Lamongan Dredging Waduk Gondang Demi Pulihkan Irigasi Sawah

Senin, 20 Juli 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

LAMONGAN, RadarBangsa.co.id – Pemerintah Kabupaten Lamongan bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) bersiap memulai pengerukan sedimentasi di Waduk Gondang pada Agustus mendatang. Langkah ini ditempuh untuk memulihkan kapasitas tampung waduk yang berpengaruh langsung terhadap pasokan air irigasi pertanian.

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi meninjau pemasangan alat dredging di Waduk Gondang, Senin (20/7). Ia menyebut kapasitas waduk yang semula 25 juta meter kubik kini turun menjadi 19,7 juta meter kubik akibat sedimentasi.

Menurut Yuhronur, penyusutan volume itu berdampak pada pemaksimalan irigasi pertanian di Lamongan. Waduk Gondang sendiri berpotensi mengairi 10,588 ribu hektar sawah di lima kecamatan, yakni Sugio, Sukodadi, Turi, Kembangbahu, dan Lamongan.

“Pemerintah Kabupaten Lamongan bersama BBWS akan segera memulai pengerukan sedimentasi yang ada di Waduk Gondang menggunakan metode dredging. Waduk Gondang memiliki peran penting terhadap irigasi pertanian, yangmana pertanian salah satu potensi unggulan di Kabupaten Lamongan,” tutur Yuhronur.

Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi Kabupaten Lamongan Erwin Sulistya Pambudi mengatakan pengerukan sedimentasi merupakan agenda pemeliharaan rutin. Bedanya, metode dredging yang digunakan pada Agustus nanti menjadi yang pertama diterapkan di Waduk Gondang.

“Ini adalah pertama kalinya pengerukan di Waduk Gondang menggunakan metode dredging. Pemeliharaan akan terus dilakukan, sembari melihat keefektifan metode ini. Karena pengembalian volume awal Waduk Gondang tentu membutuhkan pemeliharaan beberapa kali,” jelasnya.

Dari sisi petani, rencana pengerukan disambut positif. Ketua Petani Pemakai Air (HIPPA) Daerah Irigasi Waduk Gondang, Ramijo, menilai tambahan volume air akan sangat membantu keberhasilan musim tanam petani di sekitar waduk.

“Dengan adanya pengerukan sedimentasi di Waduk Gondang, volume air akan bertambah. Sehingga kebutuhan air untuk pertanian akan tercukupi. Karena jika air di Waduk Gondang tidak cukup, maka petani harus mengambil air dari Bengawan Jero dan tentu membutuhkan biaya operasional tinggi,” kata Ramijo.

Pengerukan ini menjadi penanda bahwa pemulihan daya tampung waduk bukan hanya soal perawatan infrastruktur, tetapi juga soal menjaga kepastian air bagi sawah dan biaya produksi petani. Pemerintah daerah berharap upaya tersebut dapat memperkuat layanan irigasi dan mendukung sektor pertanian yang menjadi salah satu penopang utama ekonomi Lamongan.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Pemprov Jatim Raih Satya JKN Awards 2026, Khofifah Perkuat Perlindungan Pekerja
24 Tim dari 18 Kecamatan Ramaikan Bupati Cup Free Fire Pasuruan
Seni Budaya Kendal Tampil di Panggung Nasional TMII, Sedot Perhatian Pengunjung
SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan
Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak
PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan
PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani
DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 10:14

Pemprov Jatim Raih Satya JKN Awards 2026, Khofifah Perkuat Perlindungan Pekerja

Senin, 2 November 2026 - 06:05

24 Tim dari 18 Kecamatan Ramaikan Bupati Cup Free Fire Pasuruan

Senin, 2 November 2026 - 01:29

Seni Budaya Kendal Tampil di Panggung Nasional TMII, Sedot Perhatian Pengunjung

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 23:43

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:38

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Berita Terbaru