Komukino 2025 Hadirkan Harmoni Budaya Jateng dan Teknologi

Selasa, 25 November 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Panitia Komukino 2025 tengah merancang instalasi budaya berkonsep digital. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Panitia Komukino 2025 tengah merancang instalasi budaya berkonsep digital. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

SEMARANG, RadarBangsa.co.id — Festival Komukino 2025 yang digelar Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Semarang (USM) pada 18 Desember mendatang siap tampil dengan format lebih modern dan relevan bagi generasi muda. Mengusung tema “Jateng Ayem”, festival ini mencoba menghubungkan nilai tradisi Jawa Tengah dengan ekosistem digital yang semakin lekat dengan kehidupan Gen Z.

Tema “Jateng Ayem” dibangun dari empat nilai filosofi budaya, yaitu guyub rukun, tepa slira, nguri-uri, serta komitmen melestarikan budaya. Seluruh konsep tersebut diterjemahkan ke dalam instalasi kreatif, pertunjukan visual, hingga pengalaman interaktif berbasis teknologi yang dikembangkan langsung oleh mahasiswa Ilmu Komunikasi.

Dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya, Komukino 2025 menonjolkan integrasi budaya dan teknologi untuk menghadirkan pengalaman imersif. Panitia berharap pendekatan baru ini dapat membuka cara pandang generasi muda bahwa tradisi tidak harus dipandang kuno, melainkan bisa tumbuh dalam bentuk yang lebih adaptif. “Kami ingin budaya Jawa Tengah dikenal bukan hanya lewat simbol tradisional, tetapi juga melalui format yang akrab dengan anak muda masa kini,” ujar Ketua Inti Komukino 2025, Rizal Aditiya Saputra.

Sementara itu, Wakil Ketua Karesidenan Kedu 2025, Rifki Aswin K.M, menilai persiapan festival ini menjadi ruang belajar besar bagi para panitia. “Kami menghadapi banyak dinamika, mulai dari koordinasi lintas angkatan hingga penyusunan konsep acara. Tapi proses itu justru melatih kami memahami manajemen tim dan solusi masalah secara nyata,” ungkapnya.

Sejumlah dosen pendamping menyebut Komukino 2025 sebagai momentum penting dalam upaya regenerasi pelestarian budaya. “Ketika mahasiswa terlibat langsung, budaya tidak berhenti sebagai wacana, tetapi menjadi praktik yang hidup,” kata salah satu dosen pembina.

Informasi lengkap mengenai jadwal dan lokasi acara akan diumumkan melalui Instagram resmi @komukinofest2025.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan
Dari Kampus ke Kampus, Anggota DPD RI Asal Jawa Timur Lia Istifhama Ajak Mahasiswa Belajar Pengabdian
Biro Adpim Jatim Raih Penghargaan, Literasi Digital Santri Jadi Perhatian
Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak
PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan
Polres Lamongan Gelar Apel Satgas Polisi Jogo Sekolah
PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani
DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 23:43

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 18:41

Dari Kampus ke Kampus, Anggota DPD RI Asal Jawa Timur Lia Istifhama Ajak Mahasiswa Belajar Pengabdian

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:14

Biro Adpim Jatim Raih Penghargaan, Literasi Digital Santri Jadi Perhatian

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:38

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:36

PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan

Berita Terbaru