Pasar Murah Gempita Jember di Arjasa, Sembako Lebih Murah Rp3.000

Kamis, 5 November 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Camat Arjasa RB. Abdul Kadir menghadiri Pasar Murah Gempita di Kantor Kecamatan Arjasa, Jember. (Dok. Ho/RadarBangsa.co.id)

Camat Arjasa RB. Abdul Kadir menghadiri Pasar Murah Gempita di Kantor Kecamatan Arjasa, Jember. (Dok. Ho/RadarBangsa.co.id)

JEMBER, RadarBangsa.co.id – Warga Kecamatan Arjasa mendapat kesempatan membeli sejumlah kebutuhan pokok dengan harga lebih murah melalui program Pasar Murah Gempita yang digelar Pemerintah Kabupaten Jember, Kamis (5/11/2026).

Kegiatan yang berlangsung di halaman Kantor Kecamatan Arjasa tersebut menyediakan berbagai komoditas seperti beras, telur, gula, dan minyak goreng dengan harga di bawah pasaran. Selisih harga yang ditawarkan mencapai Rp3.000.

Program yang diinisiasi Bupati Jember ini dilaksanakan Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan (Diskopumdag) sebagai upaya menjaga stabilitas harga bahan pokok sekaligus mengendalikan inflasi menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Kepala Bidang Perdagangan Diskopumdag Jember, Lilik Mahkfiah, S.Pd., M.Pd., mengatakan Arjasa menjadi kecamatan kelima yang menjadi lokasi pelaksanaan Pasar Murah Gempita atau Gerakan Pasar Murah Pengendali Inflasi Penuh Cinta.

Dalam pelaksanaannya, Diskopumdag berkolaborasi dengan pihak Kecamatan Arjasa dan menggandeng ritel modern Golden Market.

“Selain menyediakan komoditas kebutuhan pokok seperti beras, telur, gula, dan minyak goreng dengan harga di bawah pasar—dengan selisih mencapai Rp3.000—kegiatan ini juga dipadukan dengan layanan pemeriksaan kesehatan gratis serta pelayanan administrasi kependudukan (adminduk) seperti pembuatan KTP dan KK,” ujar Lilik.

Menurutnya, program tersebut diharapkan dapat terus berlanjut dan menjangkau masyarakat di berbagai desa di Kabupaten Jember.

Camat Arjasa, RB. Abdul Kadir, mengapresiasi pelaksanaan Pasar Murah Gempita karena dinilai memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus membuka kesempatan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) setempat untuk mempromosikan produknya.

“Pasar murah ini sangat ditunggu-tunggu masyarakat di tengah kondisi ekonomi saat ini. Selain menekan biaya pengeluaran harian warga, UMKM lokal juga ikut terangkat dan bangkit. Mengingat animo masyarakat yang cukup tinggi, kami berharap kegiatan seperti ini bisa rutin diagendakan, misalnya setiap dua atau tiga bulan sekali,” ungkap Abdul Kadir.

Manfaat program tersebut juga dirasakan pelaku UMKM yang memanfaatkan bahan pokok sebagai kebutuhan produksi.

Yuyun, pelaku UMKM asal Arjasa yang menjual dawet, mengaku membeli beras, minyak goreng, telur, dan gula pasir untuk menunjang usahanya.

“Kegiatan ini sangat membantu UMKM agar bisa tetap eksis karena harga bahan bakunya lebih murah. Saya berharap acara seperti ini terus berlanjut, dan kalau bisa kuota jatah pembelian komoditas seperti gula bisa ditambah lagi ke depannya,” kata Yuyun.

Sementara itu, Umi Cio, warga Arjasa, memanfaatkan kegiatan tersebut untuk membeli kebutuhan rumah tangga, seperti beras, minyak goreng, dan telur.

Ia mengaku terbantu dengan selisih harga yang ditawarkan dan berharap program serupa terus dilaksanakan oleh Pemkab Jember.

Selain membantu masyarakat memperoleh bahan pokok dengan harga terjangkau, Pasar Murah Gempita juga menghadirkan pelayanan kesehatan gratis dan administrasi kependudukan. Kehadiran layanan tersebut memungkinkan warga mengakses beberapa kebutuhan pelayanan publik dalam satu kegiatan.

Pemkab Jember berharap program ini dapat terus membantu masyarakat menghadapi tekanan harga kebutuhan pokok sekaligus mendukung aktivitas ekonomi UMKM lokal.

Penulis : Herry

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Pasar Murah Khofifah di Probolinggo, Beras 5 Kg Rp55 Ribu
Peternak Blitar Dapat Jagung SPHP, BULOG Serap Telur untuk Jaga Usaha
Khofifah Bawa Misi Dagang Jatim ke Makassar, Transaksi Rp5,69 Triliun
Dari Warisan Keluarga, Ida Irawati Kini Punya 2.050 Pohon Kopi di Pasuruan
Harga Cabai di Bangil dan Pandaan Berbeda, Polres Pasuruan Pantau Stok Pangan
Bangkalan Dorong Anyaman Bambu Jadi Usaha Produktif, 20 Warga Dilatih
Jelang Nataru, Pasar Murah di Paciran Tawarkan Sembako Terjangkau
Sembilan Buyer Filipina Datang ke Banyuwangi, Kopi Specialty Lokal Dibidik untuk Pasar Ekspor

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 19:13

Pasar Murah Khofifah di Probolinggo, Beras 5 Kg Rp55 Ribu

Kamis, 5 November 2026 - 18:39

Pasar Murah Gempita Jember di Arjasa, Sembako Lebih Murah Rp3.000

Kamis, 5 November 2026 - 18:21

Peternak Blitar Dapat Jagung SPHP, BULOG Serap Telur untuk Jaga Usaha

Kamis, 5 November 2026 - 08:54

Khofifah Bawa Misi Dagang Jatim ke Makassar, Transaksi Rp5,69 Triliun

Rabu, 4 November 2026 - 08:25

Dari Warisan Keluarga, Ida Irawati Kini Punya 2.050 Pohon Kopi di Pasuruan

Berita Terbaru