LSM DRBI Desak Disdik Jabar Perhatikan SMKS yang Tidak Aktif

Sabtu, 25 Oktober 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Dok : Foto Ahmad Masturi Kabid Investigasi LSM DRBI

Dok : Foto Ahmad Masturi Kabid Investigasi LSM DRBI

INDRAMAYU, RadarBangsa.co.id – Lembaga Swadaya Masyarakat Demokrasi Rakyat Bawa Indonesia (DRBI) mendesak Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat untuk menindaklanjuti kondisi lima Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) swasta di Kabupaten Indramayu yang tidak lagi beroperasi. Data terbaru menunjukkan sekolah-sekolah tersebut mulai tidak aktif pada Agustus 2025, sehingga kegiatan belajar mengajar (KBM) terhenti dan nasib siswa pun menjadi belum jelas.

Kepala Bidang Investigasi DRBI, Ahmad Masturi, menyatakan bahwa kelima SMK swasta yang tidak beroperasi rata-rata memiliki peserta didik aktif, namun diduga belum dipindahkan atau ditempatkan ke sekolah lain. “Kami mencatat lima SMK swasta di Indramayu tidak aktif dalam menjalankan kegiatan belajar mengajar. Sampai saat ini, pihak Dinas Pendidikan belum memastikan ke mana para siswa tersebut dialihkan,” ujarnya saat ditemui Jumat (24/10).

Ahmad menegaskan bahwa Cabang Dinas Pendidikan Wilayah IX Provinsi Jawa Barat seharusnya memiliki data akurat terkait siswa yang terdampak, terutama siswa kelas 10 dan 11. Ia menyoroti praktik penerbitan surat pernyataan ketidakaktifan sekolah tanpa diiringi tindakan konkret untuk menjamin kelanjutan pendidikan siswa. “Jangan hanya mengeluarkan surat pernyataan sekolah tidak aktif. Data siswa harus jelas, dan langkah pemindahan ke sekolah lain harus dipastikan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Ahmad mengingatkan bahwa berdasarkan Undang-Undang Dasar 1945, setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan formal. Hak ini sekaligus menjadi kewajiban negara untuk menyediakan layanan pendidikan yang memadai bagi seluruh warga. “Ketika sebuah sekolah berhenti beroperasi, tanggung jawab negara tetap ada untuk memastikan hak belajar siswa terpenuhi,” tambahnya.

DRBI juga meminta agar Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat mengevaluasi kinerja Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah IX. Ahmad menilai kepala cabang dinas tersebut belum menjalankan tugas dan fungsinya secara optimal, terutama dalam memastikan kontinuitas pendidikan bagi siswa di sekolah swasta yang tidak beroperasi. “Evaluasi ini penting agar tidak ada siswa yang terabaikan, dan setiap satuan pendidikan yang berhenti beroperasi tetap diawasi dengan baik,” pungkasnya.

Hingga saat ini, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat maupun Cabang Dinas Pendidikan Wilayah IX belum memberikan pernyataan resmi terkait penanganan lima SMK swasta tersebut. Sementara itu, para orang tua dan siswa menunggu kepastian terkait sekolah lanjutan bagi anak-anak mereka agar hak pendidikan mereka tidak terganggu.

Dengan kondisi ini, LSM dan masyarakat berharap agar pemerintah daerah segera mengambil langkah nyata untuk memastikan semua siswa mendapatkan akses pendidikan yang layak, meskipun sekolah asal mereka tidak lagi beroperasi.

Penulis : Jayas

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Senator Cantik Anggota DPD RI Lia Istifhama di Harlah Al-Fatimah Bojonegoro, Pesantren Harus Pahami Kebutuhan Generasi Muda
Bukan Sekadar Tempat Baca, Wabup Bangkalan Ingin Perpustakaan Jadi Ruang Belajar Pelajar
Di Hadapan 109 Mahasiswa Unhan, Khofifah Paparkan Potensi Pangan Jatim Menuju Kedaulatan Nasional
Menaker Ungkap Cara Adopsi AI Bisa Dongkrak Produktivitas hingga 40 Persen
Kapolsek Laren Ingatkan Pelajar MA Muhammadiyah 03 Jauhi Bullying dan Bijak Bermedsos
Tiga Pesan Kapolsek Tikung untuk Pelajar SMK Islam Lamongan, Jaga Pergaulan, Tertib di Jalan, Jauhi Narkoba
Wamenaker Ajak Generasi Muda Jadikan AI Pengganda Produktivitas
Khofifah Resmi Kukuhkan 200 Mahasiswa Baru AMN Surabaya
Tag :

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 11:41

Senator Cantik Anggota DPD RI Lia Istifhama di Harlah Al-Fatimah Bojonegoro, Pesantren Harus Pahami Kebutuhan Generasi Muda

Rabu, 16 September 2026 - 19:51

Bukan Sekadar Tempat Baca, Wabup Bangkalan Ingin Perpustakaan Jadi Ruang Belajar Pelajar

Rabu, 16 September 2026 - 13:00

Di Hadapan 109 Mahasiswa Unhan, Khofifah Paparkan Potensi Pangan Jatim Menuju Kedaulatan Nasional

Rabu, 16 September 2026 - 09:27

Menaker Ungkap Cara Adopsi AI Bisa Dongkrak Produktivitas hingga 40 Persen

Selasa, 15 September 2026 - 15:22

Kapolsek Laren Ingatkan Pelajar MA Muhammadiyah 03 Jauhi Bullying dan Bijak Bermedsos

Berita Terbaru