Dana Transfer Daerah Turun, Ini Strategi Bupati Pasuruan Jaga Pembangunan 2027

Kamis, 5 November 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Pasuruan HM Rusdi Sutejo saat menghadiri Rapat Paripurna III DPRD Kabupaten Pasuruan membahas Raperda APBD 2027, Rabu (4/11/2026). (Dok. Ho/RadarBangsa.co.id)

Bupati Pasuruan HM Rusdi Sutejo saat menghadiri Rapat Paripurna III DPRD Kabupaten Pasuruan membahas Raperda APBD 2027, Rabu (4/11/2026). (Dok. Ho/RadarBangsa.co.id)

PASURUAN, RadarBangsa.co.id – Penurunan dana Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat menjadi tantangan bagi Kabupaten Pasuruan dalam menyusun anggaran tahun 2027. Meski menghadapi keterbatasan fiskal, Bupati Pasuruan HM Rusdi Sutejo memastikan sektor pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur tetap menjadi prioritas pembangunan.

Komitmen tersebut disampaikan Rusdi dalam Rapat Paripurna III DPRD Kabupaten Pasuruan dengan agenda jawaban bupati atas pemandangan umum fraksi-fraksi terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) APBD 2027, Rabu (4/11/2026).

Rusdi mengatakan, berbagai pandangan dan masukan dari enam fraksi DPRD akan menjadi bahan penyempurnaan rancangan anggaran. Pemerintah daerah berupaya memastikan kebijakan belanja tetap berorientasi pada peningkatan pelayanan publik, pemerataan pembangunan, dan kesejahteraan masyarakat.

“Semua pandangan fraksi akan menjadi bahan penyempurnaan Raperda APBD 2027. Pemerintah daerah berkomitmen agar setiap kebijakan anggaran bermuara pada peningkatan kualitas pelayanan publik, pemerataan pembangunan, dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Rusdi.

Enam fraksi yang menyampaikan pandangan tersebut terdiri atas Fraksi PKB, Gerindra, PDI Perjuangan, Golkar, PKS, serta Fraksi Gabungan NasDem, Demokrat, Gelora, dan PPP.

Menanggapi sorotan mengenai kemampuan fiskal daerah, Rusdi menjelaskan bahwa berkurangnya dana transfer pusat merupakan konsekuensi kebijakan nasional. Untuk mengantisipasinya, Pemkab Pasuruan menyiapkan sejumlah langkah, mulai dari efisiensi belanja, optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD), hingga peningkatan pemanfaatan aset daerah.

Pemkab juga berencana memperkuat sinergi dengan sektor swasta melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) atau corporate social responsibility (CSR). Langkah tersebut diharapkan dapat mendukung keberlanjutan program pembangunan di tengah keterbatasan anggaran.

Dalam upaya meningkatkan pendapatan daerah, Pemkab Pasuruan akan memperkuat digitalisasi sistem pajak dan retribusi, meningkatkan pengawasan potensi pendapatan, serta mengintegrasikan data lintas sektor.

Namun, Rusdi menegaskan kebijakan peningkatan PAD tidak boleh membebani masyarakat berpenghasilan rendah maupun pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Upaya peningkatan PAD tetap mempertimbangkan kondisi masyarakat berpenghasilan rendah serta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Jadi, peningkatan penerimaan daerah diharapkan tidak mengganggu iklim investasi maupun aktivitas ekonomi warga,” tegasnya.

Pemkab juga memperhatikan penganggaran belanja pegawai, termasuk Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Sementara itu, terkait guru honorer, pemerintah daerah terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk memperjuangkan solusi terbaik.

Di sektor pertanian, Pemkab Pasuruan berkomitmen meningkatkan produktivitas petani, mengoptimalkan distribusi pupuk bersubsidi, serta memperkuat program pangan mandiri di tingkat desa.

Rusdi menyebut pemerintah daerah akan mengutamakan pemenuhan belanja wajib dan mengikat dengan mempertimbangkan urgensi program, kualitas pelaksanaan, serta manfaatnya bagi masyarakat.

Rapat paripurna dipimpin Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan Samsul Hidayat dan dihadiri Bupati Rusdi, pimpinan serta anggota DPRD, Sekretaris Daerah, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), camat, dan undangan lainnya.

Tahapan selanjutnya, pembahasan Raperda APBD 2027 akan dilakukan Badan Anggaran (Banggar) DPRD bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) sebelum ditetapkan menjadi Peraturan Daerah.

Rusdi menyampaikan apresiasi kepada DPRD atas berbagai masukan dan rekomendasi yang disampaikan dalam pembahasan anggaran tersebut. Menurutnya, seluruh catatan legislatif akan menjadi perhatian pemerintah daerah untuk mendukung kemajuan Kabupaten Pasuruan.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Ancaman Bencana Hidrometeorologi, Lamongan Normalisasi 262 Titik Kali Sepanjang 214 Km
Indeks Integritas Sidoarjo Masuk Kategori Rentan, Subandi Dorong Warga Berani Melapor
Kehilangan Air Delta Tirta Sidoarjo 34,06 Persen, Subandi Dorong Digitalisasi Pengawasan
Disdukcapil Jember Raih ISO 27001:2022, Data Penduduk Jadi Prioritas
46.973 Buruh Rokok Malang Terima BLT, Sekda Ingatkan Penggunaan Dana
KNMP Banyuwangi Dikembangkan Jadi Destinasi Wisata Kuliner Hasil Laut
Nataru 2026, Tiga Pelabuhan Alternatif Disiapkan untuk Urai Kepadatan Ketapang–Gilimanuk
Demonstrasi Bukan Jalan Pertama, Karang Taruna Pamekasan Tekankan Pentingnya Gagasan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 19:47

Ancaman Bencana Hidrometeorologi, Lamongan Normalisasi 262 Titik Kali Sepanjang 214 Km

Kamis, 5 November 2026 - 19:37

Indeks Integritas Sidoarjo Masuk Kategori Rentan, Subandi Dorong Warga Berani Melapor

Kamis, 5 November 2026 - 19:30

Kehilangan Air Delta Tirta Sidoarjo 34,06 Persen, Subandi Dorong Digitalisasi Pengawasan

Kamis, 5 November 2026 - 19:21

Dana Transfer Daerah Turun, Ini Strategi Bupati Pasuruan Jaga Pembangunan 2027

Kamis, 5 November 2026 - 18:32

Disdukcapil Jember Raih ISO 27001:2022, Data Penduduk Jadi Prioritas

Berita Terbaru