Nongkojajar Culture Festival Tampilkan Kreativitas Warga Tutur Pasuruan

Jumat, 26 September 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Peserta Nongkojajar Culture Festival 2025 tampil memukau dengan kostum kreasi warga yang megah dan penuh detail artistik saat karnaval di Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Peserta Nongkojajar Culture Festival 2025 tampil memukau dengan kostum kreasi warga yang megah dan penuh detail artistik saat karnaval di Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

PASURUAN, RadarBangsa.co.id – Setelah Bangil Art Carnival menyedot perhatian publik, giliran Nongkojajar Culture Festival (NCF) yang menjadi sorotan utama di Kabupaten Pasuruan. Gelaran budaya yang menghadirkan fashion show di jalan raya ini berlangsung meriah pada Kamis (25/9/2025) dan dipadati ribuan warga Kecamatan Tutur.

Festival yang digagas masyarakat Nongkojajar tersebut menjadi ajang tahunan yang ditunggu. Sebanyak 42 kelompok peserta dari desa, dusun, hingga rukun tetangga (RT) ikut menampilkan karya kostum mereka. Rute karnaval dimulai dari pertigaan Desa Tutur, melewati jalur sejauh tiga kilometer, dan berakhir di pertigaan Nongkojajar, tepat di seberang Pasar Wonosari.

Suasana semakin semarak ketika peserta tampil dengan busana unik layaknya peragaan busana internasional. Tak sedikit yang membandingkan NCF dengan Jember Fashion Carnival (JFC) karena kualitas dan kreativitasnya. Bedanya, hampir seluruh kostum di Nongkojajar ini merupakan hasil karya warga sendiri. Proses pembuatannya pun tidak sebentar, ada yang memakan waktu enam bulan bahkan hingga setahun.

“Hampir semua kostum hasil buatan warga, bukan sewa. Mereka mengerjakan dengan penuh kesabaran, ada yang sampai setahun baru selesai,” jelas Camat Tutur, Hendi Candrawijaya, saat ditemui di sela acara.

Selain parade busana, NCF juga menghadirkan suasana kompetisi. Para peserta dinilai oleh dewan juri yang terdiri dari pejabat Dinas Pariwisata Kabupaten Pasuruan hingga akademisi internasional. Salah satunya adalah Mr. Steve, profesor musik asal Italia yang kini mengajar di Malang. “Kehadiran juri internasional memberi warna baru sekaligus meningkatkan standar penilaian festival ini,” tambah Hendi.

Apresiasi tinggi juga datang dari Pemerintah Kabupaten Pasuruan. Sekretaris Dinas Pariwisata, Nurul Puspitaningrum, menyebut NCF sebagai bukti nyata kekompakan warga dalam mengangkat potensi lokal. Ia menekankan, masyarakat rela merogoh kocek pribadi untuk mendanai kostum, tata rias, hingga kebutuhan teknis seperti sound system.

“Festival ini murni inisiatif warga Nongkojajar yang terus berkembang dari tahun ke tahun. Kami salut dengan semangat gotong royong yang membuat acara sebesar ini bisa terlaksana. Bahkan hampir setiap rumah ikut berswadaya,” ungkap Nurul.

Kemeriahan festival terlihat sejak pagi hingga malam. Sepanjang jalur karnaval, warga berjejer menyaksikan atraksi sambil mendokumentasikan dengan gawai. Kehadiran festival ini bukan hanya menjadi hiburan, melainkan juga sarana promosi budaya lokal yang berpotensi meningkatkan kunjungan wisata ke Pasuruan.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak
PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan
PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani
DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi
Gus Iqdam di Pasuruan: Serukan Ilmu, Akhlak, dan Sedekah
Paripurna, Fraksi Golkar DPRD Ngawi Soroti Defisit RAPBD 2027, Usulkan Stadion Baru Berkapasitas 40.000 Penonton
HKG PKK ke-54, Luthfiana Lukman Hakim Perkuat Peran Keluarga di Bangkalan
Pelatihan Pelinting Rokok di Bangkalan, 30 Warga Burneh Ikuti Pembekalan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:38

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:36

PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:47

PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:31

DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi

Rabu, 28 Oktober 2026 - 16:22

Gus Iqdam di Pasuruan: Serukan Ilmu, Akhlak, dan Sedekah

Berita Terbaru