Khofifah Tegaskan Tanggul Gedangan Trenggalek Selesai, 240 Ha Sawah Aman

Jumat, 5 Desember 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau tanggul bronjong Sungai Gedangan di Panggul, Trenggalek dan berbicara dengan salah satu petani. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau tanggul bronjong Sungai Gedangan di Panggul, Trenggalek dan berbicara dengan salah satu petani. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

TRENGGALEK, RadarBangsa.co.id – Upaya mitigasi banjir yang sejak awal tahun digencarkan Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali membuahkan hasil. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengumumkan bahwa pembangunan tanggul bronjong di Sungai Gedangan, Desa Kertosono, Kecamatan Panggul, Kabupaten Trenggalek, telah selesai sepenuhnya. Pernyataan itu disampaikan usai ia melakukan inspeksi lapangan pada Kamis (4/12).

Tanggul tersebut merupakan bagian dari langkah strategis pemerintah daerah untuk menanggulangi kerusakan irigasi yang terjadi setelah banjir besar melanda wilayah Panggul pada Februari dan Juni 2025. Intensitas air yang tinggi saat itu memicu jebolnya tanggul, rusaknya saluran air, serta ancaman terhadap permukiman dan jalur transportasi utama.

“Begitu banjir menghantam, yang paling pertama terdampak adalah saluran irigasi. Maka pemulihannya harus segera dilakukan agar kehidupan sosial-ekonomi petani tidak terganggu terlalu lama,” kata Khofifah.

Di lokasi, Pemprov Jatim membangun tanggul bronjong sepanjang 654 meter dengan ketinggian sekitar 5,5 meter. Selain itu, dibuat pula bangunan groundsill sepanjang total 53 meter, pemasangan tiga krib setinggi 4 meter, serta pembangunan pipanisasi sepanjang 158,5 meter. Secara keseluruhan, proyek ini menghabiskan anggaran APBD Provinsi sebesar Rp15,85 miliar, termasuk pengerjaan tanggul tambahan sepanjang 90 meter di Desa Panggul.

Khofifah menegaskan bahwa keberadaan tanggul tersebut menjadi penentu kelancaran suplai air bagi ratusan hektare sawah. “Irigasi yang baik menentukan masa depan produksi pangan kita. Program swasembada pangan yang dicanangkan Presiden Prabowo sangat bergantung pada aspek teknis seperti ini,” ujarnya.

Pemulihan irigasi di Sungai Gedangan kini memastikan 240 hektare sawah di lima desa kembali memperoleh pasokan air. Desa Gayam, Nglebeng, Panggul, Kertosono, dan Wonocoyo sebelumnya mengalami kekeringan setelah saluran irigasi putus dihantam banjir.

Khofifah berharap keberadaan bronjong dan sistem pipanisasi tidak hanya memperbaiki aliran air, tetapi juga memperkuat perlindungan kawasan pemukiman dari ancaman luapan sungai. “Kami ingin memastikan bahwa limpasan air sungai bisa dikendalikan. Karena ketika air mengalir stabil, petani bisa bekerja tanpa rasa khawatir,” ucapnya.

Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin menyampaikan apresiasi terhadap langkah cepat Pemprov Jatim. Menurutnya, keberadaan tanggul baru ini menjadi jawaban atas keluhan petani yang selama ini kesulitan mendapatkan pasokan air secara konsisten akibat kerusakan irigasi.

“Alhamdulillah ini merupakan bentuk respon yang sangat cepat. Ini bukan hanya soal membangun kembali, tetapi melindungi masa depan produksi pangan di Trenggalek,” ujar Arifin.

Ia menjelaskan bahwa kondisi geografis Trenggalek yang sebagian besar terdiri dari perbukitan membuat area persawahan berada di titik-titik tertentu yang sangat bergantung pada sistem irigasi teknis. “Karena itu keberadaan tanggul ini sangat krusial. Petani kita tidak punya banyak pilihan di wilayah dengan kontur seperti ini,” tambahnya.

Pemkab Trenggalek berencana memperkuat koordinasi dengan dinas terkait dan kelompok tani agar saluran irigasi yang telah pulih dapat dirawat secara berkelanjutan. Pemerintah juga tengah menyiapkan rencana penguatan infrastruktur lain untuk mengantisipasi intensitas hujan yang diprediksi meningkat pada akhir tahun.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Seni Budaya Kendal Tampil di Panggung Nasional TMII, Sedot Perhatian Pengunjung
SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan
Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak
PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan
PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani
DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi
Gus Iqdam di Pasuruan: Serukan Ilmu, Akhlak, dan Sedekah
Paripurna, Fraksi Golkar DPRD Ngawi Soroti Defisit RAPBD 2027, Usulkan Stadion Baru Berkapasitas 40.000 Penonton

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 01:29

Seni Budaya Kendal Tampil di Panggung Nasional TMII, Sedot Perhatian Pengunjung

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 23:43

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:38

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:36

PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:47

PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani

Berita Terbaru