Magang Nasional Ditutup, Kemnaker Dorong Sertifikasi dan Akses Kerja

Jumat, 24 April 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Menaker Yassierli saat penutupan Magang Nasional Batch I, Jumat (24/4/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Menaker Yassierli saat penutupan Magang Nasional Batch I, Jumat (24/4/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

JAKARTA, RadarBangsa.co.id – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) resmi menutup Program Pemagangan Nasional Batch I dengan 16.112 peserta. Pemerintah kini mengarahkan lulusan magang tidak hanya berpengalaman, tetapi juga bersertifikat dan terserap ke dunia kerja.

Penutupan program pada Jumat (24/4/2026) ini menjadi momentum evaluasi sekaligus perbaikan kebijakan ketenagakerjaan. Di tengah tantangan pengangguran dan mismatch keterampilan, program magang dinilai belum cukup tanpa pengakuan kompetensi yang jelas.

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan, tahap lanjutan berupa sertifikasi kompetensi menjadi kunci meningkatkan daya saing tenaga kerja. Sertifikat ini akan diberikan secara gratis kepada peserta sebagai bukti kemampuan yang diakui industri.

“Kami mendorong peserta memanfaatkan sertifikasi ini. Ini bukan sekadar formalitas, tapi pengakuan keterampilan yang dibutuhkan dunia kerja,” ujarnya.

Peserta akan mengikuti uji kompetensi melalui balai pelatihan Kemnaker maupun Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) yang terakreditasi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Pemerintah menilai langkah ini penting untuk memastikan kualitas tenaga kerja lebih terstandar.

Hasil evaluasi program juga menunjukkan adanya ketimpangan pelaksanaan. Selama ini, pemagangan masih terpusat di Pulau Jawa, sehingga peluang bagi daerah lain belum merata.

“Kita ingin ke depan program ini menjangkau lebih luas, tidak hanya di Jawa, tapi seluruh Indonesia,” kata Yassierli.

Selain pemerataan wilayah, cakupan peserta juga akan diperluas. Program pemagangan tidak lagi terbatas pada jurusan tertentu, melainkan terbuka untuk berbagai latar belakang pendidikan.

Langkah ini diharapkan memberi dampak langsung bagi masyarakat, khususnya generasi muda di daerah yang selama ini memiliki akses terbatas terhadap pengalaman kerja industri.

Kemnaker juga akan memperkuat keterlibatan perusahaan. Sejumlah perusahaan dinilai telah menerapkan praktik baik, seperti pemberian proyek nyata, evaluasi rutin, hingga pendampingan intensif.

Model tersebut akan dijadikan standar untuk meningkatkan kualitas program. Tujuannya agar peserta tidak hanya belajar, tetapi benar-benar siap masuk dunia kerja.

“Tahun ini fokus pengalaman kerja. Ke depan, kami pastikan ada sertifikasi dan peluang kerja yang lebih besar,” tegasnya.

Untuk memperluas akses kerja, Kemnaker juga mengoptimalkan platform digital SiapKerja, khususnya fitur KarirHub. Platform ini mengintegrasikan berbagai lowongan kerja dari sektor pemerintah dan swasta dalam satu sistem.

“Kami dorong peserta memanfaatkan KarirHub agar lebih mudah mendapatkan pekerjaan,” ujar Yassierli.

Bagi masyarakat, integrasi ini menjadi solusi atas keterbatasan informasi lowongan kerja yang selama ini menjadi kendala utama pencari kerja.

Program pemagangan nasional ini diharapkan menjadi jembatan efektif antara dunia pendidikan dan industri. Dengan penguatan sertifikasi dan akses kerja, pemerintah menargetkan lulusan program lebih cepat terserap pasar.

“Kolaborasi dengan perusahaan akan terus diperkuat agar manfaatnya benar-benar dirasakan peserta,” pungkasnya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Bukan Sekadar Tempat Baca, Wabup Bangkalan Ingin Perpustakaan Jadi Ruang Belajar Pelajar
Di Hadapan 109 Mahasiswa Unhan, Khofifah Paparkan Potensi Pangan Jatim Menuju Kedaulatan Nasional
Menaker Ungkap Cara Adopsi AI Bisa Dongkrak Produktivitas hingga 40 Persen
Kapolsek Laren Ingatkan Pelajar MA Muhammadiyah 03 Jauhi Bullying dan Bijak Bermedsos
Tiga Pesan Kapolsek Tikung untuk Pelajar SMK Islam Lamongan, Jaga Pergaulan, Tertib di Jalan, Jauhi Narkoba
Wamenaker Ajak Generasi Muda Jadikan AI Pengganda Produktivitas
Khofifah Resmi Kukuhkan 200 Mahasiswa Baru AMN Surabaya
Maulid Nabi di SMP Modhariyah Bangkalan, Siswa Diajak Teladani Rasulullah

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 19:51

Bukan Sekadar Tempat Baca, Wabup Bangkalan Ingin Perpustakaan Jadi Ruang Belajar Pelajar

Rabu, 16 September 2026 - 13:00

Di Hadapan 109 Mahasiswa Unhan, Khofifah Paparkan Potensi Pangan Jatim Menuju Kedaulatan Nasional

Rabu, 16 September 2026 - 09:27

Menaker Ungkap Cara Adopsi AI Bisa Dongkrak Produktivitas hingga 40 Persen

Selasa, 15 September 2026 - 15:22

Kapolsek Laren Ingatkan Pelajar MA Muhammadiyah 03 Jauhi Bullying dan Bijak Bermedsos

Senin, 14 September 2026 - 08:41

Tiga Pesan Kapolsek Tikung untuk Pelajar SMK Islam Lamongan, Jaga Pergaulan, Tertib di Jalan, Jauhi Narkoba

Berita Terbaru