Khofifah Tinjau SPMB Jatim 2026, 79 Ribu Siswa Disiapkan Beasiswa Saat Kursi Negeri Terbatas

Rabu, 3 Juni 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau proses verifikasi dan validasi data SPMB Tahun Ajaran 2026/2027 di SMA Negeri Surabaya, Senin, 1 Juni 2026. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau proses verifikasi dan validasi data SPMB Tahun Ajaran 2026/2027 di SMA Negeri Surabaya, Senin, 1 Juni 2026. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

SURABAYA, RadarBangsa.co.id – Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Jawa Timur Tahun Ajaran 2026/2027 mulai berjalan. Di tengah tingginya harapan masyarakat untuk mendapatkan kursi di sekolah negeri, fakta menunjukkan daya tampung SMA dan SMK negeri di Jawa Timur masih jauh dari jumlah lulusan SMP yang terus meningkat setiap tahun.

Kondisi ini membuat ribuan keluarga harus menyiapkan alternatif pendidikan lain. Pemerintah Provinsi Jawa Timur pun memperkuat kolaborasi dengan sekolah swasta melalui program beasiswa penuh dan potongan biaya pendidikan yang tahun ini menjangkau puluhan ribu siswa.

Untuk memastikan proses penerimaan berjalan tertib dan transparan, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa turun langsung meninjau layanan verifikasi dan validasi data SPMB di sejumlah SMA negeri favorit di Surabaya.

Peninjauan dilakukan di SMA Negeri 1 Surabaya dan SMA Negeri 2 Surabaya pada Senin (1/6), kemudian berlanjut ke SMA Negeri 5 Surabaya dan SMA Negeri 9 Surabaya pada Selasa (2/6).

“Saya rasa ini menjadi referensi yang kuat. SMA komplek ini mengintegrasikan empat unit SMA yang menjadi banyak harapan dari calon murid untuk bisa diterima di sekolah ini,” kata Khofifah.

Dari hasil pemantauan, Khofifah menilai pelayanan verifikasi tahun ini jauh lebih tertata dibanding periode sebelumnya. Ruang pelayanan dinilai cukup luas dan antrean berlangsung teratur sehingga tidak menimbulkan penumpukan calon murid maupun orang tua.

“Kita bisa melihat bahwa ruangan tempat verifikasi cukup longgar. Antriannya cukup teratur dan kapasitasnya yang disiapkan cukup. Sehingga tidak ada antrian seperti tahun lalu yang saya dengar ada yang subuh-subuh sudah mulai datang ke sekolah,” ujarnya.

Menurut Khofifah, pengambilan PIN dan verifikasi data telah berlangsung sejak 29 Mei dan akan berakhir pada 9 Juni 2026. Sistem pelayanan dibuat berdasarkan jadwal yang telah ditentukan sehingga calon murid mengetahui waktu kedatangannya secara pasti.

“Alhamdulillah, prosesnya berjalan cukup lancar dan tertib,” tambahnya.

Tahapan SPMB tahun ini dimulai dari pengambilan PIN secara mandiri pada 28 Mei hingga 9 Juni 2026. Selanjutnya dilakukan verifikasi dan validasi data serta dokumen hingga 10 Juni 2026.

Pemerintah juga menyediakan simulasi atau latihan pendaftaran daring pada 8-9 Juni 2026 agar calon murid dan orang tua lebih memahami mekanisme pendaftaran sebelum memasuki tahap seleksi.

Adapun pendaftaran dilakukan bertahap melalui Jalur Domisili pada 11-12 Juni, Jalur Afirmasi, Mutasi Orang Tua/Wali dan Prestasi Hasil Lomba pada 17-18 Juni, Jalur Prestasi Akademik SMA pada 24-25 Juni, serta Jalur Prestasi Akademik SMK pada 30 Juni hingga 1 Juli 2026.

Meski pelayanan terus diperbaiki, tantangan terbesar pendidikan menengah di Jawa Timur masih berada pada keterbatasan daya tampung sekolah negeri.

Data Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur menunjukkan jumlah lulusan SMP/MTs/sederajat tahun 2026 mencapai 618.479 siswa. Sementara total daya tampung SMA dan SMK negeri hanya tersedia untuk 244.621 siswa.

Artinya, sekolah negeri hanya mampu menampung sekitar 39,55 persen lulusan. Sebanyak 373.858 siswa atau 60,45 persen lainnya harus melanjutkan pendidikan melalui sekolah swasta maupun jalur pendidikan lainnya.

“Karena itu selalu ada ruang di mana calon murid harus menentukan pilihan ke sekolah swasta. Sebab daya tampung SMA dan SMK negeri memang berada pada kisaran 39,55 persen dari total lulusan,” jelas Khofifah.

Melihat kondisi tersebut, Pemprov Jawa Timur memperluas dukungan bagi sekolah swasta yang memberikan akses pendidikan lebih terjangkau bagi masyarakat.

Tahun 2026 tercatat sebanyak 2.106 SMA dan SMK swasta menyediakan program beasiswa penuh maupun potongan biaya pendidikan. Jumlah ini meningkat dibanding tahun sebelumnya yang mencapai 1.757 sekolah.

Rinciannya, sebanyak 446 SMA swasta menyediakan beasiswa penuh dan 337 SMA swasta memberikan potongan biaya pendidikan. Pada jenjang SMK, terdapat 764 sekolah yang menyediakan beasiswa penuh dan 559 sekolah memberikan potongan biaya pendidikan.

Jumlah penerima manfaat juga meningkat signifikan. Jika tahun lalu tercatat 72.989 siswa menerima bantuan pendidikan, tahun ini jumlahnya naik menjadi 79.086 siswa.

“Secara kumulatif tahun lalu 72.989 siswa dan tahun ini 79.086 siswa yang bisa mendapatkan beasiswa dari SMK maupun SMA swasta di Jawa Timur. Ini jumlah yang sangat signifikan untuk meringankan beban masyarakat,” tegas Khofifah.

Bagi banyak keluarga, program tersebut menjadi harapan di tengah persaingan ketat masuk sekolah negeri. Kehadiran sekolah swasta tidak lagi sekadar alternatif, tetapi menjadi bagian penting dalam menjaga akses pendidikan tetap terbuka bagi seluruh anak Jawa Timur.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Aries Agung Paewai memastikan pelayanan verifikasi tetap dibuka saat akhir pekan dan hari libur. Setiap sekolah diberikan kuota layanan hingga 200 peserta per hari agar proses berjalan lebih cepat.

“Kita tidak ingin lagi masyarakat merasa bahwa mereka punya waktu cukup singkat untuk mengambil PIN. Karena PIN ini penting untuk mereka melanjutkan ke jenjang tahapan berikutnya,” ujarnya.

Di tengah proses yang berlangsung, para calon murid mulai menyusun strategi untuk masuk sekolah impian mereka. Salah satunya Hafiz, siswa SMP Islam Darussalam yang mengaku telah mempersiapkan diri sejak jauh hari menghadapi SPMB tahun ini.

Pemerintah berharap seluruh tahapan penerimaan murid baru dapat berlangsung transparan, tertib, dan memberi kesempatan yang setara bagi seluruh lulusan SMP di Jawa Timur. “Dengan keterbatasan kursi sekolah negeri dan meningkatnya dukungan sekolah swasta, akses pendidikan diharapkan tetap terbuka tanpa membebani masyarakat, “pungkasnya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Bukan Sekadar Tempat Baca, Wabup Bangkalan Ingin Perpustakaan Jadi Ruang Belajar Pelajar
Di Hadapan 109 Mahasiswa Unhan, Khofifah Paparkan Potensi Pangan Jatim Menuju Kedaulatan Nasional
Menaker Ungkap Cara Adopsi AI Bisa Dongkrak Produktivitas hingga 40 Persen
Kapolsek Laren Ingatkan Pelajar MA Muhammadiyah 03 Jauhi Bullying dan Bijak Bermedsos
Tiga Pesan Kapolsek Tikung untuk Pelajar SMK Islam Lamongan, Jaga Pergaulan, Tertib di Jalan, Jauhi Narkoba
Wamenaker Ajak Generasi Muda Jadikan AI Pengganda Produktivitas
Khofifah Resmi Kukuhkan 200 Mahasiswa Baru AMN Surabaya
Maulid Nabi di SMP Modhariyah Bangkalan, Siswa Diajak Teladani Rasulullah

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 19:51

Bukan Sekadar Tempat Baca, Wabup Bangkalan Ingin Perpustakaan Jadi Ruang Belajar Pelajar

Rabu, 16 September 2026 - 13:00

Di Hadapan 109 Mahasiswa Unhan, Khofifah Paparkan Potensi Pangan Jatim Menuju Kedaulatan Nasional

Rabu, 16 September 2026 - 09:27

Menaker Ungkap Cara Adopsi AI Bisa Dongkrak Produktivitas hingga 40 Persen

Selasa, 15 September 2026 - 15:22

Kapolsek Laren Ingatkan Pelajar MA Muhammadiyah 03 Jauhi Bullying dan Bijak Bermedsos

Senin, 14 September 2026 - 08:41

Tiga Pesan Kapolsek Tikung untuk Pelajar SMK Islam Lamongan, Jaga Pergaulan, Tertib di Jalan, Jauhi Narkoba

Berita Terbaru