana yang menimpa warga Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Menurutnya, masyarakat Jatim secara spontan menunjukkan kepedulian melalui donasi hingga keterlibatan relawan. “Bencana di Sumatera adalah duka kita bersama. Kami ingin memastikan nilai gotong royong tetap menjadi kekuatan bangsa,” imbuhnya.

Bantuan bertajuk “Jawa Timur Peduli” itu mencakup permakanan, sandang, perlengkapan keluarga, obat-obatan, perlengkapan balita, hingga hygiene kit yang dibutuhkan untuk pemulihan pasca banjir dan longsor. Sebagian bantuan telah tiba lebih dulu melalui gelombang pertama pengiriman truk logistik dari BPBD Jawa Timur. Barang-barang tersebut kini berada di bawah koordinasi Pemprov Sumut untuk disalurkan kepada warga yang paling terdampak.

Di Sidoarjo, BPBD Jatim juga mempersiapkan tambahan logistik sekitar 15 ton untuk gelombang berikutnya. Menurut Khofifah, jenis bantuan pada kloter kedua ini sedikit berbeda karena mengikuti permintaan dari daerah terdampak. “Kami menerima laporan bahwa beberapa fasilitas kesehatan kehilangan pasokan akibat longsor. Karena itu, tambahan obat-obatan dan perlengkapan balita masuk daftar prioritas,” jelasnya.

Pemprov Jatim memastikan distribusi dilakukan dengan pola berlapis. Pengiriman bantuan yang bersifat mendesak akan memanfaatkan pesawat TNI AU dari Lanud Abdulrachman Saleh Malang menuju Medan. Sementara bantuan berkapasitas besar yang tidak mudah rusak akan diberangkatkan menggunakan KRI dari Koarmada 2 Surabaya menuju Sumatera Barat dan Sumatera Utara.

Menurut Khofifah, dukungan lintas instansi menjadi kunci agar seluruh bantuan efisien dan tidak tumpang tindih. “Kami bersinergi dengan TNI, Polri, BPBD Sumut, serta relawan setempat. Koordinasi teknis terus berjalan agar bantuan benar-benar sampai kepada mereka yang paling membutuhkan,” katanya.

Ia menambahkan bahwa relawan dari Jawa Timur juga siap diterjunkan—mulai dari tim kesehatan, Tagana, hingga tenaga evakuasi. Hanya saja, pengiriman dilakukan bertahap menyesuaikan kondisi akses yang sebagian masih terputus akibat longsor dan banjir bandang. “Kami ingin memastikan keselamatan relawan tetap terjaga sambil terus memperhatikan golden time evakuasi,” ujarnya.

Selain logistik dan relawan, Khofifah menekankan pentingnya dukungan moral. Ia berharap warga di Sumatera merasakan kehadiran saudara-saudara mereka di Jawa Timur. “Bantuan ini bukan hanya soal barang, tetapi bentuk cinta, doa, dan penguatan batin. Kami ingin warga Sumatera tahu bahwa mereka tidak sendiri,” kata mantan Menteri Sosial itu.

Dalam kesempatan yang sama, Khofifah mengajak seluruh elemen bangsa untuk memperluas gerakan kemanusiaan lintas daerah. Menurutnya, skala bencana yang terjadi mengharuskan semua pihak terlibat secara berkelanjutan. “Bangkit dari bencana adalah tugas bersama. Kami berharap gerakan ini dapat mendorong pemulihan sosial, ekonomi, hingga pendidikan di wilayah terdampak,” ucapnya.

Wakil Gubernur Sumatera Utara, Surya, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan bantuan besar dari Jawa Timur. Ia menyebut dukungan tersebut sangat berarti mengingat sejumlah titik pengungsian masih membutuhkan suplai logistik tambahan. “Terima kasih kepada Pemprov Jatim yang menunjukkan perhatian tulus dan respons cepat. Bantuan Rp5 miliar ini akan sangat membantu penanganan darurat,” ujarnya.

Surya juga menegaskan bahwa pihaknya akan memastikan bantuan tersebut disalurkan secara tepat sasaran. “Kami menghargai kepercayaan masyarakat Jawa Timur. Ini akan kami jaga dengan penyaluran yang transparan dan efektif,” tuturnya.

Khofifah menutup kunjungan dengan memastikan bahwa provinsi yang dipimpinnya akan terus memantau perkembangan di Sumatera. Pemprov Jatim siap mengirim tambahan logistik maupun tenaga jika situasi darurat berlangsung lebih lama. “Kami hadir untuk membantu sampai masyarakat benar-benar pulih. Semoga Sumatera segera bangkit dan kembali kuat,” pungkasnya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

JNE Gratiskan Ongkir Bantuan untuk Korban Bencana Sumatera
Kades Puguh, dan Tokoh Masyarakat Apresiasi Penyaluran Bansos Baznas Kendal
Tokoh Masyarakat Mas Har dan Kades Rudiyanto Apresiasi Baznas Kendal Salurkan Bantuan Sosial
Ngawi Kirim Bantuan Darurat Perkuat Respons Bencana Sumut–Aceh
Pemerintah Pacu Digitalisasi Bansos, Malang Minta Akses Publik Diperkuat
Musda Dekopinda Madiun Tegaskan Penguatan Koperasi dan UMKM Lokal
Pengusaha Apotek di Kendal, Keluhkan Kewajiban SLF yang Dinilai Memberatkan
Bangkalan Adopsi Teknologi PAD dari Banyuwangi

Berita Terkait

Jumat, 5 Desember 2025 - 13:02 WIB

JNE Gratiskan Ongkir Bantuan untuk Korban Bencana Sumatera

Jumat, 5 Desember 2025 - 12:13 WIB

Kades Puguh, dan Tokoh Masyarakat Apresiasi Penyaluran Bansos Baznas Kendal

Jumat, 5 Desember 2025 - 11:31 WIB

Tokoh Masyarakat Mas Har dan Kades Rudiyanto Apresiasi Baznas Kendal Salurkan Bantuan Sosial

Jumat, 5 Desember 2025 - 11:26 WIB

Ngawi Kirim Bantuan Darurat Perkuat Respons Bencana Sumut–Aceh

Jumat, 5 Desember 2025 - 10:53 WIB

Pemerintah Pacu Digitalisasi Bansos, Malang Minta Akses Publik Diperkuat

Berita Terbaru

Budaya

Budaya Kedu Mengemuka di Komukino Fest 2025 di Semarang

Jumat, 5 Des 2025 - 18:44 WIB