PASURUAN, RadarBangsa.co.id — Kripik Tempe “QI”, produk olahan tempe khas Dusun Pandelegan, Desa Sumberrejo, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan, terus menunjukkan eksistensinya sebagai salah satu produk UMKM lokal yang diminati pasar. Diproduksi oleh Kasiatin, warga setempat, kripik tempe ini dikenal memiliki tekstur super renyah dengan cita rasa khas racikan rempah.
Kasiatin menjelaskan, kripik tempe buatannya tidak sekadar tempe yang digoreng tipis. Proses produksi melalui tahap perendaman adonan dengan campuran bumbu dan rempah tertentu yang diracik sendiri. Racikan tersebut menjadi kunci kerenyahan sekaligus pembeda dengan kripik tempe pada umumnya.
“Awalnya masih tebal, keras, dan kadang nyelip di gigi. Tapi alhamdulillah, setelah trial and error cukup lama, sekarang sudah ketemu formulanya,” ujar Kasiatin saat ditemui, Jumat (30/1/2026).
Dalam proses produksi, Kasiatin dibantu suaminya serta dua tetangga sekitar. Mereka mengerjakan seluruh tahapan secara manual, mulai dari pemotongan tempe, pencampuran adonan, hingga penggorengan menggunakan wajan berukuran besar. Dalam kondisi normal, produksi harian menghabiskan sekitar 15 kilogram tempe ukuran 20×20 sentimeter.
Namun, permintaan meningkat signifikan saat akhir pekan dan menjelang hari besar keagamaan seperti Idulfitri dan Natal. “Kalau momen ramai, pembelian tempe mentah bisa sampai Rp500 ribu per hari,” katanya.
Kripik Tempe “QI” dipasarkan dalam berbagai ukuran kemasan, mulai dari 55 gram seharga Rp5.000, 115 gram Rp10.000, 175 gram Rp15.000, hingga kemasan besar 2 kilogram seharga Rp160.000. Variasi kemasan tersebut memudahkan konsumen dari berbagai segmen.
Dari sisi pemasaran, produk ini telah menjangkau konsumen rumah tangga, pusat oleh-oleh, hingga pelaku usaha rumah makan di Pasuruan dan sejumlah daerah lain. Kasiatin mengakui, dukungan Komunitas Perempuan Pengusaha Aktif dan Kreatif (KOMPPAK) Kabupaten Pasuruan berperan besar dalam memperluas jaringan pemasaran.
“Alhamdulillah, berkat pendampingan KOMPPAK, produk kami makin dikenal dan pemesanan terus berjalan,” pungkas Kasiatin.
Penulis : Ahmad
Editor : Zainul Arifin








