LAMONGAN, RadarBangsa.co.id – Prestasi membanggakan ditorehkan tim sepak bola Korwil Kecamatan Mantup setelah berhasil meraih Juara II dalam Turnamen Sepak Bola 7×7 Pelajar SD/MI se-Kabupaten Lamongan di Stadion Surajaya, Kamis (30/4/2026). Pencapaian ini bukan sekadar hasil pertandingan, tetapi menjadi indikator kuat mulai tumbuhnya pembinaan atlet usia dini di tingkat sekolah dasar.
Dari 32 tim terbaik yang bertanding, Korwil Mantup mampu melaju hingga partai final setelah melewati laga ketat sejak babak awal. Dua pemain dari SDN Sumberbendo, yakni Brian dan David, menjadi bagian penting dari skuad yang tampil konsisten hingga akhir turnamen.
Melalui seleksi ketat KKGO Korwil Kecamatan Mantup, keduanya dinyatakan lolos dan memperkuat tim gabungan. Brian bahkan mencatatkan kontribusi nyata dengan mencetak satu gol saat menghadapi MI Sekaran dalam kemenangan telak 3-0.
Keberhasilan ini tidak terlepas dari pembinaan yang dilakukan guru olahraga SDN Sumberbendo, Muhamad Frengky Febriantoro, serta dukungan penuh pihak sekolah. Proses latihan yang terstruktur disebut menjadi kunci terbentuknya mental tanding para pemain muda tersebut.
Turnamen yang digelar Askab PSSI Lamongan ini menjadi ruang penting dalam penjaringan bibit atlet sepak bola usia dini. Selain kompetisi, ajang ini juga menjadi tolok ukur kesiapan sekolah dalam membentuk karakter siswa melalui olahraga.
Frengky menilai capaian Juara II ini merupakan hasil dari disiplin dan kerja keras yang dibangun sejak awal latihan. Ia menekankan bahwa mental bertanding menjadi faktor utama yang membuat tim mampu bersaing hingga final.
“Anak-anak menunjukkan perkembangan luar biasa, bukan hanya secara teknik, tetapi juga mental dan sportivitas. Ini hasil dari proses latihan yang konsisten,” ujar Frengky.
Ia menambahkan, prestasi ini memiliki dampak lebih luas bagi masyarakat Kecamatan Mantup. Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa potensi atlet muda di daerah tidak kalah dengan wilayah lain di Kabupaten Lamongan.
Menurutnya, turnamen pelajar seperti ini juga berperan dalam mengurangi potensi perilaku negatif remaja dengan memberikan ruang kegiatan positif yang terarah.
Sementara itu, Kepala SDN Sumberbendo, Suparmi, S.Pd., menyebut capaian tersebut sebagai hasil nyata dari pembinaan sekolah yang seimbang antara akademik dan non-akademik.
“Ini kebanggaan bagi sekolah dan orang tua siswa. Anak-anak tidak hanya belajar di kelas, tetapi juga dibentuk karakternya melalui kegiatan olahraga,” kata Suparmi.
Ia menegaskan sekolah akan terus memperkuat pembinaan agar siswa memiliki kesempatan lebih luas untuk berprestasi di berbagai bidang, termasuk olahraga.
“Harapannya, ke depan lahir lebih banyak atlet muda dari SDN Sumberbendo yang mampu bersaing di tingkat lebih tinggi,” pungkasnya.
Keberhasilan Korwil Mantup menjadi sinyal bahwa investasi pembinaan usia dini bukan hanya soal prestasi, tetapi juga pembangunan karakter generasi muda di daerah.
Lainnya:
- Hardiknas 2026, Bupati Jember Jamin Tunjangan Guru Utuh dan PPPK Tuntas
- Aksi Biru Lamongan Tekan 1.100 Anak Putus Sekolah, Perintis Genjot Akses Pendidikan
- Perintis dan Aksi Biru Lamongan Tekan Anak Putus Sekolah, Ini Dampaknya
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin








