BANGKALAN, RadarBangsa.co.id – Kuota peserta Festival Literasi Bedah Buku “Raden Trunojoyo: Jejak Kepahlawanan Putra Madura” di Kabupaten Bangkalan telah terpenuhi dua minggu sebelum kegiatan digelar. Antusiasme tersebut menjadi gambaran tingginya perhatian masyarakat terhadap literasi yang dikaitkan dengan sejarah lokal.
Festival tersebut digelar di Aula Perpustakaan Kabupaten Bangkalan, Kamis (24/9/2026). Kegiatan ini menjadi ruang edukasi sekaligus refleksi untuk mengenalkan kembali sosok Raden Trunojoyo dan jejak perjuangannya kepada masyarakat, khususnya generasi muda.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bangkalan mengatakan, kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu upaya meningkatkan minat baca masyarakat.
Menurutnya, bedah buku dengan mengangkat sejarah lokal memberikan pengalaman berbeda bagi masyarakat. Buku tidak hanya menjadi sumber pengetahuan, tetapi juga menjadi sarana untuk mengenal lebih dekat tokoh dan perjalanan sejarah daerah.
“Melalui kegiatan seperti ini, kami berharap minat baca masyarakat semakin tumbuh. Terlebih ketika literasi dikaitkan dengan sejarah daerah, masyarakat dapat memperoleh pengetahuan sekaligus mengenal lebih dekat warisan sejarah yang dimiliki Bangkalan,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Bangkalan Moch. Fauzan Ja’far dalam sambutannya turut mengisahkan perjuangan Raden Trunojoyo sebagai salah satu tokoh penting dalam sejarah Madura.
Fauzan mengatakan, mengenal sejarah tidak cukup hanya dengan mengetahui nama dan peristiwa. Sejarah perlu dipahami sebagai bagian dari perjalanan sebuah daerah dan bangsa, termasuk nilai keberanian, keteguhan, serta semangat perjuangan yang dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.
“Bedah buku seperti ini menjadi sarana untuk menambah khazanah pengetahuan kita. Dari sebuah buku, kita bisa kembali melihat perjalanan sejarah dan memahami bagaimana perjuangan para tokoh terdahulu,” tutur Fauzan.
Ia juga menilai pengenalan sejarah daerah melalui kegiatan literasi penting untuk membangun kedekatan generasi muda dengan identitas dan akar sejarah daerahnya.
Karena itu, Wakil Bupati berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan dengan menghadirkan berbagai tema yang dekat dengan masyarakat, terutama sejarah dan tokoh-tokoh lokal.
“Harapannya, kecintaan terhadap sejarah semakin tumbuh. Generasi muda tidak hanya mengenal sejarah dari cerita, tetapi juga mau membaca, mencari tahu dan memahami nilai-nilai perjuangan yang ada di dalamnya,” imbuhnya.
Festival Literasi Bedah Buku Raden Trunojoyo pada akhirnya tidak sekadar menjadi forum untuk membahas sebuah buku. Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya menghidupkan kembali ingatan kolektif masyarakat terhadap sejarah lokal.
Dengan semakin dekatnya generasi muda dengan buku dan sejarah daerah, literasi diharapkan tidak berhenti pada aktivitas membaca. Lebih jauh, kegiatan tersebut diharapkan dapat mendorong kesadaran untuk mengenal identitas, menghargai perjuangan para pendahulu, serta menumbuhkan semangat nasionalisme dalam kehidupan sehari-hari.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar