Mengakhiri Era Parcok

Jumat, 6 November 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Komaruddin Hidayat

Komaruddin Hidayat

Masyarakat pernah mengenal diksi “Parcok” alias Partai Coklat. Sebuah sindiran keterlibatan polisi yang berpakaian cokelat ke dalam politik praktis. Peran mereka cukup signifikan dalam mempengaruhi pilihan politik untuk mendukung salah satu calon, entah dalam pilkada atau pemilu.

Megaskandal penyadapan yg dilakukan “beberapa oknum” perwira tinggi polri itu memfalidasi bahwa parcok itu memang ada dan memiliki jaringan kuat, termasuk kekuatan finansial.

Para petinggi polri tulen senang dengan terbongkarnya megaskandal ini, agar peran dan citra Polri menjadi bersih, kembali ke jati diri dan tupoksi yang utama sebagai aparat presiden yang loyal, serta pengayom dan pelindung rakyat. Polri tidak boleh terlibat dalam permainan politik praktis. Polri mesti netral, berdiri di atas semua golongan.

Penyadapan hanya diperboleh jika ada orang2 yg membahayakan negara, didasarkan data dan alasan rasional. Bukan utk agenda kepentingan kelompok politik, terlebih jika ada motif sabotase jalannya pemerintahan.

Rakyat tentu penasaran, materi apa yang disadap, atas perintah siapa, dan untuk kepentingan apa. Mungkin sekali tdk semua isinya layak dibuka kepada publik.

Yang pasti rakyat sangat merindukan punya pemerintah yang berintegritas, professional dan benar2 mengabdi melayani rakyat. Rakyat lelah hampir setiap hari disuguhi berita korupsi, pembakaran hutan, harga kebutuhan pokok kian mahal, lapangan kerja menyempit, nilai rupiah anjlog, dan kabinet gemuk namun tdk produktif.

Masa kepresidenan Prabowo tidak lama. Legacy apa yg hendak ditinggalkan dengan kesempatan yg sangat pendek itu dalam usianya yg tidak lagi muda?

Semoga era parcok sudah berakhir, meskipun saya tidak tahu, apa reaksi mereka dengan tindakan tegas Presiden ini?

Penulis : Komaruddin Hidayat

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Polemik Ijazah Gibran, Jerry Massie Desak Pemeriksaan KPU
Algo Sapiens: Ketika Manusia Dikendalikan Mesin
Dua Tahun Prabowo: Antara Negara Kuat dan Pemerintahan Efektif
Kaum Progreaif bisa Rubah Ideologi AS ke Komunis
Gus Kikin Pimpin NU, Ning Lia Menangkap Pesan Besar dari Tambakberas
Muktamar NU ke-35 dan Tantangan Gen Z Menjaga Marwah, Memperluas Khidmah
Polres Kendal Persilakan Ojol Mangkal di Polsek Saat Bekerja
Senator Cantik Anggota DPD RI Lia Istifhama Apresiasi Dzikir dan Sholawat 81 Tahun RI di Grahadi
Tag :

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 07:30

Mengakhiri Era Parcok

Kamis, 8 Oktober 2026 - 18:56

Polemik Ijazah Gibran, Jerry Massie Desak Pemeriksaan KPU

Rabu, 30 September 2026 - 13:59

Algo Sapiens: Ketika Manusia Dikendalikan Mesin

Sabtu, 12 September 2026 - 18:34

Dua Tahun Prabowo: Antara Negara Kuat dan Pemerintahan Efektif

Kamis, 3 September 2026 - 19:34

Kaum Progreaif bisa Rubah Ideologi AS ke Komunis

Berita Terbaru

Komaruddin Hidayat

Opini

Mengakhiri Era Parcok

Jumat, 6 Nov 2026 - 07:30