Ngawi Hanya Terima 79 Ribu Ton Pupuk Subsidi 2025, Petani Diminta Beralih ke Pertanian Ramah Lingkungan

- Redaksi

Selasa, 26 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Ngawi, Supardi, saat menandatangani dokumen di ruang kerjanya, Senin (26/8/2025). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Ngawi, Supardi, saat menandatangani dokumen di ruang kerjanya, Senin (26/8/2025). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

NGAWI, RadarBangsa.co.id – Pemerintah menetapkan alokasi pupuk bersubsidi untuk Kabupaten Ngawi pada 2025 sebanyak 79.402 ton. Jumlah tersebut akan disalurkan kepada 1.122 kelompok tani di wilayah setempat.

Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Tanaman Pangan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Ngawi, Franky Ardian, merinci alokasi itu terdiri atas 38.510 ton pupuk urea, 26.129 ton pupuk NPK, dan 14.763 ton pupuk organik.

Namun, angka tersebut jauh lebih sedikit dibandingkan kebutuhan riil petani yang diajukan melalui sistem elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (E-RDKK). “Petani sebenarnya mengusulkan 45.459 ton urea, 44.747 ton NPK, dan 47.437 ton pupuk organik. Artinya, terjadi penurunan yang cukup signifikan,” kata Franky, Senin (26/8).

Ia menambahkan, pengurangan jatah pupuk subsidi bukan hanya terjadi di Ngawi, tetapi juga di seluruh daerah. Hal ini merupakan dampak kebijakan Kementerian Pertanian yang menyesuaikan distribusi pupuk dengan keterbatasan anggaran.

Padahal, dengan luas lahan produktif mencapai sekitar 50 ribu hektare, kebutuhan pupuk petani Ngawi jelas lebih besar dari jatah yang diberikan. “Kondisi ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi petani untuk tetap menjaga produktivitas,” ujar Franky.

Menanggapi keterbatasan tersebut, Kepala Dinas Pertanian Ngawi, Supardi, mendorong petani agar tidak bergantung sepenuhnya pada pupuk subsidi. Menurutnya, petani perlu memperkuat praktik pertanian ramah lingkungan melalui Program Pertanian Ramah Lingkungan Berkelanjutan (PRLB) yang tengah digalakkan pemerintah daerah.

“Dengan PRLB, petani tidak hanya mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia, tetapi juga menjaga produktivitas pertanian secara berkelanjutan,” ujarnya.

Program PRLB mencakup beberapa inisiatif, di antaranya inovasi Electricity for Farming bekerja sama dengan PLN, penyediaan benih mandiri (in-situ) agar petani lebih mudah memperoleh benih, serta hilirisasi pertanian untuk menyerap hasil panen padi lokal.

Langkah ini dinilai penting mengingat Ngawi merupakan salah satu lumbung pangan utama di Jawa Timur bahkan nasional. Setiap tahun, daerah ini mampu menghasilkan lebih dari 800 ribu ton gabah kering panen (GKP).

“Sebagai sentra produksi padi, Ngawi harus mampu menjaga ketahanan pangan meskipun alokasi pupuk subsidi tidak sepenuhnya sesuai harapan,” tegas Supardi.

Dengan kondisi tersebut, petani Ngawi diharapkan mampu menyesuaikan strategi budidaya, memanfaatkan inovasi pertanian, sekaligus memperkuat praktik ramah lingkungan agar produksi pangan tetap terjaga di tengah keterbatasan pupuk subsidi.

Lainnya:

Penulis : Endik

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Pelayanan Publik Dipertaruhkan, Personel Polsek Tikung Jalani Tes Kesehatan
UMKM Banyuwangi Dapat HKI Murah, Produk Makin Aman
Sumur Bor Kementan Bikin Panen Banyuwangi Meledak
Banyuwangi Disorot Nasional, Sabet Penghargaan Ekosistem Halal dari UB
Sekda Malang Dorong Dharma Wanita Perkuat SDM dan Pelayanan
Bupati Malang Sidak RSUD Kanjuruhan, Antrean Obat Jadi Sorotan
Menaker Alarm Bahaya Global, Buruh dan Pengusaha Diminta Bersatu
Kemnaker Buka Akses Kerja Mantan Napi, Dorong Dunia Kerja Inklusif
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 8 Mei 2026 - 10:22 WIB

Pelayanan Publik Dipertaruhkan, Personel Polsek Tikung Jalani Tes Kesehatan

Jumat, 8 Mei 2026 - 08:20 WIB

UMKM Banyuwangi Dapat HKI Murah, Produk Makin Aman

Jumat, 8 Mei 2026 - 08:14 WIB

Sumur Bor Kementan Bikin Panen Banyuwangi Meledak

Jumat, 8 Mei 2026 - 08:09 WIB

Banyuwangi Disorot Nasional, Sabet Penghargaan Ekosistem Halal dari UB

Jumat, 8 Mei 2026 - 07:54 WIB

Bupati Malang Sidak RSUD Kanjuruhan, Antrean Obat Jadi Sorotan

Berita Terbaru

Bupati Banyuwangi menyerahkan surat rekomendasi HKI kepada pelaku UMKM saat program Bunga Desa di Balai Desa Kaotan, Kamis (7/5/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Pemerintahan

UMKM Banyuwangi Dapat HKI Murah, Produk Makin Aman

Jumat, 8 Mei 2026 - 08:20 WIB

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani meresmikan rumah pompa dan sumur bor bantuan Kementan di Desa Kaotan, Kamis (7/5/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Pemerintahan

Sumur Bor Kementan Bikin Panen Banyuwangi Meledak

Jumat, 8 Mei 2026 - 08:14 WIB