Aksi Bersih Pantai dan Tanam 1.200 Mangrove di Kenjeran Surabaya, Khofifah dan Pasmar 2 Perkuat Sinergi Hadapi Perubahan Iklim

Sabtu, 28 Maret 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SURABAYA, RadarBangsa.co.id — Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Komandan Pasmar 2 Mayor Jenderal Oni Junianto memimpin aksi bersih pantai dan penanaman 1.200 bibit mangrove di Kenjeran Park, Surabaya, Jumat (27/3/2026) pagi. Kegiatan ini digelar dalam rangka HUT ke-25 Pasmar 2 sekaligus memperkuat upaya pelestarian lingkungan pesisir.

Aksi kolaboratif tersebut menjadi simbol sinergi antara pemerintah daerah dan TNI dalam merespons isu perubahan iklim yang berdampak luas, khususnya di wilayah pesisir Jawa Timur.

Kegiatan diawali dengan aksi bersih-bersih pantai yang melibatkan berbagai elemen, mulai dari aparat TNI, pemerintah daerah, hingga masyarakat. Setelah itu, dilakukan penanaman 1.200 bibit mangrove jenis Rhizophora mucronata di kawasan pesisir Kenjeran.

Bibit mangrove tersebut merupakan dukungan dari Dinas Kehutanan Jawa Timur melalui Yayasan Gajah Sumatera, yang berasal dari pembibitan almarhum H. Mukarim di Nguling, Pasuruan. Penanaman ini menjadi bagian dari program rehabilitasi ekosistem pesisir yang terus digencarkan Pemprov Jatim.

Selain kegiatan utama, acara juga dirangkaikan dengan peninjauan pameran UMKM yang menjadi bagian dari peringatan HUT Pasmar 2. Hal ini menunjukkan pendekatan terpadu antara pelestarian lingkungan dan penguatan ekonomi masyarakat.

Gubernur Khofifah menegaskan pentingnya kerja sama lintas sektor dalam menjaga kelestarian lingkungan.

“Sinergi dan kolaborasi seperti hari ini adalah kunci. Tidak bisa kita bekerja sendiri-sendiri dalam menjaga lingkungan, tetapi harus bersama-sama, antara pemerintah, TNI/Polri, dan seluruh elemen masyarakat,” kata Khofifah.

Ia menambahkan, kolaborasi tersebut harus berkelanjutan dan tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata.

“Mangrove ini memiliki manfaat luar biasa. Ia mampu menyerap karbondioksida hingga lima kali lipat, sehingga sangat penting dalam menghadapi global warming dan perubahan iklim yang sedang kita rasakan saat ini,” ujarnya.

Lebih lanjut, Khofifah menjelaskan bahwa mangrove juga berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat pesisir.

“Ketika mangrove tumbuh dengan baik, ekosistem laut juga hidup. Ada kepiting, ikan, dan udang. Ini akan mendekatkan sumber penghidupan nelayan, sehingga mereka tidak perlu melaut terlalu jauh,” ucapnya.

Ia juga menegaskan bahwa menjaga kebersihan pantai merupakan tanggung jawab bersama.

“Bersih-bersih pantai ini bukan sekadar mengikuti pesan Presiden, tetapi sudah menjadi kebutuhan kita bersama. Kita harus membangun komitmen bahwa menjaga kebersihan pantai adalah tanggung jawab kita semua,” tegasnya.

Menutup pernyataannya, Khofifah mengajak masyarakat menjaga lingkungan sebagai investasi jangka panjang.

“Jaga alam, jaga lingkungan. Kalau kita menjaga alam, maka alam akan menjaga kehidupan kita,” pungkasnya.

Sementara itu, Komandan Pasmar 2 Mayor Jenderal Oni Junianto menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemprov Jawa Timur dalam kegiatan tersebut.

“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Ibu Gubernur Khofifah yang telah memberikan dukungan, termasuk bantuan bibit mangrove. Ini menjadi bentuk nyata sinergi antara TNI AL dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam menjaga kelestarian lingkungan pesisir,” ujarnya.

Upaya rehabilitasi mangrove di Jawa Timur menunjukkan tren positif dalam beberapa tahun terakhir. Berdasarkan data Peta Mangrove Nasional, luas mangrove di Jatim meningkat dari 27.221 hektare pada 2021 menjadi 31.067 hektare pada 2025, atau setara 47,85 persen dari total mangrove di Pulau Jawa.

Peningkatan ini menjadi indikator keberhasilan program lingkungan seperti “Nandur Mangrove” yang digagas Pemprov Jatim. Selain itu, penurunan luas lahan kritis juga menunjukkan perbaikan kualitas lingkungan hidup secara menyeluruh.

Dampaknya tidak hanya pada aspek ekologis, tetapi juga ekonomi, terutama bagi nelayan dan masyarakat pesisir yang bergantung pada keberlanjutan ekosistem laut.
Aksi bersih pantai dan penanaman mangrove di Kenjeran ini menjadi pengingat pentingnya kolaborasi dalam menghadapi tantangan lingkungan. Pemerintah dan TNI menegaskan komitmen untuk terus menjaga keberlanjutan pesisir melalui langkah konkret dan berkesinambungan.

“Ini menjadi bentuk nyata sinergi dalam menjaga lingkungan pesisir yang lestari,” pungkas Oni Junianto.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Valen DA7 Tepis Soal Asmara, Pilih Fokus Karier dan Produktif Berkarya
Harhubnas 2026, Trans Jatim Gratis Sehari di 8 Koridor, Gubernur Khofifah Ajak Warga Beralih ke Transportasi Publik
Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember
95 Lukisan SBY Dipamerkan di Surabaya, Khofifah Soroti Karya tentang Tsunami Aceh
Sidoarjo Jadi Daerah Percontohan InCircular, Subandi Dorong Pengelolaan Sampah dari Hulu
Kemnaker Seleksi Peserta MagangHub Batch 2 Angkatan II, Mulai Magang 21 September
Kemnaker-Baznas Perluas Akses Kerja Inklusif, Disabilitas hingga Magang ke Jepang
Pemerintah Tetapkan 26 Hari Libur 2027, Ini Aturan Kerja dan Cuti Bersamanya

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 11:47

Valen DA7 Tepis Soal Asmara, Pilih Fokus Karier dan Produktif Berkarya

Kamis, 17 September 2026 - 09:06

Harhubnas 2026, Trans Jatim Gratis Sehari di 8 Koridor, Gubernur Khofifah Ajak Warga Beralih ke Transportasi Publik

Rabu, 16 September 2026 - 18:45

Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember

Rabu, 16 September 2026 - 17:58

95 Lukisan SBY Dipamerkan di Surabaya, Khofifah Soroti Karya tentang Tsunami Aceh

Rabu, 16 September 2026 - 13:08

Sidoarjo Jadi Daerah Percontohan InCircular, Subandi Dorong Pengelolaan Sampah dari Hulu

Berita Terbaru