Mahasiswa Universitas Semarang Dorong Transparansi Pengelolaan Bank Sampah

Senin, 20 Oktober 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Mahasiswa Universitas Semarang memberikan pelatihan pencatatan digital hasil pengelolaan bank sampah kepada warga Kampung Kepatihan, Kelurahan Bangunharjo, Semarang Tengah, Sabtu (12/10/2025). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Mahasiswa Universitas Semarang memberikan pelatihan pencatatan digital hasil pengelolaan bank sampah kepada warga Kampung Kepatihan, Kelurahan Bangunharjo, Semarang Tengah, Sabtu (12/10/2025). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

SEMARANG, RadarBangsa.co.id – Sekelompok mahasiswa Universitas Semarang melaksanakan program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dengan fokus pada peningkatan pengelolaan dan transparansi pencatatan pendapatan dari kegiatan bank sampah warga. Kegiatan bertajuk “Pengelolaan Pemberdayaan Bank Sampah sebagai Tambahan Income Warga” ini berlangsung di Kampung Kepatihan RT 03 RW 01, Kelurahan Bangunharjo, Kecamatan Semarang Tengah, pada 12 Oktober 2025.

Tim PKM terdiri atas Nurul Octaviani, Alfi Nur Aulia, Ardhia Rambu Regita, dan Muhammad Misbah, di bawah bimbingan dosen Etika Bisnis Universitas Semarang, Soegihartono, S.E., M.M. Program ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan sampah yang teratur serta mendorong pencatatan hasil penjualan sampah secara tertib dan transparan.

“Selama ini warga sudah aktif mengumpulkan dan menabung sampah, tetapi sistem pencatatan belum rapi. Akibatnya, warga belum tahu pasti berapa jumlah setoran, berat timbangan, dan total pendapatan yang dihasilkan,” ujar Nurul Octaviani, ketua tim PKM.

Dalam kegiatan tersebut, tim memberikan pelatihan tentang cara memilah sampah organik dan anorganik, prosedur penyetoran ke bank sampah, serta pengelolaan hasil penjualan. Mereka juga memperkenalkan penggunaan spreadsheet digital untuk mencatat pemasukan dan pengeluaran secara real time.

“Dengan sistem digital ini, semua data bisa diakses melalui tautan yang kami bagikan di grup WhatsApp warga. Mereka bisa memantau berat sampah yang disetor, harga per jenis sampah, dan total penghasilan masing-masing,” jelas Muhammad Misbah.

Sistem tersebut dinilai membantu warga memahami nilai ekonomi dari sampah yang mereka kumpulkan. Selain itu, pencatatan digital juga mempermudah pengelola dalam membuat laporan keuangan yang lebih rapi dan akurat.

Warga setempat menyambut baik inovasi ini. “Kami jadi tahu hasil dari setiap setoran sampah. Sekarang lebih semangat karena datanya terbuka dan bisa dilihat langsung,” ujar Siti Aminah, salah satu peserta kegiatan bank sampah.

Hal senada disampaikan Ketua RT 03, Sudarmo. Ia menilai sistem baru ini membuat warga lebih percaya terhadap pengelolaan bank sampah. “Dulu sering ada selisih catatan karena manual. Sekarang semuanya jelas, tidak ada yang bingung,” katanya.

Dosen pembimbing, Soegihartono, menuturkan bahwa kegiatan ini sejalan dengan semangat Kampus Merdeka, yang mendorong mahasiswa untuk memberi kontribusi nyata bagi masyarakat. “Kami ingin mahasiswa tidak hanya belajar teori di kelas, tetapi juga mengaplikasikan pengetahuannya dalam kegiatan sosial yang berdampak langsung,” ujarnya.

Tim PKM berharap, bank sampah di Bangunharjo dapat menjadi contoh bagi lingkungan lain dalam menerapkan sistem pencatatan yang profesional. “Jika pengelolaan dilakukan dengan tertib dan transparan, bank sampah tidak hanya membantu menjaga kebersihan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi warga,” tutur Alfi Nur Aulia.

Dengan sistem pencatatan yang lebih modern dan partisipasi aktif warga, bank sampah diharapkan mampu berkembang sebagai model pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan di Kota Semarang.

Penulis : Agus

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Dari Kampus ke Kampus, Anggota DPD RI Asal Jawa Timur Lia Istifhama Ajak Mahasiswa Belajar Pengabdian
Biro Adpim Jatim Raih Penghargaan, Literasi Digital Santri Jadi Perhatian
Polres Lamongan Gelar Apel Satgas Polisi Jogo Sekolah
SMPN 1 Bangsalsari Jember Kembangkan Gulat, Siapkan Atlet Pelajar ke Popda Jatim
Festival Film Santriwati Warnai Penutupan HSN 2026 di Lamongan
Program SIKAP Jatim Raih Penghargaan Nasional, 1.548 Sekolah Jadi Penggerak Ketahanan Pangan
TKA SMKN 8 Malang Diikuti 391 Murid, Khofifah Turun Langsung
Kapolres Lamongan Ajak Pelajar SMPN 1 Jauhi Narkoba Lewat POLIDIK

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 18:41

Dari Kampus ke Kampus, Anggota DPD RI Asal Jawa Timur Lia Istifhama Ajak Mahasiswa Belajar Pengabdian

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:14

Biro Adpim Jatim Raih Penghargaan, Literasi Digital Santri Jadi Perhatian

Kamis, 29 Oktober 2026 - 11:08

Polres Lamongan Gelar Apel Satgas Polisi Jogo Sekolah

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:22

SMPN 1 Bangsalsari Jember Kembangkan Gulat, Siapkan Atlet Pelajar ke Popda Jatim

Rabu, 28 Oktober 2026 - 16:54

Festival Film Santriwati Warnai Penutupan HSN 2026 di Lamongan

Berita Terbaru