Kota Probolinggo Bersolek, Setahun Kepemimpinan Dokter Amin Catat 53 Prestasi

- Redaksi

Kamis, 2 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Peluncuran jenama Kota Bersolek dan paparan capaian satu tahun kepemimpinan Pemkot Probolinggo, Kamis, 2 April 2026. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Peluncuran jenama Kota Bersolek dan paparan capaian satu tahun kepemimpinan Pemkot Probolinggo, Kamis, 2 April 2026. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

KOTA PROBOLINGGO, RadarBangsa.co.id — Pemerintah Kota Probolinggo meluncurkan jenama kota “Probolinggo Kota Bersolek” yang dirangkai dengan pemaparan kilas prestasi satu tahun kepemimpinan Wali Kota Dokter Aminuddin dan Wakil Wali Kota Ina Dwi Lestari. Momentum ini menjadi penanda arah pembangunan daerah yang menitikberatkan pada penguatan identitas kota, percepatan layanan publik, serta pertumbuhan ekonomi yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Dalam satu tahun masa kepemimpinan, Pemkot Probolinggo mengklaim telah membukukan berbagai capaian strategis di sektor lingkungan, kesehatan, pendidikan, ekonomi, hingga konektivitas wilayah. Total 53 penghargaan tingkat regional dan nasional berhasil diraih sepanjang 2025.

Wali Kota Dokter Aminuddin menegaskan, tahun pertama pemerintahannya difokuskan pada pembangunan fondasi yang kuat sebagai pijakan kebijakan jangka panjang. Menurutnya, kepercayaan publik harus dijawab melalui program yang nyata dan terukur.

“Kami menyadari masyarakat tidak hanya membutuhkan janji, tetapi bukti. Karena itu, program prioritas kami pastikan mulai diwujudkan secara nyata,” ujar Dokter Aminuddin.

Sebagai bagian dari pola kerja yang lebih responsif, wali kota memilih turun langsung ke lapangan, termasuk berkantor di sejumlah kelurahan pada awal masa jabatan. Langkah ini dilakukan untuk menyerap aspirasi warga secara langsung sekaligus memastikan kebijakan yang diambil sesuai kebutuhan riil masyarakat.

Dari sisi lingkungan, salah satu capaian menonjol adalah penghargaan Menuju Kota Bersih dari Kementerian Lingkungan Hidup. Kota Probolinggo berhasil masuk 34 besar dari 518 kabupaten/kota yang diseleksi selama tiga bulan secara ketat.

“Ini adalah bukti kerja nyata, bukan rekayasa,” tegasnya.

Tidak hanya itu, Pemkot juga mencatat penurunan pencemaran mikroplastik hingga lebih dari 50 persen. Program sanitasi lingkungan dan penghapusan praktik buang air besar sembarangan juga disebut berhasil menekan kontaminasi bakteri E.coli di sejumlah aliran sungai.

Pada sektor kesehatan, inovasi berbasis teknologi menjadi sorotan. Pemerintah menghadirkan jam tangan pintar untuk memantau kondisi ibu hamil secara real-time. Melalui perangkat tersebut, tenaga medis dapat memantau tekanan darah dan kondisi vital lainnya secara berkala.

Kebijakan ini berdampak pada penurunan angka kematian ibu hamil. Dari sebelumnya lebih dari delapan kasus, angka tersebut turun signifikan menjadi dua kasus sepanjang 2025.

“Keberhasilan ini sekaligus mengantarkan Kota Probolinggo meraih predikat Kota Sehat pada akhir November lalu,” kata Dokter Amin.

Di bidang ekonomi, pertumbuhan ekonomi Kota Probolinggo tercatat mencapai 5,85 persen pada 2025, termasuk yang tertinggi di Jawa Timur. Pada saat yang sama, gini rasio turun ke kisaran 0,33, yang menunjukkan pemerataan kesejahteraan mulai membaik.

“Pertumbuhan ekonomi kita tidak hanya tinggi, tetapi juga diikuti penurunan ketimpangan. Ini yang paling penting, kesejahteraan harus dirasakan merata,” jelasnya.

Penguatan ekonomi lokal juga didorong melalui penyelenggaraan 340 event sepanjang 2025. Kegiatan tersebut diarahkan untuk menggerakkan UMKM, sektor jasa, dan pariwisata daerah.

Pada sektor pendidikan, Pemkot menargetkan peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) hingga menembus angka 80 pada 2026. Fokus utama diarahkan pada penanganan anak putus sekolah melalui program pendidikan kesetaraan.

Anak yang belum menyelesaikan pendidikan formal akan diarahkan mengikuti paket A, B, maupun C sesuai jenjang terakhir. Selain itu, program wajib belajar 13 tahun mulai diperkuat melalui optimalisasi pendidikan anak usia dini.

Pemkot juga menyiapkan anggaran beasiswa untuk menekan angka pengangguran terbuka, khususnya lulusan SMA yang belum melanjutkan pendidikan atau belum terserap dunia kerja.

“Kami sudah menyiapkan anggaran beasiswa karena salah satu tantangan kita adalah pengangguran terbuka yang banyak diisi lulusan SMA,” ujar Dokter Aminuddin.

Di sisi infrastruktur dan konektivitas, Kota Probolinggo terus memperkuat perannya sebagai kota transit, penyangga pelabuhan, dan gerbang menuju kawasan wisata Bromo. Salah satu terobosan yang dinilai strategis adalah hadirnya layanan kereta komuter untuk mendukung mobilitas masyarakat dan distribusi ekonomi.

Pemkot juga membentuk Perseroda berbasis maritim untuk memperkuat aktivitas kepelabuhanan. Langkah ini sejalan dengan upaya menarik investasi dan membuka lapangan kerja baru.

Pada sektor pariwisata, pemerintah menargetkan pengembangan 100 destinasi wisata dalam lima tahun ke depan. Saat ini, sekitar 76 destinasi telah terdata, termasuk kawasan yang menopang akses wisata menuju Gunung Bromo.
Peluncuran jenama “Probolinggo Kota Bersolek” tidak hanya menjadi simbol identitas baru kota, tetapi juga bagian dari strategi branding daerah untuk memperkuat daya saing investasi, pariwisata, dan pelayanan publik.

Berbagai capaian selama satu tahun kepemimpinan ini menjadi indikator awal arah pembangunan Kota Probolinggo yang lebih terukur. Dampaknya diharapkan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama dalam bentuk layanan kesehatan yang lebih baik, peluang kerja baru, dan pemerataan kesejahteraan.
Menutup pemaparannya, Dokter Aminuddin menegaskan bahwa seluruh program pembangunan akan terus diarahkan untuk memperkuat kemandirian ekonomi daerah dan kesejahteraan warga.

“Tujuannya jelas, menghadirkan investasi, membuka lapangan kerja, dan mendorong kemandirian ekonomi daerah,” pungkasnya.

Lainnya:

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Jam Sibuk Pagi, Polsek Tikung Siaga di Titik Rawan, Kawal Kelancaran dan Keselamatan Warga
Tak Sekadar Patroli, Polsek Tikung Kawal Program Pangan Bergizi di Lamongan demi Cegah Krisis Pangan
May Day 2026: Saat Buruh Masih Rentan, BPJS Ketenagakerjaan Cairkan Santunan Rp744 Juta di Lamongan
Polresta Sidoarjo Gelar Kerja Bakti Serentak, Siapkan Layanan Publik Lebih Bersih dan Nyaman
Darurat Lapangan Kerja, Wamenaker Ungkap 155 Juta Pekerja Masih Bertahan di Sektor Informal
Menteri PKP Turun ke Bangkalan, 573 Rumah Warga Siap Dibedah Tahun Ini
Di Tengah Konflik Dunia, Khofifah Serukan Perdamaian dari Surabaya Saat Nyepi 1948
Saat Dunia Memanas, Khofifah Pilih Panggung Nyepi untuk Serukan Stop Perang Global

Berita Terkait

Senin, 4 Mei 2026 - 12:11 WIB

Jam Sibuk Pagi, Polsek Tikung Siaga di Titik Rawan, Kawal Kelancaran dan Keselamatan Warga

Senin, 4 Mei 2026 - 12:04 WIB

Tak Sekadar Patroli, Polsek Tikung Kawal Program Pangan Bergizi di Lamongan demi Cegah Krisis Pangan

Senin, 4 Mei 2026 - 08:32 WIB

Polresta Sidoarjo Gelar Kerja Bakti Serentak, Siapkan Layanan Publik Lebih Bersih dan Nyaman

Minggu, 3 Mei 2026 - 22:58 WIB

Darurat Lapangan Kerja, Wamenaker Ungkap 155 Juta Pekerja Masih Bertahan di Sektor Informal

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:38 WIB

Menteri PKP Turun ke Bangkalan, 573 Rumah Warga Siap Dibedah Tahun Ini

Berita Terbaru