Modernisasi Sego Megono dan Kopi Robusta Sambut Komukino 2025

- Redaksi

Selasa, 2 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG, RadarBangsa.co.id — Upaya memperkenalkan kembali kuliner tradisional dilakukan Karesidenan Kedu dari Jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Semarang menjelang acara puncak Komukino 2025 pada 18 Desember mendatang. Dua kuliner khas, Sego Megono dari Wonosobo dan Kopi Robusta dari Kebumen, menjadi fokus modernisasi agar lebih relevan bagi generasi muda.

Ketua Karesidenan Kedu menyebutkan bahwa inovasi ini digarap bukan hanya demi estetika, tetapi untuk memastikan keberlanjutan kuliner lokal di tengah gempuran makanan cepat saji. “Kami ingin menunjukkan bahwa tradisi bisa berjalan beriringan dengan modernitas. Kuliner daerah tetap bisa bersaing ketika dikemas dengan pendekatan yang lebih segar,” ujarnya.

Sego Megono yang biasanya disajikan dengan nasi dan urap nangka muda, serta tempe kemul, kini hadir dalam konsep praktis berkemasan paper bowl. Bentuk ini membuatnya mudah dibawa dan lebih higienis, sekaligus mempertahankan rasa otentik. Menurut tim kreatif, tampilan yang lebih rapi menjadi kunci agar makanan tradisional kembali menarik perhatian publik. “Kami menyesuaikan tampilan tanpa mengubah karakter asli. Harapannya, anak muda bisa menikmatinya tanpa merasa kuno,” kata salah satu anggota tim.

Sementara itu, Kopi Robusta Kebumen dipoles melalui penyajian berbasis barista, hadir dalam dua varian populer: espresso dan kopi susu klasik. Seluruh proses penggilingan hingga penyajian dilakukan langsung oleh tim Kedu untuk menjaga kualitas rasa sekaligus menambah pengalaman bagi pengunjung.

Divisi Operasional menegaskan bahwa persiapan berlangsung intensif. “Kebutuhan bahan dan kemasan meningkat, sehingga tim harus mempercepat ritme kerja. Namun semuanya dilakukan demi memastikan produk siap tampil maksimal,” ujarnya.

Pada puncak Komukino, kedua kuliner akan ditampilkan dalam bentuk display, sesi tester, hingga penjualan langsung. “Kami berharap masyarakat, khususnya remaja dan dewasa, dapat melihat bahwa kuliner tradisional mampu tampil modern tanpa kehilangan jati diri,” tambah Ketua Karesidenan Kedu.

Lainnya:

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Hardiknas 2026, Khofifah Gaspol Sekolah Berintegritas, Sapu Rekor MURI
Hardiknas 2026: Khofifah Luncurkan 40 Sekolah Berintegritas, Ubah Cara Didik Siswa
Lulus Tanpa Seremoni, SMA Al Muslim Ubah Kelulusan Jadi Aksi Nyata
Hardiknas 2026: Bupati Asahan Disorot, Janji Perbaiki Kualitas Pendidikan
Alarm Bahaya Gadget, Wabup Mimik Siapkan Wahana Belajar Tanpa Gawai di Sidoarjo
Khofifah Buat Sejarah di Hardiknas 2026: Paskibra SD Pimpin Upacara, Siswa SR Pidato 5 Bahasa
Bupati Bangkalan Sikat Titipan Siswa, PPDB 2026 Wajib Transparan
Sidak Edukasi Anak Sidoarjo: Wabup Dorong Kampung Anti Gadget, Ini Dampaknya

Berita Terkait

Selasa, 5 Mei 2026 - 14:28 WIB

Hardiknas 2026, Khofifah Gaspol Sekolah Berintegritas, Sapu Rekor MURI

Selasa, 5 Mei 2026 - 14:10 WIB

Hardiknas 2026: Khofifah Luncurkan 40 Sekolah Berintegritas, Ubah Cara Didik Siswa

Selasa, 5 Mei 2026 - 06:26 WIB

Lulus Tanpa Seremoni, SMA Al Muslim Ubah Kelulusan Jadi Aksi Nyata

Selasa, 5 Mei 2026 - 06:14 WIB

Hardiknas 2026: Bupati Asahan Disorot, Janji Perbaiki Kualitas Pendidikan

Senin, 4 Mei 2026 - 21:46 WIB

Alarm Bahaya Gadget, Wabup Mimik Siapkan Wahana Belajar Tanpa Gawai di Sidoarjo

Berita Terbaru