BANGKALAN, RadarBangsa.co.id – Sebanyak 64 peserta Pelatihan Vokasi Nasional (PVN) Batch 5 Tahun 2026 di Kabupaten Bangkalan direkomendasikan lulus uji kompetensi dengan predikat kompeten. Capaian tersebut diperoleh setelah seluruh peserta menyelesaikan pelatihan selama 26 hari kerja di Balai Latihan Kerja (BLK) Bangkalan.
Uji kompetensi dilaksanakan pada Kamis (5/11/2026), sehari setelah penutupan pelatihan yang digelar Rabu (4/11/2026). Seluruh peserta dari empat kejuruan mengikuti pengujian sesuai bidang keterampilan masing-masing.
Empat kejuruan yang diselenggarakan meliputi desain grafis, content creator, menjahit, dan teknisi AC residential. Masing-masing bidang diikuti 16 peserta sehingga total peserta mencapai 64 orang.
Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kabupaten Bangkalan, Jemmi Tri Sukmana, mengatakan pelatihan tersebut dirancang untuk membekali masyarakat dengan keterampilan praktis yang sesuai kebutuhan dunia kerja dan perkembangan industri.
Menurut Jemmi, peningkatan kompetensi tenaga kerja lokal menjadi salah satu langkah penting untuk mengurangi angka pengangguran terbuka di Kabupaten Bangkalan.
“Melalui pelatihan vokasi ini, kami berharap peserta tidak hanya mendapatkan pengetahuan secara teori, tetapi juga memiliki keterampilan praktis yang bisa diterapkan ketika memasuki dunia kerja maupun membuka usaha secara mandiri,” ujarnya.
Pelatihan berlangsung selama 26 hari kerja atau setara dengan 260 jam pelajaran, mulai 30 September hingga 4 November 2026.
Selama kegiatan, peserta mendapatkan pembelajaran teori dan praktik berdasarkan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI). Materi juga mencakup keselamatan dan kesehatan kerja (K3), etos kerja, serta kemampuan nonteknis atau soft skill.
Jemmi menyebut seluruh peserta berhasil menuntaskan kurikulum pelatihan sebelum mengikuti uji kompetensi untuk mengukur kemampuan sesuai bidang keahlian.
“Alhamdulillah, seluruh peserta sebanyak 64 orang atau 100 persen berhasil menyelesaikan kurikulum pelatihan. Selanjutnya mereka mengikuti uji kompetensi untuk mengukur kemampuan sesuai bidang keahlian masing-masing,” jelasnya.
Dalam pelaksanaan pengujian, Disperinaker Bangkalan bekerja sama dengan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) BPVP Sidoarjo.
Berdasarkan hasil pelaksanaan uji kompetensi, seluruh peserta dari empat kejuruan menunjukkan performa yang sangat baik dan direkomendasikan lulus dengan predikat kompeten sesuai skema keahlian masing-masing.
Program tersebut merupakan kerja sama Disperinaker Bangkalan melalui BLK Bangkalan dengan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Sidoarjo.
Jemmi berharap keterampilan yang diperoleh peserta dapat dimanfaatkan untuk memperbesar peluang memperoleh pekerjaan ataupun mengembangkan usaha produktif.
“Kami berharap para peserta bisa memanfaatkan ilmu dan keterampilan yang sudah diperoleh. Jangan berhenti belajar, terus tingkatkan kemampuan agar mampu bersaing di dunia kerja dan menjadi tenaga kerja yang produktif serta mandiri,” pungkasnya.
Melalui program ini, Disperinaker Bangkalan mendorong peningkatan kualitas tenaga kerja lokal agar memiliki kompetensi dan daya saing untuk menjawab kebutuhan dunia usaha dan industri.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar