Ancaman Bencana Hidrometeorologi, Lamongan Normalisasi 262 Titik Kali Sepanjang 214 Km

Kamis, 5 November 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menyampaikan amanat Kapolda Jawa Timur dalam Apel Kesiapsiagaan Bencana Hidrometeorologi Kabupaten Lamongan Tahun 2026–2027 di Alun-alun Lamongan, Kamis (5/11).

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menyampaikan amanat Kapolda Jawa Timur dalam Apel Kesiapsiagaan Bencana Hidrometeorologi Kabupaten Lamongan Tahun 2026–2027 di Alun-alun Lamongan, Kamis (5/11).

LAMONGAN, RadarBangsa.co.id – Pemerintah Kabupaten Lamongan memperkuat kesiapsiagaan menghadapi bencana hidrometeorologi menjelang musim hujan 2026–2027. Sejumlah langkah mitigasi telah dilakukan, termasuk normalisasi 262 titik kali dengan panjang mencapai 214 kilometer serta 40 titik waduk dan rawa dengan volume 300 ribu meter kubik.

Kesiapsiagaan tersebut menjadi perhatian setelah Jawa Timur mencatat 672 kejadian bencana sepanjang 2026 dengan total kerugian mencapai Rp7,5 miliar.

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menyampaikan amanat Kapolda Jawa Timur Irjen Pol. Dekananto Eko Purwono dalam Apel Kesiapsiagaan Bencana Hidrometeorologi Kabupaten Lamongan Tahun 2026–2027 di Alun-alun Lamongan, Kamis (5/11).

Dalam amanat tersebut, disampaikan bahwa prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan musim hujan 2026–2027 diperkirakan datang lebih lambat dari biasanya. Kondisi itu menjadi indikasi kemungkinan cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Indonesia.

Kapolda Jawa Timur menekankan pentingnya pemetaan daerah rawan bencana, penguatan koordinasi antarinstansi, serta kesiapan personel dan perlengkapan.

“Bapak Kapolda Jawa Timur berpesan agar seluruh jajaran melaksanakan pemetaan wilayah rawan bencana alam bersama para pemangku kepentingan terkait, memperkuat koordinasi dan jalur komunikasi antar instansi serta membentuk posko kesiapsiagaan sehingga setiap laporan dapat ditindaklanjuti secara cepat dan tepat, juga memastikan seluruh personil dalam kondisi prima dan dilengkapi alat pelindung diri karena keselamatan petugas sama pentingnya dengan keselamatan masyarakat yang kita lindungi,” pesannya.

Di Lamongan, berbagai perangkat daerah telah memaparkan kegiatan penanggulangan bencana dan rencana mitigasi. Instansi yang terlibat antara lain Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Dinas BMCKTR, Dinas PRKPCK, Dinas PU SDABK, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perhubungan, Satpol PP dan Damkar, BPBD, serta Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian.

Langkah yang disiapkan mencakup respons cepat, pendirian posko, kesiapan personel, peralatan, obat-obatan, serta bantuan pangan. Pemeliharaan dan normalisasi drainase juga menjadi bagian dari upaya mengantisipasi dampak bencana.

Selain normalisasi 40 titik waduk dan rawa dengan volume 300 ribu meter kubik, pemerintah daerah melakukan normalisasi 262 titik kali dengan total panjang 214 kilometer.

Koordinasi lintas unsur atau pentahelix juga dilakukan untuk memperkuat upaya penanggulangan bencana. Kolaborasi pemerintah daerah, TNI, Polri, instansi terkait, relawan, dan masyarakat dinilai penting untuk memastikan kesiapan personel, sarana prasarana, serta logistik saat bencana terjadi.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Indeks Integritas Sidoarjo Masuk Kategori Rentan, Subandi Dorong Warga Berani Melapor
Kehilangan Air Delta Tirta Sidoarjo 34,06 Persen, Subandi Dorong Digitalisasi Pengawasan
Dana Transfer Daerah Turun, Ini Strategi Bupati Pasuruan Jaga Pembangunan 2027
Disdukcapil Jember Raih ISO 27001:2022, Data Penduduk Jadi Prioritas
46.973 Buruh Rokok Malang Terima BLT, Sekda Ingatkan Penggunaan Dana
KNMP Banyuwangi Dikembangkan Jadi Destinasi Wisata Kuliner Hasil Laut
Nataru 2026, Tiga Pelabuhan Alternatif Disiapkan untuk Urai Kepadatan Ketapang–Gilimanuk
Demonstrasi Bukan Jalan Pertama, Karang Taruna Pamekasan Tekankan Pentingnya Gagasan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 19:47

Ancaman Bencana Hidrometeorologi, Lamongan Normalisasi 262 Titik Kali Sepanjang 214 Km

Kamis, 5 November 2026 - 19:37

Indeks Integritas Sidoarjo Masuk Kategori Rentan, Subandi Dorong Warga Berani Melapor

Kamis, 5 November 2026 - 19:30

Kehilangan Air Delta Tirta Sidoarjo 34,06 Persen, Subandi Dorong Digitalisasi Pengawasan

Kamis, 5 November 2026 - 18:32

Disdukcapil Jember Raih ISO 27001:2022, Data Penduduk Jadi Prioritas

Kamis, 5 November 2026 - 10:13

46.973 Buruh Rokok Malang Terima BLT, Sekda Ingatkan Penggunaan Dana

Berita Terbaru