MATARAM, RadarBangsa.co.id – Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), dipastikan menjadi tuan rumah Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Perhimpunan Bank Perekonomian Rakyat Syariah (HIMBARSI) tahun 2026. Agenda nasional ini dinilai strategis karena tak hanya memperkuat sektor keuangan syariah, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui pelibatan UMKM lokal.
Pemerintah Provinsi NTB menyatakan kesiapan penuh mendukung penyelenggaraan kegiatan yang akan dihadiri ratusan pelaku industri BPR Syariah dari seluruh Indonesia tersebut.
Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk menyukseskan Rakornas BPR Syariah 2026. Dukungan diberikan mulai dari penyediaan fasilitas hingga kolaborasi lintas sektor guna memastikan dampak ekonomi yang luas bagi masyarakat.
Menurut Iqbal, kegiatan berskala nasional ini menjadi momentum penting untuk memperkuat ekosistem ekonomi syariah sekaligus mempromosikan potensi daerah. Ia menekankan pentingnya mengintegrasikan pelaku UMKM dalam seluruh rangkaian kegiatan agar manfaatnya langsung dirasakan masyarakat.
Rangkaian Rakornas dijadwalkan dimulai pada 19 April 2026 dengan kedatangan peserta dan pembukaan UMKM Fest di kawasan Car Free Day Jalan Udayana, Kota Mataram. Kegiatan ini akan melibatkan pelaku usaha lokal serta terbuka untuk masyarakat umum.
Agenda utama Rakornas akan berlangsung pada 20 April dan direncanakan dibuka langsung oleh Gubernur NTB. Seluruh rangkaian kegiatan akan ditutup pada 21 April 2026.
“Kami menyambut baik dan sangat mendukung pelaksanaan Rakornas BPR Syariah di Lombok. Ini momentum memperkuat ekonomi syariah sekaligus promosi daerah,” ujar Iqbal, Jumat (27/3/2026).
Ia menambahkan, kegiatan tersebut diharapkan tidak sekadar forum diskusi, tetapi mampu memberikan dampak nyata bagi pengembangan UMKM dan ekonomi daerah.
Sementara itu, Ketua Panitia Rakornas, Ivan Eroka Yuliadji, mengungkapkan sekitar 174 BPR Syariah dari seluruh Indonesia dipastikan hadir. “Peserta akan memenuhi Lombok dan mengikuti berbagai agenda strategis yang telah disiapkan,” katanya.
Selain Rakornas, panitia juga akan menggelar BPR Syariah Summit 2026 yang membahas tiga topik utama, yakni pengembangan bisnis, teknologi informasi, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Forum ini diharapkan mampu menjawab tantangan industri keuangan syariah di era digital.
Tak hanya itu, kegiatan ini juga dirancang untuk memperkuat promosi pariwisata dan produk lokal NTB. Peserta akan diajak mengunjungi UMKM serta destinasi wisata di Lombok sebagai bagian dari strategi branding daerah.
Kolaborasi dengan Bank NTB Syariah dan BPR Syariah lokal seperti Patuh Beramal, Dinar Asri, dan Tulen Amanah turut memperkuat penyelenggaraan acara, khususnya dalam menghadirkan UMKM Fest sebagai etalase produk lokal.
“Dukungan Pemprov NTB luar biasa, termasuk dalam penyediaan venue dan pelibatan UMKM. Ini menjadi peluang besar untuk memperkenalkan Lombok ke tingkat nasional,” pungkas Ivan.








