Malu-maluin Dunia Pendidikan Lamongan, Dua Guru Kena Razia di Hotel

Sabtu, 4 Oktober 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kiri: Kepala Dinas Pendidikan Lamongan, Drs. Shodikin, M.Pd., dan dua ASN guru yang terjaring razia di hotel Tuban. (Dok Foto Pribadi)

Kiri: Kepala Dinas Pendidikan Lamongan, Drs. Shodikin, M.Pd., dan dua ASN guru yang terjaring razia di hotel Tuban. (Dok Foto Pribadi)

LAMONGAN, RadarBangsa.co.id – Dunia pendidikan Lamongan kembali diguncang kasus memalukan. Dua oknum guru sekolah dasar (SD) asal Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan, terjaring razia di sebuah hotel di wilayah Kabupaten Tuban pada Sabtu (27/9/2025). Kasus ini menjadi sorotan publik lantaran keduanya berstatus aparatur sipil negara (ASN) dan diketahui bukan pasangan suami istri.

Informasi yang beredar menyebut, guru laki-laki berinisial HM (45) telah berkeluarga, sementara guru perempuan berinisial SS (43) juga memiliki suami. Aksi keduanya terbongkar ketika aparat gabungan melakukan razia rutin di sejumlah hotel wilayah Tuban.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan, Drs. Shodikin, M.Pd., membenarkan kejadian itu dan memastikan pihaknya akan memberikan sanksi tegas terhadap kedua ASN tersebut.

“Dua oknum guru yang terjaring razia di hotel Tuban sudah kami panggil melalui bidang guru dan tenaga kependidikan. Dalam waktu dekat, Dinas Pendidikan akan mengambil tindakan tegas sesuai pelanggaran yang mereka perbuat,” tegas Shodikin, Kamis (1/10/2025).

Ia menambahkan, kedua guru tersebut akan menjalani pemeriksaan mendalam oleh tim internal pemerintah daerah yang melibatkan Inspektorat Daerah, Bagian Hukum Setda, dan Dinas Pendidikan.

“Terkait sanksinya seperti apa, kami masih menunggu hasil penelusuran dari inspektorat dan bagian hukum. Semua akan dirumuskan dalam rapat lintas instansi sesuai peraturan yang berlaku. Tapi yang pasti, mereka akan mendapat sanksi,” ujar Shodikin.

Kasus ini menambah daftar panjang pelanggaran moral di lingkungan pendidikan yang mencoreng citra profesi guru. Publik menilai tindakan amoral di kalangan pendidik merupakan bentuk pengkhianatan terhadap nilai-nilai keteladanan yang seharusnya dijunjung tinggi oleh seorang guru.

Shodikin mengaku prihatin dan menegaskan bahwa peristiwa ini menjadi pelajaran penting bagi seluruh tenaga pendidik di Lamongan agar menjaga integritas dan etika profesi.

“Guru adalah panutan, teladan, pengajar, sekaligus pembimbing bagi anak-anak. Karena itu, perilaku mereka harus mencerminkan nilai moral dan tanggung jawab sosial yang tinggi,” katanya.

Ia menegaskan, Dinas Pendidikan Lamongan telah melakukan pembinaan rutin ke sekolah-sekolah di seluruh wilayah kabupaten guna mencegah kejadian serupa.

“Sejak lama kami sudah melakukan pembinaan secara berkala. Namun, kami juga mengingatkan bahwa kontrol diri dan komitmen pribadi adalah hal paling penting. Harapan kami, kasus seperti ini tidak terulang lagi di masa mendatang,” tutup Shodikin.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Sterilisasi Stadion Surajaya, Polres Lamongan Temukan 14 Orang Konsumsi Miras
Beras SPHP Dibeli Rp1.750, Dijual Rp12.200 per Kg, 4 Tersangka Ditangkap
Polisi Ungkap Pencurian Dana BNI Rp42,05 Juta di Ukui
Truk Hilang di Paciran, Terduga Pelaku Diamankan Polisi di Blora
Cekcok Soal Cincin Tunangan Berujung Penusukan di Lamongan
Polres Lamongan Ungkap Peredaran Sabu di Tikung, Dua Tersangka Diamankan
Pengoplosan LPG Subsidi di Pasuruan Terbongkar, 8 Orang Jadi Tersangka
Pengeroyokan Remaja di Lamongan, 5 Terduga Pelaku Diamankan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:03

Beras SPHP Dibeli Rp1.750, Dijual Rp12.200 per Kg, 4 Tersangka Ditangkap

Kamis, 29 Oktober 2026 - 11:44

Polisi Ungkap Pencurian Dana BNI Rp42,05 Juta di Ukui

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:27

Truk Hilang di Paciran, Terduga Pelaku Diamankan Polisi di Blora

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:28

Cekcok Soal Cincin Tunangan Berujung Penusukan di Lamongan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 22:39

Polres Lamongan Ungkap Peredaran Sabu di Tikung, Dua Tersangka Diamankan

Berita Terbaru