Angin Segar Daerah, Anggota DPD RI Asal Jawa Timur Lia Istifhama Dukung Komitmen Menkeu Soal TKD

Jumat, 12 September 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama (kedua kiri), berfoto bersama usai menghadiri pertemuan terkait pembahasan isu fiskal daerah di Jakarta, Jumat (12/9/2025). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama (kedua kiri), berfoto bersama usai menghadiri pertemuan terkait pembahasan isu fiskal daerah di Jakarta, Jumat (12/9/2025). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

JAKARTA, RadarBangsa.co.id – Pernyataan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa terkait kepastian anggaran transfer ke daerah (TKD) dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026 tanpa pemotongan, mendapat apresiasi dari anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama atau yang akrab disapa Ning Lia.

Dalam rapat pembahasan RAPBN, Menkeu memastikan TKD tidak hanya aman dari pemangkasan, tetapi juga membuka peluang penambahan alokasi jika disetujui Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Kebijakan ini dinilai menjadi sinyal positif bagi percepatan pembangunan di daerah.

Menurut Ning Lia, kepastian dana dari pusat sangat berpengaruh terhadap keberlanjutan program pembangunan daerah, khususnya di sektor pelayanan publik, infrastruktur, hingga penguatan ekonomi masyarakat.

“Harapan kami, rencana ini benar-benar terealisasi, karena daerah membutuhkan sokongan fiskal yang kuat untuk mengakselerasi ekonomi,” ujarnya kepada wartawan di Jakarta, Jumat (12/9/2025).

Putri ulama besar KH Maskur Hasyim itu menambahkan, pihaknya akan memantau pembahasan RAPBN 2026 dan mendorong DPR RI sebagai mitra parlemen untuk menyetujui kebijakan tersebut.

Namun, Ning Lia juga mengingatkan agar dalam proses pembahasan tidak terjadi pemangkasan TKD. Menurutnya, jika dana pusat berkurang, pemerintah daerah kerap mencari alternatif pembiayaan dengan menaikkan pajak daerah, termasuk Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).

“Kalau dana dari pusat berkurang, pilihan yang paling mudah bagi daerah biasanya menaikkan pajak. Padahal, itu justru akan membebani masyarakat,” sebutnya.

Ning Lia berharap, arah kebijakan pemerintah pusat benar-benar berpihak pada masyarakat dan tidak berubah ketika memasuki pembahasan di DPR.

“Saya berharap kebijakan pemerintah pusat terkait TKD 2026 benar-benar berpihak pada rakyat, dan pembahasan di DPR RI nanti tidak mengubah arah positif yang sudah dicanangkan pemerintah,” pungkasnya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

24 Tim dari 18 Kecamatan Ramaikan Bupati Cup Free Fire Pasuruan
Seni Budaya Kendal Tampil di Panggung Nasional TMII, Sedot Perhatian Pengunjung
SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan
Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak
PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan
PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani
DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi
Gus Iqdam di Pasuruan: Serukan Ilmu, Akhlak, dan Sedekah

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 01:29

Seni Budaya Kendal Tampil di Panggung Nasional TMII, Sedot Perhatian Pengunjung

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 23:43

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:38

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:36

PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:47

PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani

Berita Terbaru