Mensos Gus Ipul Sosialisasikan DTSEN di Pasuruan untuk Akurasi Bansos

Sabtu, 7 Februari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Mensos RI Saifullah Yusuf (Gus Ipul) saat sosialisasi DTSEN di Bangil, Kabupaten Pasuruan, Sabtu (7/2/2026). (Foto Dok Ho/Nul- RadarBangsa.co.id)

Mensos RI Saifullah Yusuf (Gus Ipul) saat sosialisasi DTSEN di Bangil, Kabupaten Pasuruan, Sabtu (7/2/2026). (Foto Dok Ho/Nul- RadarBangsa.co.id)

PASURUAN, RadarBangsa.co.id — Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf (Gus Ipul) kembali mengunjungi Kabupaten Pasuruan, Sabtu (7/2/2026), untuk mensosialisasikan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial Elektronik Nasional (DTSEN). Langkah ini ditegaskan sebagai upaya memastikan bantuan sosial (bansos) tepat sasaran melalui pemutakhiran data yang akurat, terbuka, dan partisipatif.

Sosialisasi berlangsung di Gedung Diponegoro, Kelurahan Bendomungal, Kecamatan Bangil. Gus Ipul hadir didampingi Sekretaris Jenderal Kemensos Robben Rico dan Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Supomo. Dari daerah, kegiatan dihadiri Wakil Bupati Pasuruan Shobih Asrori, Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo, Sekda Kabupaten Pasuruan Yudha Triwidya Sasongko, serta unsur Forkopimda Kota dan Kabupaten Pasuruan.

Dalam sambutannya, Gus Ipul menekankan bahwa akurasi data merupakan prasyarat utama keberhasilan program perlindungan sosial. Ia mengajak seluruh jajaran pemerintah daerah—mulai camat, kepala desa, perangkat, hingga pendamping—untuk terus mengonsolidasikan data bersama Badan Pusat Statistik (BPS).

“Ajakan kami jelas: Pemkab, camat, kades, hingga pendamping terus melakukan konsolidasi data dengan BPS. Kalau datanya akurat, program pasti tepat sasaran,” ujar Gus Ipul.

Ia menambahkan, pemutakhiran data dilakukan setiap hari agar selaras dengan kondisi riil di lapangan. Menurutnya, masih ditemui penyaluran yang kurang tepat sasaran akibat basis data yang belum mutakhir. “Dengan konsolidasi, saya yakin data kita ke depan makin akurat,” katanya.

Sosialisasi DTSEN juga menjadi momentum penegasan keterbukaan pemerintah terhadap partisipasi publik sebagaimana diatur dalam Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2025. Prinsipnya, tidak boleh ada keluarga atau individu yang membutuhkan perlindungan sosial tetapi tidak terdata.

“Tidak bisa lagi menutup-nutupi data. Masyarakat justru diajak memperbaiki data, memutakhirkan DTSEN, sekaligus memperkuat digitalisasi bansos,” ucap Gus Ipul.

Wakil Bupati Pasuruan Shobih Asrori menyatakan Pemkab Pasuruan menyambut baik pembaruan sistem ini sebagai instrumen kunci efisiensi anggaran daerah dan pusat. Akurasi data, kata dia, menjadi solusi berkelanjutan atas polemik bansos yang kerap salah sasaran di tingkat desa.

“DTSEN bukan sekadar kumpulan angka, melainkan instrumen perencanaan yang terukur dan efisien,” ujarnya. Ia juga menyoroti temuan penerima bansos dari kalangan berkecukupan, seraya menegaskan komitmen verifikasi lapangan yang jujur tanpa intervensi.

“Atas nama Bupati Pasuruan, kami mendukung penuh konsolidasi data Kemensos agar semakin akurat, penerima tepat sasaran, dan masyarakat merasa adil,” pungkasnya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Target PAD Lamongan Rp1 Triliun, Yuhronur : Bukan untuk Tambah Beban Masyarakat
Dari Warung hingga Bengkel, BAZNAS Kendal Ubah Zakat Jadi Modal Kemandirian
Gus Fawait Rombak Pejabat Pemkab Jember, Target Percepatan RPJMD Jadi Alasan
Harhubnas 2026, Trans Jatim Gratis Sehari di 8 Koridor, Gubernur Khofifah Ajak Warga Beralih ke Transportasi Publik
Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi
Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter
Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit
Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 14:27

Target PAD Lamongan Rp1 Triliun, Yuhronur : Bukan untuk Tambah Beban Masyarakat

Kamis, 17 September 2026 - 11:42

Dari Warung hingga Bengkel, BAZNAS Kendal Ubah Zakat Jadi Modal Kemandirian

Kamis, 17 September 2026 - 09:14

Gus Fawait Rombak Pejabat Pemkab Jember, Target Percepatan RPJMD Jadi Alasan

Kamis, 17 September 2026 - 09:06

Harhubnas 2026, Trans Jatim Gratis Sehari di 8 Koridor, Gubernur Khofifah Ajak Warga Beralih ke Transportasi Publik

Rabu, 16 September 2026 - 20:40

Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi

Berita Terbaru